Bagaimana Memastikan System Grounding di Rumah Terpasang dengan Baik

Halo kawan pembaca…selamat berjumpa lagi dalam artikel terbaru di InstalasiListrikRumah.com. Cukup lama juga setelah artikel terakhir yang dipublish : “Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah”, kami baru merilis artikel lagi.

Sepanjang waktu itu kami melihat artikel tersebut melesat menjadi artikel terpopuler dalam waktu singkat. Beberapa pertanyaan juga kami terima sehubungan dengan tema arde atau grounding ini.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kami rangkum dalam satu pertanyaan umum : Bagaimana memastikan system grounding pada instalasi listrik rumah terpasang dengan baik?

Sebetulnya ini pertanyaan yang sangat wajar, karena masyarakat yang bahkan merasa paling awam dengan listrik pun selalu berinteraksi dengan peralatan listrik. Dan seperti kita ketahui, listrik selalu mempunyai resiko bahaya bila kita tidak tahu apa bahayanya dan bagaimana mengantisipasinya (untuk anda yang baru berkunjung, bisa membaca artikel sebelumnya : “Kestrum (Tersengat Listrik)” untuk menambah referensi).

Sistem grounding atau arde dipasang sebagai pengaman dari bahaya listrik terhadap manusia dan peralatan. Dan system tersebut harus terpasang dengan baik dalam instalasi listrik rumah agar dapat menjalankan fungsinya. Artikel ini mencoba menjelaskannya.

Baiklah, kita kembali ke pertanyaan tadi dan kami coba membahas dengan lebih detail cara-caranya. Kami berusaha memilih cara yang paling mudah dan minim resiko. Jadi langkah-langkah yang dijelaskan bukanlah langkah satu-satunya, karena masih banyak cara lain yang bisa dilakukan. Walaupun dirasa mudah, tetap masih ada resiko tersengat listrik. Jadi untuk itu, kami memberikan beberapa peringatan yang dianggap perlu dan diharapkan untuk pembaca memahami peringatan yang diberikan.

PERHATIAN :

Peringatan ini kami berikan terutama bagi pembaca yang merasa awam dengan listrik dan tidak merasa “confident”. Dalam aspek keselamatan, ilmu dan kepercayaan diri merupakan 2 kunci utama. Orang yang mengerti tetapi tidak “confident” atau tidak mengerti tapi “confident sebaiknya berpikir ulang dalam melanjutkan pekerjaannya karena besar kemungkinan terjadi celaka. Kalo anda merasa seperti itu, disarankan untuk mencari pihak lain yang mengerti listrik atau instalatir listrik yang mempunyai kompetensi. Hal yang terpenting adalah anda cukup mengerti cara-caranya. Itu saja ya uraian mengenai sisi keselamatan dari metode yang dibahas selanjutnya.

Ketahui Lebih Dulu!!

Dalam memastikan bahwa system grounding pada instalasi listrik rumah anda telah terpasang dengan baik, ada 2 bagian utama yang harus kita ketahui :

1. Instalasi arde atau grounding yang ditanam telah terpasang dengan baik dan mempunyai resistansi atau hambatan maksimal 5 Ohm (sesuai yang dinyatakan dalam PUIL : Persyaratan Umum Instalasi Listrik)

2. Kabel yang terpasang dalam system instalasi listrik rumah mempunyai inti kabel grounding didalamnya dan tersambung atau terkoneksi dengan baik sampai stop kontak. Istilah teknis menyebut koneksi ini “bonding”, yaitu koneksi antar kabel grounding, sedangkan istilah “grounding” sendiri digunakan untuk koneksi kabel grounding dengan system grounding yang ditanahkan langsung (seperti grounding rod).

Memeriksa Instalasi grounding yang ditanam

Untuk memeriksa bagian ini, mau tidak mau harus menggunakan alat yang dinamakan Earth Tester. Alat ini memang tidak umum, karena biasanya hanya digunakan oleh kontraktor atau instalatir yang memasang instalasi grounding. Fungsi alat ini adalah mengukur tahanan atau resistansi arde / grounding yang terpasang. Bila tahanan yang terukur masih lebih besar dari yang diharuskan, maka grounding rod yang ditanam harus ditambahkan agar lebih dalam.

