<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>InstalasiListrikRumah.com</title>
	<atom:link href="http://www.instalasilistrikrumah.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.instalasilistrikrumah.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Mar 2013 15:52:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Kenaikan Tarif Listrik per 3 bulan tahun 2013</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/kenaikan-tarif-listrik-per-3-bulan-tahun-2013/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kenaikan-tarif-listrik-per-3-bulan-tahun-2013</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/kenaikan-tarif-listrik-per-3-bulan-tahun-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Mar 2013 15:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bayar listrik]]></category>
		<category><![CDATA[biaya listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan tarif listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kWh meter]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[listrik naik]]></category>
		<category><![CDATA[tarif dasar listrik]]></category>
		<category><![CDATA[tarif listrik]]></category>
		<category><![CDATA[tdl]]></category>
		<category><![CDATA[watt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=783</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang telah diberitakan oleh berbagai media pada akhir tahun 2012 yang lalu bahwa pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif listrik mulai 1 Januari 2013 dengan skema yang diterapkan adalah kenaikan secara bertahap sebanyak 4 kali. Hal ini berarti tiap 3 bulan akan ada kenaikan tarif listrik, sampai mencapai prosentase kenaikan yang ditetapkan. Berikut kutipan berita [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/kenaikan-tarif-listrik-per-3-bulan-tahun-2013/">Kenaikan Tarif Listrik per 3 bulan tahun 2013</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seperti yang telah diberitakan oleh berbagai media pada akhir tahun 2012 yang lalu bahwa pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif listrik mulai 1 Januari 2013 dengan skema yang diterapkan adalah kenaikan secara bertahap sebanyak 4 kali. Hal ini berarti tiap 3 bulan akan ada kenaikan tarif listrik, sampai mencapai prosentase kenaikan yang ditetapkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-783"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut kutipan berita pada tahun lalu mengenai kenaikan listrik yang bersumber dari liputan6.com :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“</em><em>Pemerintah akhirnya memastikan kenaikan tarif dasar listrik per 1 Januari 2013. Total persentase kenaikan tarif listrik mencapai 15% dan akan dinaikkan secara bertahap dalam rentang 3 bulan.</em></p>
<p><em>&#8220;Peraturan Menteri (Permen) telah ditandatangani terkait kenaikan tarif listrik mulai 1 Januari tahun depan dengan total kenaikan 15%,&#8221; ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman dalam acara Penandatangan Perjanjian Jual Beli Minyak dan Gas di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/12/2012).</em></p>
<p><em>Menurutnya, pada tiga bulan pertama 2013, kenaikan tarif listrik ditetapkan sebesar 4,3%. &#8220;Sudah diputuskan tarif akan menggunakan mekanisme kenaikan per kuartal atau 3 bulan sekali. Dan 3 bulan pertama 2013 naik 4,3%,&#8221; ucapnya.</em></p>
<p><em>Sampai akhir tahun 2013, pemerintah memastikan masyarakat akan mengalami kenaikan listrik sebanyak 4 kali hingga tercapai tingkat 15%.</em></p>
<p><em>Sementara itu, Menteri ESDM, Jero Wacik, menegaskan, kenaikan secara bertahap ini dimaksudkan untuk memperingan beban para pelanggan listrik.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Setelah beberapa opsi yang dibicarakan, seperti kenaikan sekaligus, atau tiap bulan, maka diputuskan per kuartal agar tidak memberatkan masyarakat,&#8221; jelasnya.</em><em>”</em></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun sudah menjadi berita pada akhir tahun lalu, dalam artikel ini kami bermaksud memberikan kembali gambaran mengenai besaran tarif listrik per 3 bulan, untuk golongan pelanggan rumah tangga (Golongan tarif R-1 (450VA,900VA, 1300VA dan 2200VA) dan R-2 (3500VA)). Besaran tarif listrik yang dimaksud adalah biaya pemakaian listrik dalam Rp/kWh.</p>
<p style="text-align: justify;">Tarif Tenaga Listrik (TTL) atau Tarif Dasar Listrik (TDL) 2013 itu sendiri telah diatur dalam Permen No.30 thn 2012. Sumber aslinya bisa dilihat <a title="Tarif Listrik 2013" href="http://www.pln.co.id/dataweb/TTL%202013/Permen%20No%2030%20%20Tahun%202012%20TTL.pdf" target="_blank">disini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita lihat  terlebih dahulu TDL2011 yang menjadi dasar penentuan tarif sampai tahun 2012 :</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_789" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/TDL20111.png"><img class="size-full wp-image-789" title="TDL2011(1)" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/TDL20111.png" alt="Tarif Dasar Listrik 2011" width="700" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">Tarif Dasar Listrik 2011</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kemudian kita lihat TDL2013 yang kenaikannya dibagi dalam 4 tahap untuk setiap 3 bulan :</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_791" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Q1-TDL20131.png"><img class="size-full wp-image-791" title="Q1 TDL2013(1)" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Q1-TDL20131.png" alt="Tarif Dasar Listrik 2013 (Kuartal Pertama)" width="700" height="345" /></a><p class="wp-caption-text">Tarif Dasar Listrik 2013 (Kuartal Pertama)</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_792" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Q2-TDL20131.png"><img class="size-full wp-image-792" title="Q2 TDL2013(1)" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Q2-TDL20131.png" alt="Tarif Dasar Listrik 2013 (Kuartal Kedua)" width="700" height="340" /></a><p class="wp-caption-text">Tarif Dasar Listrik 2013 (Kuartal Kedua)</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_793" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Q3-TDL20131.png"><img class="size-full wp-image-793" title="Q3 TDL2013(1)" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Q3-TDL20131.png" alt="Tarif Dasar Listrik 2013 (Kuartal Ketiga)" width="700" height="342" /></a><p class="wp-caption-text">Tarif Dasar Listrik 2013 (Kuartal Ketiga)</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_794" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Q4-TDL20131.png"><img class="size-full wp-image-794" title="Q4 TDL2013(1)" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Q4-TDL20131.png" alt="Tarif Dasar Listrik 2013 (Kuartal Keempat)" width="700" height="345" /></a><p class="wp-caption-text">Tarif Dasar Listrik 2013 (Kuartal Keempat)</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk golongan tarif R-1 dengan batas daya 450VA dan 900VA tidak ada kenaikan. Dan untuk batas daya 1300VA, 2200VA dan 3500VA, kami buatkan tabel mengenai besaran kenaikan tarifnya :</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_795" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Summary1.png"><img class="size-full wp-image-795" title="Summary(1)" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2013/03/Summary1.png" alt="Tabel Kenaikan Tarif Dasar Listrik 2013" width="700" height="154" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Kenaikan Tarif Dasar Listrik 2013</p></div>
<p>(% kenaikan dihitung dari tarif pada Q4-2013 dibandingkan dengan tarif tahun 2012)</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga per-1 April nanti akan berlaku tarif per 3 bulan kedua (Q2-2013) seperti diatas. Dan berlanjut setiap 3 bulan berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga informasi ini bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/kenaikan-tarif-listrik-per-3-bulan-tahun-2013/">Kenaikan Tarif Listrik per 3 bulan tahun 2013</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/kenaikan-tarif-listrik-per-3-bulan-tahun-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir&#8230;.Waspadai Instalasi Listrik bila Rumah Tergenang</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/banjir-waspadai-instalasi-listrik-bila-rumah-tergenang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=banjir-waspadai-instalasi-listrik-bila-rumah-tergenang</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/banjir-waspadai-instalasi-listrik-bila-rumah-tergenang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2013 08:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kesetrum]]></category>
		<category><![CDATA[kWh meter]]></category>