Secara umum kita tidak bisa memeriksa sendiri bagian ini, kecuali anda punya “Earth tester”. Jadi cukup serahkan saja pemeriksaannya kepada kontraktor listrik yang kompeten dan terpercaya. Yang penting anda mengerti parameter yang menjadi patokan.

Memeriksa instalasi grounding yang terkoneksi dalam instalasi listrik rumah

Nah, memeriksa bagian ini relatif bisa kita lakukan. Dikatakan relatif karena tergantung dari peralatan yang kita miliki dan kepercayaan diri untuk melakukan.

Yang perlu anda periksa adalah bagian stop kontak, apakah kabel grounding (lebih tepatnya “bonding”) sudah terpasang sampai titik ini. Seperti dijelaskan di awal, secara teknis istilah “bonding” digunakan untuk koneksi antara kabel grounding dengan kabel grounding lain.

Jadi bonding adalah sistem yang terkoneksi di seluruh bagian rumah dan salah satunya berujung pada stop kontak. Sedangkan “grounding” adalah koneksi antara kabel grounding dengan sistem grounding yang ditanam. Warna kabel bonding dan grounding tetap sama, yaitu warna hijau atau kuning-hijau.

Bila salah satu stop kontak tidak terkoneksi kabel bonding, maka fungsi pengaman dari kebocoran arus listrik akibat kegagalan isolasi tidak akan bekerja. Bahasa mudahnya, potensi anda kesetrum saat menggunakan peralatan listrik akan sangat besar.

Alat yang digunakan adalah multitester atau Avometer dan screwdriver (obeng). Dengan multitester, kita bisa melakukan “continuity test” terhadap koneksi kabel bonding setiap stop kontak. Bila tidak punya, obeng masih bisa digunakan untuk memeriksa secara visual apakah kabel bonding sudah terkoneksi atau tidak di dalam stop kontak, walaupun validitas hasilnya masih perlu diuji.

PERHATIAN :

LAKUKAN KEDUA METODE INI DENGAN MEMATIKAN TERLEBIH DAHULU INSTALASI LISTRIK DI RUMAH ANDA DENGAN CARA “SWITCH OFF” CIRCUIT BREAKER DI KWH METER DAN MCB BOX, UNTUK MEMASTIKAN ANDA AMAN DARI BAHAYA LISTRIK

Metode pertama : Memeriksa koneksi kabel bonding dengan multitester (continuity test)

1. Pastikan listrik di rumah anda sudah dimatikan terlebih dahulu (lihat peringatan diatas). Switch off circuit breaker seperti gambar dibawah.

Box pengaman tipe MCB

Pengaman tipe MCB

2. Buka tutup MCB box.

3. Pastikan probe dari multitester (kabel warna merah dan hitam) terpasang pada lubang yang bersimbol “V Ω” untuk probe warna merah dan “COM” untuk probe warna hitam. Contoh yang digunakan adalah multitester tipe digital.

Multitester untuk check tegangan

 

4. Putar selector di multitester ke posisi Voltage AC (symbol “V~”) untuk mengukur tegangan. Lihat gambar diatas.
5. Periksa tegangan di circuit breaker dengan multitester dan pastikan sudah tidak ada tegangan (penunjukan di multitester 0 (nol) volt). Bisa juga gunakan test pen untuk memastikan tidak ada tegangan. Dalam gambar dibawah, periksa setiap titik dari circuit breaker (garis warna merah) untuk memastikan tidak ada tegangan. Pastikan juga circuit breaker sudah switch off (kotak warna biru)

 

Check tegangan di MCB Box

Memeriksa tegangan di MCB Box

 

6. Putar selector di multitester ke posisi Ohm (tanda “Ω”) untuk mengukur resistansi.

Multitester untuk check resistansi

Posisi multitester dan probe untuk check resistansi

 

7. Hubungkan salah satu probe ke terminal grounding (terminal PE) di MCB box dan probe yang lain ke terminal grounding di stop kontak.