		<category><![CDATA[listrik yang aman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini DKI Jakarta mengalami musibah banjir besar yang berdampak pada kelumpuhan aktifitas di banyak tempat. Ketinggian air di beberapa lokasi yang cukup tinggi bahkan membuat sebagian warga mengungsi karena rumahnya yang terendam air. Kita berharap agar air segera surut dan semua masalah bisa diatasi dengan baik. Sehubungan dengan peristiwa tersebut, kami dari InstalasiListrikRumah.com berusaha [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/banjir-waspadai-instalasi-listrik-bila-rumah-tergenang/">Banjir&#8230;.Waspadai Instalasi Listrik bila Rumah Tergenang</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini DKI Jakarta mengalami musibah banjir besar yang berdampak pada kelumpuhan aktifitas di banyak tempat. Ketinggian air di beberapa lokasi yang cukup tinggi bahkan membuat sebagian warga mengungsi karena rumahnya yang terendam air. Kita berharap agar air segera surut dan semua masalah bisa diatasi dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehubungan dengan peristiwa tersebut, kami dari InstalasiListrikRumah.com berusaha memberikan informasi yang terkait permasalahan listrik rumah, dengan mengutip sumber dari beberapa media massa.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-769"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat terjadi banjir yang menggenangi atau bahkan merendam perumahan, maka salah satu hal yang harus diwaspadai adalah aliran listrik di rumah-rumah tersebut. Karena air merupakan salah satu penghantar listrik, maka genangan air yang tersentuh aliran listrik akan berpotensi membahayakan manusia yang tersengat listrik (lihat artikel : <a title="Kesetrum (Tersengat Listrik)" href="www.instalasilistrikrumah.com/kesetrum-tersengat-listrik/" target="_blank">&#8220;Kesetrum (Tersengat Listrik)&#8221;</a>.). Dan potensi terjadi hubung singkat arus listrik atau korsleting listrik juga cukup besar dalam kondisi seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tips yang perlu diperhatikan saat air mulai menggenangi rumah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Perhatikan posisi-posisi stop kontak listrik, kabel rol atau kabel ekstension yang berada di bawah atau dekat dengan lantai. Amankan kabel rol atau kabel ekstension yang berpotensi terendam air.</li>
<li style="text-align: justify;">Matikan peralatan listrik dan elektronik yang berada dekat dengan lantai dan pindahkan ke posisi yang lebih aman.</li>
<li style="text-align: justify;">Bila stop kontak sudah mulai tergenang air, maka matikan aliran listrik untuk sementara waktu, dengan cara mematikan atau &#8220;OFF&#8221; MCB yang ada di kWh-Meter. Jika anda memahami pembagian beban pada instalasi listrik di rumah anda, anda bisa mematikan MCB yang ada di MCB Box untuk aliran listrik yang mengarah ke stop kontak bagian tersebut.</li>
<li style="text-align: justify;">Perhatikan kondisi mesin air atau jetpump. Jika mesin air sudah nyaris terendam air, cabut kabel listrik dari stop kontak agar mesin tidak menyala.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebagai tambahan informasi dari media beberapa saat lalu,  pihak PLN memberikan informasi sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Untuk warga yang harus meninggalkan rumah yang kebanjiran, agar mematikan MCB yang terdapat di kWh-Meter. Sehingga tidak ada aliran listrik ke dalam rumah.</li>
<li>PLN sudah melakukan pemadaman di lebih dari 800 Gardu Distribusi di daerah yang terkena banjir di Jakarta sebagai upaya antisipasi untuk menghindari insiden akibat bahaya listrik dan juga terjadinya korsleting.</li>
<li>Jika ada perumahan yang tidak terkena banjir tapi mengalami pemadaman, bisa menghubungi PLN agar bisa dilakukan pemilahan untuk dinyalakan kembali. Hal ini bisa terjadi karena wilayah pelayanan Gardu Distribusi tersebar di area yang cukup luas.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Masih di dalam informasi PLN tersebut, dijelaskan juga beberapa poin mengenai penyalaan kembali aliran listrik setelah banjir surut  :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Sebelum aliran listrik dinyalakan, pastikan terlebih dahulu kondisi instalasi listrik seperti stop kontak, colokan kabel, peralatan listrik yang terendam dan lain-lain sudah dalam kondisi kering. Saran dari kami, jika tidak merasa yakin dengan kondisi peralatan tersebut, mintalah bantuan orang yang lebih mengerti mengenai listrik untuk melakukan pemeriksaan.</li>
<li>PLN akan melakukan penyalaan bertahap, dimana petugas PLN akan berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (Untuk informasi lebih jelasnya, bisa menghubungi PLN terdekat, karena informasi ini dikutip dari media).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam kondisi darurat dan panik, hal-hal seperti diatas bisa terlupakan. Karena itu kami hanya mengingatkan kembali dengan tambahan informasi yang aktual.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menghindarkan insiden karena listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/banjir-waspadai-instalasi-listrik-bila-rumah-tergenang/">Banjir&#8230;.Waspadai Instalasi Listrik bila Rumah Tergenang</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/banjir-waspadai-instalasi-listrik-bila-rumah-tergenang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daya Listrik PLN : 1300Watt atau 1300VA?</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/daya-listrik-pln-1300watt-atau-1300va/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=daya-listrik-pln-1300watt-atau-1300va</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/daya-listrik-pln-1300watt-atau-1300va/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2012 03:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengertian Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[daya aktif]]></category>
		<category><![CDATA[daya listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[kWh meter]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal listrik]]></category>
		<category><![CDATA[watt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah pengertian mengenai daya listrik PLN. Ada beberapa pertanyaan seperti ini : “Listrik PLN di rumah saya 1300Watt, mengapa…dst”. Dan selalu kita koreksi dengan 1300VA. Perbedaannya adalah satuan VA dan Watt. Apa perbedaannya dan mengapa digunakan satuan VA? &#160; Pembahasannya kita mulai dari teori dasar listrik mengenai daya. [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/daya-listrik-pln-1300watt-atau-1300va/">Daya Listrik PLN : 1300Watt atau 1300VA?</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah pengertian mengenai daya listrik PLN. Ada beberapa pertanyaan seperti ini : “Listrik PLN di rumah saya 1300<strong>Watt</strong>, mengapa…dst”. Dan selalu kita koreksi dengan 1300<strong>VA</strong>. Perbedaannya adalah satuan VA dan Watt. Apa perbedaannya dan mengapa digunakan satuan VA?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-750"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Pembahasannya kita mulai dari teori dasar listrik mengenai daya. Daya listrik merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Dalam sistem listrik arus bolak-balik, dikenal adanya 3 jenis daya yaitu :</p>
<ul>
<li> Daya Nyata (simbol : S; satuan : VA (Volt Ampere))</li>
<li> Daya Aktif (symbol : P; satuan : W (Watt))</li>
<li> Daya Reaktif (symbol : Q; satuan : VAR (Volt Ampere Reaktif))</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Daya Aktif adalah daya yang digunakan untuk energi kerja sebenarnya.  Daya inilah yang dikonversikan menjadi energi tenaga (mekanik), cahaya atau panas. Satuan daya aktif adalah Watt.</p>
<p style="text-align: justify;">Daya Reaktif adalah daya yang digunakan untuk pembangkitan fluks magnetik atau medan magnet. Satuannya adalah VAR. Contoh peralatan listrik yang memerlukan daya reaktif adalah motor listrik atau dinamo, trafo, ballast lampu yang konvensional dan peralatan listrik lain yang menggunakan proses induksi listrik lilitan untuk operasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Daya Nyata dengan satuan VA adalah total perkalian antara arus dan tegangan pada suatu jaringan listrik atau penjumlahan dengan metode trigonometri dari daya aktif dan reaktif dalam segitiga daya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hubungan antara ketiga jenis daya ini digambarkan dalam segitiga daya.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_751" class="wp-caption aligncenter" style="width: 368px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/07/Segitiga-Daya.jpg"><img class="size-full wp-image-751" title="Segitiga Daya Listrik" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/07/Segitiga-Daya.jpg" alt="Segitiga Daya Listrik" width="358" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Segitiga Daya Listrik</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang kita lihat rumus yang menghubungkan ketiga daya tersebut . Rumus untuk daya nyata adalah perkalian antara arus dan tegangan, yaitu :</p>
<h3 style="text-align: center;"><em><strong>S=V.I</strong></em></h3>
<p style="text-align: justify;">Dimana :<br />
S = Daya Nyata (VA)<br />
V = Voltage / Tegangan (Volt)<br />
I = Arus (Ampere)</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan hubungan antara daya nyata dan daya aktif dapat dihitung dengan rumus trigonometri sebagai berikut:</p>
<h3 style="text-align: center;"><em><strong>Cos φ=P/S</strong></em></h3>
<h3 style="text-align: center;"><em><strong>P=S x Cosφ</strong></em></h3>
<h3 style="text-align: center;"><em><strong>P=V x I x Cos φ</strong></em></h3>
<p style="text-align: justify;">Dimana :<br />
P = Daya Aktif (Watt)<br />
S = Daya Nyata (VA)</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan rumus segitiga phytagoras dapat juga dituliskan :</p>
<h3 style="text-align: center;"><strong><em>S=√(P^2+Q^2 )</em></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Cos ϕ adalah perbandingan antara daya aktif (P) dan daya nyata (S) dan dikenal dengan faktor daya listrik (PF : Power Factor). Nilai Cos ϕ yang digunakan PLN adalah sebesar 0.8.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Itu teori listriknya, bagaimana dengan aplikasinya untuk instalasi listrik perumahan?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Daya nyata (S) dengan satuan VA digunakan untuk perhitungan besarnya daya listrik terpasang dari PLN di rumah pelanggan. Hal ini karena PLN hanya memasang MCB sebagai pembatas daya listrik pada kWh-meter. Contohnya pada suatu rumah dipasang MCB 6A dengan tegangan 220V maka daya terpasang pelanggan tersebut adalah 6A x 220V = 1320VA atau dibulatkan 1300VA.</p>
<p style="text-align: justify;">Daya listrik terpasang PLN yang lainnya (yang paling umum) adalah 450VA, 900VA, 2200VA, 3500VA, 4400VA.</p>
<p style="text-align: justify;">Daya aktif (P) dengan satuan Watt digunakan untuk mengetahui berapa daya listrik yang bisa digunakan untuk peralatan listrik oleh konsumen. Dari rumus daya aktif diatas maka dari besarnya daya terpasang 1300VA tersebut bisa dihitung daya aktifnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan Cos ϕ sebesar 0.8 maka dengan daya terpasang 1300VA, daya aktifnya (P) sebesar 6A x 220V x 0.8 = 1056 Watt.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Apa artinya 1300VA dan 1056Watt?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap peralatan listrik di rumah sebenarnya hanya mencantumkan nilai daya listrik dalam Watt, yang merupakan daya aktif. contohnya mesin jetpump 150Watt, lampu TL 20Watt, AC 300Watt dan lain-lain. Bila semua peralatan listrik tersebut dipakai, maka total maksimum daya yang mampu disediakan hanya 1056Watt (bila rumah tersebut berlangganan listrik 1300VA).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam nilai 1300VA (S) dan 1056Watt (P), terdapat daya reaktif (Q). Perhitungan secara trigometri, dengan faktor daya sebesar 0.8 akan menghasilkan nilai Q = 792VAR. Daya reaktif ini digunakan untuk pembangkitan medan magnet pada peralatan listrik yang bersifat induksi seperti mesin air, kipas angin, ballast lampu, AC dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh, pada mesin air tertulis dayanya 150Watt, maka daya 150 Watt tersebut akan dikonversikan oleh motor listrik / dinamo mesin air menjadi tenaga. Untuk menghasilkan daya kerja 150Watt tersebut, mesin air akan menyerap daya nyata sebesar 150Watt/0.8 = 187,5VA. Daya reaktif sebesar 112.5VAR digunakan untuk pembangkitan medan magnet pada motor listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bagaimana perhitungan daya listrik oleh PLN?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk pelanggan perumahan, hanya penggunaan daya aktif dalam satuan watt yang dihitung oleh PLN. Karena itu alat pengukurnya disebut kWh-meter (kiloWatt Hour meter). Besarnya daya reaktif tidak dihitung karena faktor daya untuk listrik perumahan masih ditoleransi dalam angka 0.8. Berbeda dengan listrik industry dimana terpasang kVARh-meter (Kilo-VAR hour meter) untuk menghitung besarnya pemakaian daya reaktif, dimana jika penggunaannya melebihi batas maka akan kena pinalti oleh PLN.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Apa pentingnya kita mengetahui perbedaan antara daya listrik dalam Watt dan VA?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Misalkan kita mempunyai peralatan listrik dengan total daya 1200Watt, maka besarnya daya listrik PLN tidak akan cukup dengan 1300VA (rating MCB 6A). Dengan faktor daya 0.8 maka akan didapat daya nyata sebesar 1200/0.8 = 1500VA. Sehingga daya listrik PLN yang terdekat adalah 2200VA (sesuai dengan rating MCB-nya yaitu 10A). Dari angka 2200VA maka selanjutnya kita bisa menentukan besarnya kapasitas instalasi listrik, terutama kabel listrik, minimal adalah 10A atau 2200VA.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi satuan Watt lebih digunakan untuk menghitung besarnya penggunaan daya listrik pada peralatan dan satuan VA digunakan untuk menghitung kapasitas terpasang instalasi listrik, mulai dari MCB dan penghantarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya masih ada lagi pertanyaan selanjutnya : Apakah angka faktor daya sebesar 0.8 bisa berubah? Dan apakah pengaruh daya reaktif  bisa merugikan? Kita akan bahas pada artikel selanjutnya. Mudah-mudahan artikel yang singkat ini bisa mencerahkan dan bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/daya-listrik-pln-1300watt-atau-1300va/">Daya Listrik PLN : 1300Watt atau 1300VA?</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/daya-listrik-pln-1300watt-atau-1300va/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Listrik 3-Phase</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/sistem-listrik-3-phase/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sistem-listrik-3-phase</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/sistem-listrik-3-phase/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 03:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengertian Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[3 phase]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[kWh meter]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[listrik prabayar]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[﻿  Artikel ini adalah semacam sub-artikel dari artikel sebelumnya “Pengawatan Meter PraBayar dan munculnya tulisan “PERIKSA””. Kami coba membantu sobat ILR dalam memahami fenomena munculnya arus netral pada kWh-meter, khususnya Meter PraBayar (MPB). Ada beberapa pertanyaan mengenai sistem 3-phase yang diaplikasikan pada sistem kelistrikan PLN dan mengapa kabel listrik yang disambung ke instalasi listrik rumah terdiri [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/sistem-listrik-3-phase/">Sistem Listrik 3-Phase</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">﻿</p>
<div id="attachment_222" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/04/System-tegangan-di-Indonesia.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-222" title="System tegangan di Indonesia" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/04/System-tegangan-di-Indonesia-150x147.jpg" alt="Sistem tegangan 3 phase dan 1 phase" width="150" height="147" /></a><p class="wp-caption-text">Penjelasan sistem 3 phase dan 1 phase</p></div>
<p style="text-align: justify;"> Artikel ini adalah semacam sub-artikel dari artikel sebelumnya “<a title="Pengawatan Meter PraBayar dan Munculnya Tulisan &quot;PERIKSA&quot;" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/pengawatan-meter-prabayar-dan-munculnya-tulisan-%e2%80%9cperiksa%e2%80%9d/" target="_blank">Pengawatan Meter PraBayar dan munculnya tulisan “PERIKSA”</a>”. Kami coba membantu sobat ILR dalam memahami fenomena munculnya arus netral pada kWh-meter, khususnya Meter PraBayar (MPB).</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa pertanyaan mengenai sistem 3-phase yang diaplikasikan pada sistem kelistrikan PLN dan mengapa kabel listrik yang disambung ke instalasi listrik rumah terdiri kabel phase dan kabel netral? Mengapa kabel phase bertegangan dan kabel netral tidak bertegangan? Dan mengapa ada arus netral yang datang dari jaringan listrik PLN? Semuanya kami coba rangkum dalam tulisan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi terus terang, tulisan ini dibuat sebagai “<em>nice to know&#8221;</em> saja. Isinya tidak rumit-rumit dengan rumus atau teori yang mendalam. Walaupun begitu, kami berusaha sebaik mungkin membuatnya lebih mudah dimengerti oleh pembaca yang merasa awam soal listrik. Mudah-mudahan cukup bermanfaat dan mencerahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah….silahkan klik di “selanjutnya”</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-721"></span></p>
<h4 style="text-align: justify;">Sistem 3-Phase dan 1-Phase</h4>
<p style="text-align: justify;">Hampir seluruh perusahaan penyedia tenaga listrik menggunakan sistem listrik 3-phase ini. Sistem ini diperkenalkan dan dipatenkan oleh Nikola Tesla pada tahun 1887 dan 1888. Sistem ini secara umum lebih ekonomis dalam penghantaran daya listrik, dibanding dengan sistem 2-phase atau 1-phase, dengan ukuran penghantar yang sama. Karena sistem 3-phase dapat menghantarkan daya listrik yang lebih besar. Dan juga peralatan listrik yang besar, seperti motor-motor listrik, lebih powerful dengan sistem ini.</p>
<p style="text-align: justify;">PLN mengaplikasikan sistem 3-phase dalam keseluruhan sistem kelistrikannya, mulai dari pembangkitan, transmisi daya hingga sistem distribusi. Oh iya, agar lebih jelas, sistem kelistrikan PLN secara umum dibagi dalam 3 bagian besar :</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik<br />
Terdiri dari pembangkit-pembangkit listrik yang tersebar di berbagai tempat, dengan jenis-jenisnya antara lain yang cukup banyak adalah PLTA (menggunakan sumber tenaga air), PLTU (menggunakan sumber batubara), PLTG (menggunakan sumber dari gas alam) dan PLTGU (menggunakan kombinasi antara gas alam dan uap). Pembangkit-pembangkit tersebut mengubah sumber-sumber alam tadi menjadi energi listrik.  </div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">Sistem Transmisi Daya<br />