 

Continuity Test MCB Box & stop kontak

Continuity Test grounding kabel antara MCB Box dan stop kontak

 

8. Lihat pembacaan. Bila hasilnya menunjukkan hampir resitansi yang kecil, hampir mendekati 0 (nol) ohm, maka dipastikan terminal grounding di stop kontak terkoneksi dengan baik ke grounding terminal di MCB Box. Bila hasilnya menunjukkan resistansi dalam satuan kilo-ohm (kΩ) atau mega-ohm (MΩ) maka koneksinya kurang baik atau malah tidak terkoneksi. Contoh hasil pengukuran dari gambar dibawah adalah sebesar 1.2 ohm.

9. Lanjutkan pengukuran dengan stop kontak lain. Bila jarak antara MCB Box dengan stop kontak sudah terlalu jauh, maka bisa dilakukan pengukuran antar stop kontak.

 

Continuity Test antar Stop Kontak

Continuity test kabel grounding antar stop kontak

Continuity test antar stop kontak

Contoh visual continuity test koneksi bonding antar stop kontak

 

10. Bila sudah selesai, jangan lupa untuk memasang kembali tutup MCB Box dan switch ON Circuit Breaker agar listrik di rumah anda normal kembali.

Bagaimana bila hasilnya tidak memuaskan atau resistansinya cukup besar. Dalam kasus ini, anda harus melakukan pemeriksaan visual terhadap stop kontak tersebut. Silahkan ikuti metode kedua.

PERHATIAN :

UNTUK MEMASTIKAN MULTITESTER ATAUPUN TEST PEN MASIH BERFUNGSI DENGAN BAIK, SEBELUM ANDA MEMATIKAN INSTALASI LISTRIK RUMAH, TERLEBIH DAHULU LAKUKAN LANGKAH KETIGA DAN KEEMPAT DARI METODE DIATAS, KEMUDIAN COLOK KEDUA PROBE KE MASING-MASING LUBANG DI STOP KONTAK. JIKA PEMBACAAN PADA MULTITESTER ANDA MENUNJUKKAN TEGANGAN +/- 220V, MAKA MULTITESTER BISA DIKATAKAN MASIH BERFUNGSI DENGAN BAIK.

 
 
 
 
 
 
 
 

 

Test Multitester

Test multitester untuk memastikan masih berfungsi dengan baik

 

 

Metode kedua : Pemeriksaan visual koneksi kabel bonding pada stop kontak

Bila tidak memiliki multitester atau hasil pembacaan dari metode pertama tidak memuaskan, anda pun masih dapat melakukan metode ini.

1. Pastikan listrik di rumah anda sudah dimatikan terlebih dahulu (lihat peringatan diatas).

2. Buka tutup stop kontak dengan obeng (+) pada mur bagian tengah. Lihat gambar dibawah.

Stop Kontak tipe In-Bow

Stop Kontak tipe In-Bow yang terpasang di Instalasi Listrik Rumah

 

3. Perhatikan terminal kabel grounding di stop kontak (ada di bagian tengah) dan lihat apakah ada kabel grounding (warna hijau atau kuning-hijau) terkoneksi disana.

 

Koneksi Kabel Grounding di Stop Kontak

Contoh koneksi kabel grounding di stop kontak (lingkaran merah)

 

4. Bila ada terkoneksi, kemungkinan besar system bonding di stop kontak sudah terpasang. Bila tidak ditemukan, kemungkinan besar kabel grounding / bonding tidak dikoneksi.

 

Stop Kontak yang tidak terkoneksi kabel grounding

Contoh stop kontak yang tidak terkoneksi kabel grounding / bonding

 

5. Pasang kembali tutup stop kontak dan lanjutkan dengan stop kontak lainnya.

6. Bila sudah selesai, jangan lupa switch ON Circuit Breaker agar listrik di rumah anda normal kembali.

Dari kedua metode ini, bisa kita kita perbandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing agar lebih jelas bagi pembaca, yaitu :

1. Metode pertama jelas membutuhkan alat multitester tetapi hasilnya lebih valid karena ada nilai resistansi (ohm) yang diukur sebagai hasil continuity test. Yang perlu diperhatikan adalah multitester itu masih berfungsi dengan baik.