Energi listrik yang dihasilkan dari berbagai pembangkit tadi harus langsung disalurkan. Karena energi listrik sebesar itu tidak bisa disimpan dalam baterai. Karena akan butuh baterai kapasitas besar untuk menyimpan energi sebesar itu dan menjadi sangat tidak ekonomis. Sebagai gambaran, accu 12Vdc dengan kapasitas 50Ah akan menyimpan energi listrik maksimal kira-kira 600 Watt untuk pemakaian penuh selama 1 jam. Sedangkan total pemakaian daya listrik untuk jawa-bali bisa melebihi 15,000 MW (15,000,000,000 Watt). Jadi….Berapa besar baterai untuk penyimpanannya?<br />
Untuk itulah suplai energi listrik bersifat harus sesuai dengan permintaan saat itu juga, tidak ada penyimpanan. Karena itu sistem transmisi daya listrik dibangun untuk menghubungkan pembangkit-pembangkit listrik yang tersebar tadi dan menyalurkan listriknya langsung saat itu juga ke pelanggan-pelanggan listrik. Saluran penghantarannya dikenal dengan nama SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi), SUTET (Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi) dll. Pastinya nggak asing dech dengan bentuknya yang kaya menara itu ya..<br />
Di Jawa-Bali, sistem transmisi daya listrik ini diatur oleh P3B (Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban) Jawa-Bali yang berlokasi di daerah Gandul, Cinere, Bogor.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">Sistem Distribusi Daya Listrik<br />
Dari sistem transmisi daya tadi, listrik akan sampai ke pelanggan-pelanggannya (terutama perumahan) dengan terlebih dahulu melalui Gardu Induk dan kemudian Gardu Distribusi. Gardu Induk mengambil daya listrik dari sistem transmisi dan menyalurkan ke Gardu-gardu distribusi yang tersebar ke berbagai daerah perumahan. Dan di dalam gardu distribusi, terdapat trafo distribusi yang menyalurkan listrik langsung ke rumah-rumah dengan melewati JTR (Jaringan Tegangan Rendah), yang biasanya ditopang oleh tiang listrik.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><em>Selengkapnya mengenai sistem tenaga listrik PLN ini akan dijelaskan pada artikel lain yang akan masuk daftar tunggu untuk rilis</em> (“Sistem Tenaga Listrik PLN”).</p>
<p style="text-align: justify;">Listrik 3-phase adalah listrik AC (<em>alternating current</em>) yang menggunakan 3 penghantar yang mempunyai tegangan sama tetapi berbeda dalam sudut phase sebesar 120 <em>degree</em>. Ada 2 macam hubungan dalam koneksi 3 penghantar tadi : hubungan bintang (“Y” atau star) dan hubungan delta. Sesuai bentuknya, yang satu seperti huruf “Y” dan satu lagi seperti simbol “delta”. Tetapi untuk bahasan ini kita akan lebih banyak membicarakan mengenai hubungan bintang saja.</p>
<div id="attachment_723" class="wp-caption alignleft" style="width: 196px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/3-Phase1.jpg"><img class="size-full wp-image-723" title="Sistem 3-Phase" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/3-Phase1.jpg" alt="Sistem 3-Phase" width="186" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">Sistem 3-Phase Hubungan Bintang dengan tegangan 380/220V</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Gambar disamping adalah contoh sistem 3-phase yang dihubung bintang. Titik pertemuan dari masing-masing phase disebut dengan titik netral. Titik netral ini merupakan common dan tidak bertegangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 2 macam tegangan listrik yang dikenal dalam sistem 3-phase ini : Tegangan antar phase (Vpp : <em>voltage phase to phase </em>atau ada juga yang menggunakan istilah <em>Voltage line to line</em>) dan tegangan phase ke netral (Vpn : <em>Voltage phase to netral ﻿﻿﻿</em>atau <em>Voltage line to netral</em>). Sistem tegangan yang dipakai pada gambar dibawah adalah yang digunakan PLN pada trafo distribusi JTR (380V/220V), dengan titik netral ditanahkan.</p>
<p><em> </em>Pada istilah umum di Indonesia, sistem 3-phase ini lebih familiar dengan nama sistem R-S-T. karena memang umumnya menggunakan simbol “R”, “S” , “T” untuk tiap penghantar phasenya serta simbol “N” untuk penghantar netral.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Kita langsung saja pada sistem yang dipakai PLN. Seperti pada gambar tersebut, di dalam sistem JTR yang langsung ke perumahan, PLN menggunakan tegangan antar phase 380V dan tegangan phase ke netral sebesar 220V. Rumusnya seperti ini :  </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Vpn = Vpp/√3  &#8211;&gt;  220V = 380/﻿√3</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Instalasi listrik rumah akan disambungkan dengan salah satu kabel phase dan netral, maka pelanggan menerima tegangan listrik 220V. Perhatikan pada gambar dibawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_725" class="wp-caption aligncenter" style="width: 587px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/3-Phase2.jpg"><img class="size-full wp-image-725" title="Sistem Listrik 3-Phase" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/3-Phase2.jpg" alt="Sistem Listrik 3-Phase" width="577" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Sistem Listrik 3-Phase PLN 380/220V pada Jaringan Distribusi Perumahan</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Contoh 3-phase hubungan delta bisa dilihat di sisi primer dari trafo diatas (sebelah kiri). Sedangkan sisi sekunder (sebelah kiri) terhubung bintang. Hubungan delta pada umumnya tidak mempunyai netral.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<h4 style="text-align: justify;">Arus Netral pada sistem 3-phase</h4>
<p style="text-align: justify;">Salahsatu karakteristrik sistem 3-phase adalah bila sistem 3-phase tersebut mempunyai beban yang seimbang, maka besaran arus phase di penghantar R-S-T akan sama sehingga In (arus netral) = 0 Ampere.<br />
Contohnya pada gambar diatas : Misal ketiga rumah tersebut mempunyai beban yang identik seimbang. Maka arus netral sebagai penjumlahan dari ketiga arus phase tersebut akan menjadi : </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Ir + Is + It = In &#8211;&gt; Bila beban seimbang maka Ir = Is = It dan In = 0 Ampere</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kok hasilnya bisa nol? Karena sistem penjumlahannya adalah secara penjumlahan vektor, bukan dengan penjumlahan matematika biasa (jadi bukan 1+1+1=3).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada prakteknya, beban seimbang dari ketiga phase tadi hampir mustahil dicapai. Karena beban listrik setiap rumah belum tentu identik. Bila terjadi ketidakseimbangan beban, maka besar arus listrik setiap phase tidak sama. Akibatnya arus netral tidak lagi sebesar 0 Ampere. Semakin tidak seimbang bebannya, maka arus netral akan semakin besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sifat arus <a title="Instalasi Listrik Rumah" href="http://www.instalasilistrikrumah.com" target="_blank">listrik</a> adalah loop tertutup agar bisa mengalir, maka arus netral tadi akan mengalir ke instalasi listrik milik pelanggan dan melewati <em>grounding</em> sistem untuk masuk ke tanah, yang akhirnya mengalir balik ke titik grounding trafo kemudian kembali masuk ke instalasi listrik rumah, demikian seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun pelanggan listrik tersebut mematikan daya listrik yang masuk ke rumah, dengan MCB di kWh-meter pada posisi “<em>OFF</em>”, arus netral tetap akan mengalir.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_708" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-2A.jpg"><img class="size-full wp-image-708" title="Arus Netral pada MPB-1" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-2A.jpg" alt="Arus Netral pada MPB-1" width="550" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Arus Netral ke kWh-Meter Saat Terjadi Beban 3 Phase Tidak Seimbang</p></div>
<p> </p>
<p>Apa pengaruhnya pada Meter Prabayar?<br />
Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya “Pengawatan Meter PraBayar dan munculnya tulisan “PERIKSA”, adanya arus netral yang tidak diinginkan ini akan membuat masalah pada Meter Prabayar (MPB) bila pengawatan pada MPB tidak benar. Karena MPB cukup peka mengukur perbedaan antara arus phase dan netralnya.</p>
<p>Oke dech sobat&#8230;sampai disini dulu tulisannya. semoga sobat ILR menjadi lebih jelas memahami sistem kelistrikan 3 phase dan fenomena arus netralnya serta hubungannya dengan masalah pada MPB. Mudah-mudahan bermanfaat. Mohon maaf bila tulisannya malah jadi rumit dan sulit dimengerti.</p>
<p>Bila ada pertanyaan silahkan saja. Walaupun mungkin anda awam istilah teknis, yang penting maksudnya tersampaikan <img src='http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Juga mohon koreksinya bila ada yang harus diperbaiki.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/sistem-listrik-3-phase/">Sistem Listrik 3-Phase</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/sistem-listrik-3-phase/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>167</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan “PERIKSA”</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/pengawatan-meter-prabayar-dan-munculnya-tulisan-%e2%80%9cperiksa%e2%80%9d/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pengawatan-meter-prabayar-dan-munculnya-tulisan-%25e2%2580%259cperiksa%25e2%2580%259d</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/pengawatan-meter-prabayar-dan-munculnya-tulisan-%e2%80%9cperiksa%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 07:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instalasi&Sirkuit]]></category>
		<category><![CDATA[arde]]></category>
		<category><![CDATA[grounding]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[kWh meter]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[listrik prabayar]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal listrik]]></category>
		<category><![CDATA[meter prabayar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Sejak artikel “Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah” dirilis, ternyata banyak pertanyaan yang muncul mengenai sambungan grounding pada kWh-meter. Hal pang paling sering ditanyakan berkisar seputar Meter PraBayar (MPB) atau Listrik PraBayar (LPB). Dari survey kecil yang dilakukan, setidaknya ada dua hal besar yang sering ditanyakan : Apakah kabel grounding perlu disambung pada meter prabayar [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/pengawatan-meter-prabayar-dan-munculnya-tulisan-%e2%80%9cperiksa%e2%80%9d/">Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan “PERIKSA”</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_296" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/Bargainser-Digital.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-296" title="Bargainser Digital" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/Bargainser-Digital-150x150.jpg" alt="Bargainser tipe digital" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Bargainser tipe digital yang dipasang di instalasi listrik rumah</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sejak artikel “<a title="Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/arde-atau-grounding-untuk-instalasi-listrik-rumah/" target="_blank">Arde atau <em>Grounding</em> untuk Instalasi Listrik Rumah</a>” dirilis, ternyata banyak pertanyaan yang muncul mengenai sambungan <em>grounding</em> pada kWh-meter. Hal pang paling sering ditanyakan berkisar seputar Meter PraBayar (MPB) atau Listrik PraBayar (LPB).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari survey kecil yang dilakukan, setidaknya ada dua hal besar yang sering ditanyakan :</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">Apakah kabel <em>grounding</em> perlu disambung pada meter prabayar atau tidak? Bagaimana seharusnya sambungan kabel atau pengawatan pada meter prabayar dan juga pada MCB <em>Box</em>.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Meter prabayar mengalami masalah dengan munculnya gambar “TANGAN” dan tulisan “PERIKSA” pada <em>display</em>-nya. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jika anda pernah mengalami hal ini dan belum tahu penyebabnya, atau sedang mempertimbangkan untuk melakukan migrasi ke meter prabayar, kami berharap semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan mencerahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sobat ILR…silahkan dilanjut..</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-700"></span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada <a title="Stroom Listrik Prabayar" href="http://id-id.facebook.com/pages/Toko-Stroom-Listrik-Prabayar/135117259833143" target="_blank">Stroom Listrik Prabayar</a> yang mengijinkan untuk mengutip sebagian materinya sebagai bahan tulisan ini. Juga untuk diskusinya yang sangat mencerahkan yang sangat membantu kami melakukan analisa dengan lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<h4 style="text-align: justify;">Karakteristik Meter Prabayar</h4>
<p style="text-align: justify;">Disini kita tidak membicarakan secara detail mengenai kelebihan dan kekurangan LPB dibanding dengan Listrik PascaBayar secara umum. Tunggu kesempatan berikutnya ya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">MPB mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dengan kWh-meter model lama. Selain menggunakan teknologi digital (yang model lama berteknologi analog dan piringan berputar), dengan aplikasi mikroprosessor, MPB ini juga dilengkapi <em>Contact Relay </em>di dalam meter yang berfungsi memutuskan arus listrik. Jadi bisa saja listrik di rumah padam karena sesuatu masalah, tetapi MCB tidak trip.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, MPB juga melakukan pengukuran pemakaian daya listrik dengan sensor arus listrik pada sisi kabel <em>phase</em> dan <em>netral</em>-nya. Arus <em>phase</em> yang masuk ke instalasi rumah harus sama dengan arus <em>netral</em> yang keluar. Jika terjadi perbedaan atau jika hanya salah satu penghantar saja (<em>netral</em> atau <em>phase</em>) yang mengalirkan arus listrik, maka MPB akan memunculkan <em>alarm</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali munculnya <em>alarm</em> ini adalah karena cara pengawatan atau penyambungan kabel <em>netral</em> dan <em>grounding</em> pada MPB dan MCB Box yang tidak sesuai. Penyambungannya harus pada titik yang benar. Jika tidak, sangat besar kemungkinan terjadi aliran arus pada kabel <em>netral</em> yang melewati MPB bahkan disaat pelanggan tidak menggunakan energi listrik sama sekali di rumahnya. Akibatnya sensor arus netral akan mendeteksi seolah-olah ada pemakaian dan tentunya bisa merugikan konsumen.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila kasus ini terjadi, MPB akan memunculkan tulisan “PERIKSA” dan gambar “TANGAN”. Artinya ada masalah dengan <em>grounding</em> dan <em>netral</em>-nya pada sistem instalasi listrik di rumah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaannya : Kok bisa ya ada arus <em>netral</em> mengalir walaupun tidak ada pemakaian listrik sama-sekali?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah..kita simak penjelasan yang agak teoritis ini :</p>
<div id="attachment_222" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/04/System-tegangan-di-Indonesia.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-222" title="System tegangan di Indonesia" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/04/System-tegangan-di-Indonesia-150x147.jpg" alt="Sistem tegangan 3 phase dan 1 phase" width="150" height="147" /></a><p class="wp-caption-text">Penjelasan sistem 3 phase dan 1 phase</p></div>
<p style="text-align: justify;">PLN mempunyai Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 380V yang disuplai oleh Trafo Distribusi 20kV/380V dengan sistem listrik 3 <em>phase</em>, yang menyebarkan daya listrik ke perumahan. Sisi tegangan rendah trafo (380V) yang menyuplai ke perumahan mempunyai sistem 3 <em>phase</em> yang terhubung bintang ( Y-<em>connection</em>) dengan titik <em>netral</em> yang di-<em>ground</em>-kan ke tanah. Bila beban listrik pada sistem 3 <em>phase</em> tadi seimbang maka titik <em>netral</em> ini mempunyai nilai nol <em>Ampere</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi jika system 3 <em>phase</em> PLN itu (yang menyuplai ke perumahan) mengalami ketidakseimbangan beban listrik, maka akan ada arus listrik melewati penghantar <em>netral</em> (nilainya tidak 0 <em>Ampere</em> lagi). Arus <em>netral</em> inilah yang mengalir ke perumahan, kearah MPB dan melewati <em>grounding</em> dari instalasi listrik rumah untuk kembali lagi ke <em>grounding</em> titik <em>netral</em> di trafo distribusi tadi (arus listrik selalu membentuk <em>loop</em> tertutup).</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau masih dirasa njlimet, coba simak lagi penjelasan singkatnya :</p>
<p style="text-align: justify;">Pada intinya, bila terjadi ketidakseimbangan beban listrik pada trafo distribusi yang menyuplai listrik ke rumah kita, maka akan terjadi arus <em>netral</em> yang masuk ke sistem instalasi rumah, walaupun tidak ada sama sekali pemakaian energi listrik di rumah itu. Arus netral tadi sebenarnya ingin mengalir menuju tanah melewati jalur <em>grounding</em> instalasi listrik rumah untuk kembali lagi ke titik <em>netral</em> di trafo distribusi tadi (sehingga membentuk <em>loop</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Nah&#8230;kondisi ini yang harus dicermati agar arus <em>netral</em> yang menyelinap itu tidak sampai melewati MPB.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika masih bingung, harap terima aja dulu yah…atau silahkan baca dalam artikel selanjutnya yang lebih detail (“<a title="Sistem Listrik 3-Phase" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/sistem-listrik-3-phase/" target="_blank">Sistem Listrik 3-Phase</a>).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi..Bagaimana menghindari hal ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Yah&#8230;setidaknya kita harus memahami cara pegawatan MPB yang benar dan di MCB <em>Box</em>. Mari…silahkan lanjut terus&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<h4 style="text-align: justify;">Pengawatan Meter Prabayar.</h4>