2. Metode kedua relatif lebih murah dan mudah, cukup menggunakan obeng atau screwdriver. Hanya saja hasil yang dicapai belum tentu sebaik metode pertama. Hal ini karena bisa saja kabel bonding kelihatan terkoneksi di stop kontak tetapi tidak terhubung dengan sistem grounding keseluruhan.

3. Kedua metode tetap memerlukan pengamanan dari bahaya listrik dengan cara mematikan sumber listrik terlebih dahulu.

Beberapa kemungkinan hasil pemeriksaan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Multitester menunjukkan resistansi yang besar tetapi pemeriksaan visual menunjukkan kabel grounding terkoneksi di stop kontak. Untuk hasil seperti ini, kemungkinan kabel grounding putus di tengah jalan atau tidak disambung dalam koneksi di atas plafon.

2. Multitester menunjukkan resistansi yang besar dan pemeriksaan visual menunjukkan kabel grounding tidak terkoneksi di stop kontak. Untuk kasus seperti ini, kabel yang terpasang di stop kontak biasanya hanya berinti dua, yaitu untuk phase dan netral saja (biasanya warna hitam dan biru). Untuk hasil seperti ini, sebaiknya kabel diganti dengan yang berinti tiga yaitu untuk phase, netral dan grounding.

3. Multitester menunjukkan resistansi yang rendah (hampir 0 (nol) ohm) dan pemeriksaan visual menunjukkan kabel grounding terkoneksi di stop kontak. Ini adalah hasil yang kita harapkan.

 

Penutup

Seperti yang telah kami uraikan di bagian awal, satu hal yang perlu diperhatikan adalah kepercayaan diri dalam melakukan metode-metode ini. Bila anda merasa tidak percaya diri, sebaiknya anda menyerahkan kepada orang yang lebih mengerti dan kompeten dalam hal listrik untuk melakukannya. Kita harus selalu berpedoman bahwa keselamatan adalah hal yang utama.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua. Dan bila ada komentar, saran ataupun koreksi, sangat kami persilahkan.

ILR-Team

Catatan :

Walaupun metode yang dipaparkan dalam artikel ini telah dipilih dengan resiko rendah dan terlihat mudah, mohon untuk tidak melakukan tanpa ilmu dan skill yang memadai. Tulisan ini hanya bersifat penjelasan dan bukan prosedur resmi. Kami menyerahkan tanggung jawab dan resiko sepenuhnya kepada pembaca untuk menilai diri sendiri sebelum melakukan cara-cara yang dijelaskan di atas.

Artikel Terkait Lainnya :

1. Listrik, tak kenal maka tak hati-hati…

2. Listrik, tak kenal maka tak hati-hati..(2)

3. Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah

4. Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)

5. Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (3)

6. Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah

7.Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan “PERIKSA”

 

 

Bergabung dalam Komunitas ILR :

1. Forum InstalasiListrikRumah.com

2. Grup Diskusi & Berbagi InstalasiListrikRumah.com di Facebook

3. FanPage InstalasiListrikRumah.com

 

 

 

129 Responses to Bagaimana Memastikan System Grounding di Rumah Terpasang dengan Baik

  • adi:

    Salam Pak ILR

    Sy Berencana Renovasi Rumah
    sy mau tanya :
    - Apakah di diperbolehkan Instalatir berpengalaman yg bukan rekanan resmi PLN u/menginstalasi ulang instalasi listrik Rumah saya
    - apakah instalatir yg sdh berpengalaman yg bukan Rekanan resmi PLN, dibolehkan u/memindahkan sementara KWH-Meter dan memasang kembali KWH-Meter tersebut setelah Rumah selesai Renovasi.

    Mohon saranya pak

    Trims

  • chandra:

    pak mau nanyak
    sebab grounding bertegangan kenapa ??

  • ardi:

    salam kenal pak ILR , sy mau tnya ukuran kbocoran arus kl pake multitester?
    Sy jg mau sharing, MPB dg merk hexing yg trminl 5 & holley trmnal 5, software n hrdware trlalu peka ato snsitif, sking sensitifnya :
    1.meter kn getaran
    2.ground n N d gbung
    3.teg msuk meter >190
    4.korslet
    5.klbhan beban
    6.plsa hbs 0.00kwh
    7.tegangan gigawatt
    8.menancapkn pralatn lstrik rmh dg dsrtai prcikan api
    9.menambhi ground yg dpsang d casing peralatan sprti d CPU,msn cuci,stpkntak,dll
    Pasti kluar “Periksa” d MPB.