<p style="text-align: justify;">Pengawatan MPB yang benar harus seperti gambar dibawah ini. Warna hitam adalah penghantar <em>phase</em>, warna biru adalah penghantar <em>netral</em> dan warna hijau adalah penghantar <em>grounding</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_706" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-1A.jpg"><img class="size-full wp-image-706" title="Meter PraBayar-1" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-1A.jpg" alt="Meter Prabayar-1" width="550" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Pengawatan MPB dengan Titik Ground pada MCB Box</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Kabel <em>Netral</em> dan kabel <em>grounding</em> harus disambung di titik sebelum MPB dan harus terpisah total setelah MPB. Sedangkan posisi <em>grounding rod</em>-nya sendiri (yang tertanam di tanah) bisa berada lebih dekat ke MPB atau MCB Box.</p>
<p style="text-align: justify;">Sisi sebelah kiri (P-N, dengan N ditanahkan) adalah bagian dari Trafo Distribusi PLN yang <em>netral-</em>nya ditanahkan. Sedangkan yang paling kanan adalah stop kontak.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_707" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-1B.jpg"><img class="size-full wp-image-707 " title="Meter PraBayar-2" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-1B.jpg" alt="Meter PraBayar-2" width="550" height="261" /></a><p class="wp-caption-text">Pengawatan MPB dengan Titik Ground di kWh-Meter</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Seperti penjelasan sebelumnya, saat terjadi ketidakseimbangan beban pada trafo distribusi, akan ada arus <em>netral</em> yang mengalir kearah MPB. Walaupun saat itu tidak ada pemakaian energi listrik di rumah (MCB &#8220;<em>OFF&#8221;</em>). Dengan pengawatan yang seperti ini, maka arus <em>netral</em> penyelinap tadi bisa dialirkan ke <em>grounding</em> tanpa melewati MPB (lihat gambar dibawah ini) :</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_708" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-2A.jpg"><img class="size-full wp-image-708" title="Arus Netral pada MPB-1" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-2A.jpg" alt="Arus Netral pada MPB-1" width="550" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Arus Netral ke kWh-Meter Saat Terjadi Beban 3 Phase Tidak Seimbang</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_709" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-2B.jpg"><img class="size-full wp-image-709" title="Arus Netral pada MPB-2" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-2B.jpg" alt="Arus Netral pada MPB-2" width="550" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Arus Netral ke kWh-Meter Saat Terjadi Beban 3 Phase Tidak Seimbang</p></div>
<p> </p>
<h4>Munculnya Tanda “PERIKSA”</h4>
<p style="text-align: justify;">Bila ada sambungan antara kabel <em>grounding</em> dan netral pada titik setelah MPB, seperti pada pengawatan seperti di bawah ini, maka arus netral penyelinap tadi bisa mengalir melewati MPB. Walaupun konsumen sama sekali tidak menggunakan energi listrik dan juga posisi MCB “<em>OFF</em>”. Arus <em>netral</em> penyelinap seperti ini akan mengakibatkan sensor arus <em>netral</em> MPB mengukur seolah-olah ada pemakaian dan bisa merugikan konsumen. Karena itu di MPB akan muncul tulisan “PERIKSA” dan gambar “TANGAN”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabel <em>netral</em> dan <em>ground</em> disambung kembali pada MCB <em>Box</em>, akibatnya ada sebagian arus <em>netral</em> yang mengalir melewati MPB.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_710" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-3A.jpg"><img class="size-full wp-image-710 " title="Arus Netral Melewati MPB-1" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-3A.jpg" alt="Arus Netral Melewati MPB-1" width="550" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Arus Netral Dari Beban 3 Phase Tidak Seimbang Melewati MPB Karena Ground-Netral Tersambung di MCB Box</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan pada gambar berikut ini, kabel <em>ground</em> dan <em>netral</em> disambung pada titik setelah MPB. Akibatnya arus <em>netral </em>yang tidak diinginkan tadi bisa melewati MPB.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_711" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-3B.jpg"><img class="size-full wp-image-711" title="Arus Netral Melewati MPB-2" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-3B.jpg" alt="Arus Netral Melewati MPB-2" width="550" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Arus Netral Dari Beban 3 Phase Tidak Seimbang Melewati MPB Karena Ground-Netral Tersambung di MCB Box</p></div>
<p> </p>
<p>Untuk kasus lain lagi, <em>ground</em> dan <em>netral</em> dihubungkan di MPB tapi pada titik keluar terminal netral. Sehingga arus netral penyelinap tersebut masih melewati sensor MPB.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_712" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-3C.jpg"><img class="size-full wp-image-712" title="Arus Netral Melewati MPB-3" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/MPB-3C.jpg" alt="Arus Netral Melewati MPB-3" width="550" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Arus Netral Dari Beban 3 Phase Tidak Seimbang Melewati MPB Karena Ground-Netral Tersambung di Titik Keluar Netral MPB</p></div>
<p> </p>
<h4>Mengatasi Tanda “PERIKSA”</h4>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">Bila tulisan “PERIKSA” tadi masih berkedip-kedip, maka masih ada <em>ground</em> yang terhubung ke <em>netral</em> (masih belum murni terpisah). Bisa diperiksa pada MPB atau MCB <em>Box</em>.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Jika pengawatan MPB sudah sesuai dengan petunjuk pada gambar diatas, tetapi masih muncul tulisan “PERIKSA”, maka kemungkinan ada terjadi hubungan <em>ground</em> dan <em>netral</em> pada alat listrik atau beban listrik, misal : komputer, AC atau TV. Salah satu caranya : coba lakukan pemutusan satu persatu alat listrik atau beban listrik tadi, apakah tulisan “PERIKSA” tadi tidak berkedip-kedip atau hilang (sudah <em>clear</em>). Jika ada ditemukan hal seperti itu, kemungkinan alat listrik tadi mengalami masalah dan harus diperiksa.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Jika tidak ada peralatan listrik yang bermasalah, kemungkinan berikutnya adalah pada sistem instalasi listriknya. Hal yang paling mudah dilakukan adalah memeriksa sambungan pada stop kontak. Bila merasa kesulitan atau khawatir kesetrum, lebih baik memanggil instalatir listrik yang kompeten.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Jika tulisan “PERIKSA” tadi sudah tidak berkedip lagi, artinya <em>ground</em> dan <em>netral</em> sudah “bersih”. Kita bisa menghubungi PLN untuk meminta <em>clear tamper token </em>agar bisa mereset tulisan tadi.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<h4 style="text-align: justify;">Pertanyaan Lainnya</h4>
<p style="text-align: justify;">Banyak juga yang meminta gambar detail koneksi kabel pada MCB <em>Box</em>. Karena memang instalasi listrik setelah MPB adalah tanggung jawab pelanggan (tentunya pemasangan dilakukan oleh instalatir listrik yang kompeten dan bersertifikasi). Sedangkan pemasangan MPB atau kWh-meter adalah tanggung jawab PLN. Pelanggan tinggal terima beres saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambarnya adalah seperti ini (dengan skema titik grounding ada di MCB <em>Box</em> ini, bukan di MPB) :</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_713" class="wp-caption aligncenter" style="width: 263px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Koneksi-Arde-di-MCB-Box.jpg"><img class="size-medium wp-image-713" title="Pengawatan Kabel di MCB Box" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Koneksi-Arde-di-MCB-Box-253x300.jpg" alt="Pengawatan Kabel di MCB Box" width="253" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pengawatan Kabel Phase-Netral-Ground di MCB Box dengan 2 MCB</p></div>
<p> </p>