  • iwan:

    selamat siang pak…
    senang sekali membaca artikel di web ini,, sy mau tanya:
    sekarang ini sy sedang memasang istalasi listrik untuk rumah tinggal (1300VA)
    untuk instalasi stop kontak saya pakai kabel 3×2,5 (F,N,P) dan kabel skalar 2×1,5mm (F,N)
    permasalahannya adalah ketika sambungan listrik PLN telah masuk ke instalasi rumah saya, pada kabel (3×2,5) GROUND/P, terdapat arus yg cukup menyalakan tespen (walaupun agak redup jika dibandingkan nyala tespen di kabel F ) akan tetapi sejauh ini hal tersebut tidak berpengaruh terhadap peralatan listrik dirumah (lampu, pompa air- bejalan normal walaupun kabel ground menyala)) apa penyebab kejadian tersebut pak? padahal kabel P dari instalasi dlm rumah masih dlm keadaan bebas, belum tersambung ke grounding/arde, dan belum disambung ke P (ground) dari box meter/MPB.
    trimakasih ..

  • Hubertus:

    Saya mempunyai masalah dengan Arde, ketika semua skring di matikan timbul arus di holo gipsun plafon saya , tolong brikan aku solusinya Tq

  • asep dedi kurniadi:

    ass saya mau bertanya saya mempunyai rumah kontrakan tetapi menggunakan 1 meteran listrik nah saya mau membatasi arus tiap rumah supaya tidak terlalun boros terus gimana caranya soalnya saya sudah pake mcb tetapi tak berjalan padahal mcb nya dibawah msb central meteran

    • IRL:

      Mas Asep,

      Pembagian daya di rumah kontrakan memang bisa dilakukan namun itu tidak dapat menurunkan biaya pemakaian.
      memang setiap kontrakan menjadi terbatas penggunaan dayanya namun biaya listrik tetap saja yang digunakan yang harus di bayar.
      MCB yang digunakan mungkin bukan yang standart sehingga ketika arus melebihi arus nominal MCB, MCB tidak trip. disarankan mengganti MCB tersebut dengan yang standart.

      Salam,

  • edi fanggunawan:

    mau tanya ni pak…apakah benar kalau netral yg terpasang pada salah satu beban tanpa melewati keluaran netral pada meteran pln(meteran lama/analog)….itu dapat merugikan pihak PLN….klu benar mohon penjelasannya pak …Thanks

  • machluz:

    maaf Gan ikut numpang tanya ;gmana caranya memperbaiki nilai grounding yang masih tinggi walaupun sudah kita pasang grounding rod sepanjang 4 mtr ke dalam tanah,,nilai terakhir diukur dengan Earth Tester sebesar 9 ohm,,,supaya mencapai dibawah 5 ohm tp tidak dengan menambah pipa tembaga / grounding rod,,
    thx infonya

  • rizal:

    Selamat Sore Pak,,,
    Senang sekali bisa konsul dengan Bapak
    saya mau tanya? apakah betul naik-turun voltage dirumah ditandai dengan lampu berkedip-kedip,,kenapa bisa begityu dan apa penyebabnya?

    atas jawabannya saya sampaikan terimakasih

  • puji krisnadi:

    Kenapa kwh meter tetap jalan walapun saklar utama sudah dimatikan, dirumah menggunakan kwh meter Iddonesia yg ada tiga lampu, apa yg dimaksud dengan kebocoran intalasi listrik dalam rumah.

  • anggun:

    Pak mau tanya apa pengaruhnya jika kita memasang motor 3 phase, tapi kabel untuk groundnya tidak kita pasang??Apa bisa menyebabkan motor cepat rusak atau bisa membuat motor short dengan body??Mohon penjelasannya?? Trims

  • Angbudi:

    Mohon penjelasannya,

    Saya menggunakan Meteran Pasca Bayar (model lama) :
    1. Apakah kabel grounding harus selalu kembali ke meteran atau tidak ? Apakah ada efek ke penggunaan pulsa listrik kita ?
    2. Apakah bisa kita pasang grounding di masing2 stop kontak (dg cara menambahkan kabel ground dan langsung diarahkan ke tanah). Kalau bisa apakah ada efek terhadap kelistrikan atau besarnya penggunaan listrik PLN tsb ?

    Terima kasih.

  • fredy:

    pak saya mau tanya kemarin saya betulkan tutup stop kontak dikontrakan saya yang copot untuk aman saya matikan mcb box dan mcb yang dikwh tapi pas saya cek 2lubang stop kontak dengan tespen kok 2lubang itu lampu tespen itu nyala, apa daya r2/3500va memang kelistrikannya begitu? sepengetahu saya klo mcb yang kwh mati itu sudah tidak ada arus listrik lagi mohon penjelasannya pak terima kasih.

    • ILR:

      Sudah betul Bro Freddy..matikan MCB di MCB Box untuk jalur yang ke stop kontak itu.
      Bila masih terdeteksi tegangan, kemungkinan groundingnya kurang bagus sehingga tegangannya tidak nol.
      Coba cabut beban2 listriknya dengan cara dicabut dari colokan2 listrik.
      Semoga bisa membantu..

  • creed:

    Sangat bermanfaat sekali,terima kasih

  • welly:

    aslm pak saya mau bertanya..
    saya baru menempati rumah yang notabennya itu belum terpasang arde
    pertanyaan saya,
    1.jenis arde saja yg akan saya coba pasang, ada yang bilang arde itu gunanya untuk penangkal petir dan arus listrik yang berlebihan di alirkan ketanah dan ada yang bilang alat elektronik dapat awet karena arus yang berlebihan akan dialirkan ke dalam tanah, mohon pencerahnnya, terima kasih kebetulan saya awam sekali dengan ilmu kelistrikan, mohon pencerahannya

    2. dan untuk tegangan saya coba cek dengan alat pengukur tegangan, saya colok ke stop kontak mendapatkan hasil 211 bukan 220 volt, apa karena didepan rumah saya terdapat tiang listrik yang alirannya bisa diambil oleh beberapa rumah jadi saya hanya mendapatkan ukuran tegangan 211 itu saya tes pada pemakaian siang hari.

    Terima kasih, wassalam

  • clik here:

    sangat bermanfaat sekali nih informasinya bagus banget,thanks’

  • atang sudjani:

    mohon maaf mau tanya terkait “bonding” di instalasi rumah saya ada arusnya kalau dites pakai tespen, Apakah hal tersebut normal atau tidak. kalau tidak normal penyebabnya apa ya, mohon bantuan solusinya. atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

  • Sam:

    Maaf mau tanya,
    Saya punya 10 kamar kos, masing-masing dengan meteran listrik prabayar 900 watt, rencana terpasang AC 1/2 pk.
    Pertanyaan saya,
    - Bolehkah semua ground utk 10 meteran tersebut saya jadikan satu ? Ataukah masing-masing kamar harus saya pasang ground sendiri sendiri secara terpisah ? (Seandainya harus terpisah, berapakah jarak minimal penanamannya ?)
    Terima kasih sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berlangganan Artikel

Berlangganan RSS

Ketik email anda untuk berlangganan:

Mengapa Berlangganan? | Apa itu RSS Feed?


Website Counter

Komentar Terbaru

  • lizna: maaf kk mau numpang nanya.. apa bermasalah stand meter di tumah saya menunjukan 1340 tpi di rekening tagihan...
  • agito setyabudi: pak, mohon bantuan soal 3 phase dan 1 phase. bapak punya materi nya gak. unttuk tugas kuliah.
  • ifan: Pagi bapak, Saya ingin menanyakan ttg kelistrikan rumah. Di rmh saya voltase sering turun, hingga 150-160 volt,...
  • ILR: @Fahrul : Jika berminat ingin menampilkan profil secara detail, bisa kirim email ke info@instalasilistrikrumah...
  • Anak Agung Ayu Diahniti: GERAI DAYA CV. MEDIA TEKNIK, alamat alan TirtaGeduh, Bebalang, Bangli.. melayani pasang...