<p>Jadi terminal <em>Netral</em> dan <em>Grounding</em> (PE) tidak digabung lagi di MCB <em>Box</em> ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang ingin tahu macam-macam sistem pentanahan pada instalasi listrik dan sistem mana yang diaplikasikan pada perumahan, bisa lihat nanti pada artikel lain yang juga akan rilis berikutnya (“Sistem Pentanahan pada Instalasi Listrik Rumah”).</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah sobat <a title="Instalasi Listrik Rumah" href="http://www.instalasilistrikrumah.com" target="_blank">ILR</a>…semoga bermanfaat bagi anda semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan jika ada koreksi agar lebih sempurna lagi isi artikel ini.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/pengawatan-meter-prabayar-dan-munculnya-tulisan-%e2%80%9cperiksa%e2%80%9d/">Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan “PERIKSA”</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/pengawatan-meter-prabayar-dan-munculnya-tulisan-%e2%80%9cperiksa%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>210</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor Koreksi Kuat Hantar Arus dan Warna Kabel</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/faktor-koreksi-kuat-hantar-arus-dan-warna-kabel/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=faktor-koreksi-kuat-hantar-arus-dan-warna-kabel</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/faktor-koreksi-kuat-hantar-arus-dan-warna-kabel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 17:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instalasi&Sirkuit]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[kabel]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum melanjutkan artikel mengenai Kuat Hantar Arus (KHA) pada kabel listrik seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya (“Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus”), ternyata penulis menyadari ada beberapa informasi yang belum dijelaskan dalam artikel tersebut. Dipikir-pikir, daripada merevisi tulisan sebelumnya, yang mungkin saja juga luput dibaca kembali, ada baiknya menambahkan saja di artikel ini. &#160; [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/faktor-koreksi-kuat-hantar-arus-dan-warna-kabel/">Faktor Koreksi Kuat Hantar Arus dan Warna Kabel</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebelum melanjutkan artikel mengenai Kuat Hantar Arus (KHA) pada kabel listrik seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya (“<a title="Kabel Listrik dan Kuat Hantar arus" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/kabel-listrik-dan-kuat-hantar-arus/" target="_blank">Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus</a>”), ternyata penulis menyadari ada beberapa informasi yang belum dijelaskan dalam artikel tersebut. Dipikir-pikir, daripada merevisi tulisan sebelumnya, yang mungkin saja juga luput dibaca kembali, ada baiknya menambahkan saja di artikel ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-675"></span>Yang pertama adalah mengenai pengertian ukuran kabel. PUIL tahun 2000 mengatur satuan ukuran nominal kabel dalam mm2, seperti 1.5 mm2, 2,5mm2 dan seterusnya. Kemudian, pengertian ukuran nominal adalah luas penampang dari penghantar inti kabel. Untuk kabel jenis NYM atau NYY yang mempunyai 2 inti atau lebih, ukuran 2.5 mm2 menyatakan ukuran masing-masing inti kabel.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikutnya adalah tegangan pengenal pada kabel. Mengacu pada PUIL, kabel tegangan rendah mempunyai tegangan pengenal sebagai berikut : 230/400 (300) V, 300/500 (400) V, 400/690 (600) V, 450/750 (490) V, 0.6/1kV (1.2kV). Nilai tegangan dalam kurung adalah nilai tegangan tertinggi untuk perlengkapan listrik yang diperbolehkan jika menggunakan kabel tersebut. Listrik PLN untuk perumahan mempunyai tegangan 220V, jadi cukup menggunakan kabel dengan tegangan pengenal minimal 230/400 V.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau masih ada informasi lain yang terlewat, mohon koreksinya dari pembaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita kembali pada nilai Kuat Hantar Arus (KHA). KHA mempunyai nilai aktual 100% bila kabel tersebut dipasang pada temperatur kelilingnya maksimal 30 Cdeg.  Lebih dari itu akan terjadi penurunan nilai aktual KHA-nya. PUIL menamakannya sebagai Faktor Koreksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor Koreksi dalam PUIL diatur dalam tabel 7.3.2 untuk kabel NYA dan NYM, tabel 7.3.15a dan 7.3.18 untuk kabel NYY di dalam tanah dan udara.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_683" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Faktor-Koreksi-Kabel.jpg"><img class="size-full wp-image-683" title="Faktor Koreksi Kabel NYA &amp; NYM" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Faktor-Koreksi-Kabel.jpg" alt="Faktor Koreksi Kabel NYA &amp; NYM" width="400" height="248" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Faktor Koreksi untuk Kabel NYA &amp; NYM</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_685" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Faktor-Koreksi-Kabel-NYY-di-dalam-tanah.jpg"><img class="size-full wp-image-685" title="Faktor Koreksi Kabel NYY di dalam tanah" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Faktor-Koreksi-Kabel-NYY-di-dalam-tanah.jpg" alt="Faktor Koreksi kabel NYY di dalam tanah" width="400" height="136" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Faktor Koreksi Kabel NYY untuk Pemasangan di dalam Tanah</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_686" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Faktor-Koreksi-Kabel-NYY-di-udara.jpg"><img class="size-full wp-image-686" title="Faktor Koreksi Kabel NYY di Udara" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Faktor-Koreksi-Kabel-NYY-di-udara.jpg" alt="Faktor Koreksi Kabel NYY di Udara" width="400" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Faktor Koreksi Kabel NYY untuk Pemasangan di Udara</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Tabel 7.3.2 (Kabel NYA dan NYM), pilih kolom 3 (Bahan isolasi PVC).</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh kalkulasinya adalah : KHA pada tabel 7.3.1 x Faktor Koreksi.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_688" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-Kabel-NYA1.jpg"><img class="size-full wp-image-688" title="KHA Kabel NYA" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-Kabel-NYA1.jpg" alt="KHA Kabel NYA" width="400" height="290" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYA</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_689" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-Kabel-NYM1.jpg"><img class="size-full wp-image-689" title="KHA Kabel NYM" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-Kabel-NYM1.jpg" alt="KHA kabel NYM" width="400" height="325" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_690" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-kabel-NYY1.jpg"><img class="size-full wp-image-690" title="KHA kabel NYY" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-kabel-NYY1.jpg" alt="KHA kabel NYY" width="400" height="305" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Perhatikan bahwa faktor koreksi hanya dihitung untuk temperatur keliling maksimal 55Cdeg. Bila lebih tinggi maka PUIL mensyaratkan harus menggunakan kabel instalasi tahan panas yang khusus untuk dibuat untuk maksud itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Warna kabel menurut standard PUIL</h4>
<p style="text-align: justify;">Kabel listrik yang mempunyai banyak inti akan mempunyai warna isolasi inti yang berbeda-beda. Hal ini sebetulnya berhubungan dengan faktor keselamatan karena bisa menghindarkan tertukarnya sambungan kabel pada sistem instalasi. Karena itu, sebagai keseragaman, penggunaan warna isolasi inti kabel mempunyai aturan tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;"><a title="Instalasi Listrik Rumah" href="http://www.instalasilistrikrumah.com" target="_blank">Instalasi listrik</a> yang baik akan selalu mengikuti aturan ini. Karena bila suatu saat diperlukan pemeriksaan atau perbaikan sistem instalasi tersebut, maka seorang instalatir akan lebih mudah menemukan pola sambungan kabel listriknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabel listrik yang digunakan pada sistem instalasi listrik rumah biasanya terdiri atas penghantar <em>phase,</em> netral dan <em>ground</em>. PUIL mengatur penggunaan warna untuk penghantar netral adalah biru, penghantar <em>ground</em> dengan warna hijau atau campuran kuning-hijau, dan penghantar <em>phase</em> dikhususkan dengan warna hitam. Pengaturan selengkapnya dapat dilihat pada tabel PUIL berikut,</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_691" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Warna-Kabel.jpg"><img class="size-full wp-image-691" title="Warna Kabel" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/Warna-Kabel.jpg" alt="Warna Kabel" width="400" height="342" /></a><p class="wp-caption-text">Pengaturan Penggunaan Warna Isolasi Inti Kabel</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh aplikasi penggunaan warna kabel bisa dilihat pada gambar MCB <em>Box</em> berikut ini :</p>
<p>(Terminal Netral digabung di sebelah atas dan terminal <em>grounding </em>digabung di sebelah bawah)</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_352" class="wp-caption aligncenter" style="width: 368px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/MCB-Box-dengan-Grounding.jpg"><img class="size-full wp-image-352" title="MCB Box dengan Pentanahan" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/MCB-Box-dengan-Grounding.jpg" alt="MCB Box dengan Terminal Pentanahan" width="358" height="448" /></a><p class="wp-caption-text">Warna merah adalah terminal pentanahan di MCB Box</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana bila kabel yang hendak dipasang atau instalasi listrik rumah yang sudah terpasang ternyata memiliki warna isolasi inti yang lain daripada ketentuan diatas. Alternatifnya bisa beberapa cara :</p>
<ul>
<li>Bila kabelnya sudah terpasang, periksa dan kenali penghantar mana yang menjadi <em>phase</em>, netral dan <em>ground</em>. Pastikan warnanya dan buatlah catatan yang ditempel pada MCB <em>Box</em> atau Panelnya. Tujuannya agar memudahkan saat melakukan pemeriksaan atau perbaikan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Bilamana kabelnya baru akan dipasang (karena sudah terlanjur dibeli) dan misalkan saja mempunyai isolasi inti yang berwarna hitam semuanya. Maka saat pemasangan, bisa ditambahkan selubung kabel yang berwarna sesuai <em>standard</em> (hitam-biru-hijau) yang dipasang pada ujung terminal kabel. Selubungnya bisa berupa plastik khusus selubung yang banyak dijual (biasanya dikenal dengan nama “<em>cable shoe</em>”) atau menggunakan <em>electrical isolation tape</em> yang berwarna senada. Jika tidak tersedia, maka buatlah tanda atau <em>marking</em> dengan sesuatu yang mudah dikenali dan buat catatan yang ditempel, setidaknya pada MCB <em>Box</em>.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan singkat mengenai kabel listrik ini, sebagai tambahan informasi dari tulisan sebelumnya. Sebenarnya ada satu faktor lagi yang harus diperhatikan dan kemungkinan besar cukup berpengaruh pada nilai aktual dari maksimum KHA kabel, yaitu faktor umur atau <em>lifetime</em> dari kabel itu sendiri. Terutama menyangkut kekuatan isolasi dari penghantar inti kabel. Hanya saja, terus terang penulis belum mendapatkan bahan yang memadai mengenai hal ini, terutama mengenai nilai eksak dari faktor koreksi karena lifetime.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya kabel listrik pasti memiliki <em>lifetime</em>, yang panjangnya tergantung kualitas kabel itu sendiri, dimana kualitas juga selalu berhubungan dengan harga. Ada yang mengatakan jika <em>lifetime</em> kabel listrik berkisar antara 10 – 15 tahun. Nah, dalam rentang waktu penggunaan kabel, sampai melewati <em>lifetime</em>-nya, tentu nilai maksimum KHA akan menurun karena kekuatan isolasi inti penghantar pada kabel juga menurun.</p>
<p style="text-align: justify;">Isolasi penghantar pada kabel yang sudah berumur, kemungkinan secara fisik bisa mengeras dan getas (tidak lentur lagi). Bila dalam kondisi ini kabel dibebani dengan arus listrik yang mendekati maksimum KHA-nya (yang nilainya mengacu pada nilai maksimum KHA kabel saat masih baru), maka potensi terjadinya kebocoran arus listrik pada kabel akan semakin besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu faktor kondisi dan kapasitas kabel listrik dari instalasi listrik rumah perlu diperhatikan saat anda ingin melakukan penambahan daya listrik PLN. Jika ragu-ragu, bisa meminta bantuan instalatir listrik yang kompeten untuk memastikan kondisi kabel ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga penjelasannya bermanfaat bagi anda semua. Silahkan jika ada koreksi atau tambahan guna memperkaya informasi dalam tulisan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/faktor-koreksi-kuat-hantar-arus-dan-warna-kabel/">Faktor Koreksi Kuat Hantar Arus dan Warna Kabel</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/faktor-koreksi-kuat-hantar-arus-dan-warna-kabel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/kabel-listrik-dan-kuat-hantar-arus/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kabel-listrik-dan-kuat-hantar-arus</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/kabel-listrik-dan-kuat-hantar-arus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 15:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instalasi&Sirkuit]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[kabel]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal listrik]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sistem instalasi listrik rumah, kabel listrik adalah salah satu komponen vital yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sumber listrik PLN menuju peralatan listrik. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel “Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)”, kabel ini seperti pembuluh darah dalam tubuh manusia, dimana bila saluran pembuluh darah ada yang bermasalah tentu tubuh [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/kabel-listrik-dan-kuat-hantar-arus/">Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam sistem instalasi listrik rumah, kabel listrik adalah salah satu komponen vital yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sumber listrik PLN menuju peralatan listrik. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel “<a title="Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/mengenal-peralatan-instalasi-listrik-rumah-2/" target="_blank">Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)</a>”, kabel ini seperti pembuluh darah dalam tubuh manusia, dimana bila saluran pembuluh darah ada yang bermasalah tentu tubuh tidak akan bekerja dengan baik. Kabel listrik pun demikian, bila ada saluran yang bermasalah maka akan berpotensi mengganggu sistem <a title="Instalasi Listrik Rumah" href="http://www.instalasilistrikrumah.com" target="_blank">instalasi listrik rumah</a> anda. Artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai kabel listrik dan hubungannya dengan kapasitas hantarannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-656"></span></p>
<h4 style="text-align: justify;">Pengertian penghantar, kabel dan kawat penghantar</h4>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pendahuluan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan arti antara ketiga istilah diatas. Penghantar ialah suatu benda yang berbentuk logam ataupun non logam yang bersifat konduktor atau dapat mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik yang lain. Penghantar dapat berupa kabel ataupun berupa kawat penghantar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabel ialah penghantar logam yang dilindungi dengan isolasi. Bila jumlah penghantar logam tadi lebih dari satu maka keseluruhan kabel yang berisolasi tadi dilengkapi lagi dengan selubung pelindung. Contohnya kabel listrik yang dipakai di rumah. Bila kabel tersebut “dikupas” maka akan kelihatan sebuah selubung (biasanya berwarna putih) yang membungkus beberapa inti kabel yang terisolasi (2 atau 3 inti) dimana masing-masing inti memiliki warna isolasi yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan kawat penghantar ialah penghantar yang juga logam tetapi tidak diberi isolasi. Contohnya ialah kawat <em>grounding</em> pada instalasi penangkal petir atau kawat penghantar pada sistem transmisi listrik tegangan menengah dan tinggi milik PLN .</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Jenis kabel listrik yang umum dipakai dan <em>nomenklatur</em>-nya</h4>
<p style="text-align: justify;">Dalam instalasi listrik perumahan, paling tidak ada 3 jenis kabel listrik yang paling umum digunakan yaitu kabel jenis NYA, NYM dan NYY.</p>
<p style="text-align: justify;">Istilah NYA, NYM dan NYY ini merupakan tata nama atau <em>nomenklatur</em> pada kabel. PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000) dalam lampiran C menjelaskan mengenai tata nama (<em>nomenklatur</em>) kabel ini. Dari lampiran tersebut, kabel NYA, NYM dan NYY  berarti kabel standar berpenghantar tembaga (huruf “N”) dan berselubung isolasi dari PVC (<em>Poli Vinil Chlorid</em>) (huruf “Y”).</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Kabel NYA</h4>
<div id="attachment_316" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/Kabel-NYA.jpg"><img class="size-full wp-image-316" title="Kabel NYA" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/Kabel-NYA.jpg" alt="Kabel Tipe NYA" width="150" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Kabel tipe NYA yang terpasang di instalasi listrik rumah</p></div>
<p>Merupakan kabel berisolasi PVC dan berinti kawat tunggal. Warna isolasinya ada beberapa macam yaitu merah, kuning, biru dan hitam. Jenisnya adalah kabel udara (tidak untuk ditanam dalam tanah). Karena isolasinya hanya satu lapis, maka mudah luka karena gesekan, gigitan tikus atau gencetan. Dalam pemasangannya, kabel jenis ini harus dimasukkan dalam suatu konduit kabel.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara mengenai konduit, pengertiannya adalah suatu selubung pelindung, ada yang berupa pipa besi, tetapi yang paling umum digunakan adalah pipa PVC (tetapi berbeda dengan pipa PVC untuk air). Konduit ini selain bertujuan melindungi kabel dari gangguan luar juga untuk memudahkan dalam hal pekerjaan penggantian atau penambahan kabel, karena hanya tinggal ditarik atau didorong saja. Bandingkan bila kabel tersebut ditanam dalam tembok tanpa konduit, tentu akan butuh pekerjaan tambahan berupa pembongkaran tembok.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, sesuai tujuannya penggunaan konduit sebenarnya tidak terbatas pada jenis kabel NYA saja, tetapi bisa dipakai untuk kabel NYM atau NYY.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Kabel NYM</h4>
<div id="attachment_317" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/Kabel-NYM.jpg"><img class="size-full wp-image-317" title="Kabel NYM" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/Kabel-NYM.jpg" alt="Kabel tipe NYM" width="150" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Kabel tipe NYM yang terpasang di peralatan listrik rumah</p></div>
<p>Kabel jenis ini mempunyai isolasi luar jenis PVC berwarna putih (cara mengenalinya bisa dengan melihat warna yang khas putih ini) dengan selubung karet di dalamnya dan berinti kawat tunggal yang jumlahnya antara 2 sampai 4 inti dan masing-masing inti mempunyai isolasi PVC dengan warna berbeda. Jadi seperti beberapa kabel NYA yang dijadikan satu dan ditambahkan isolasi putih dan selubung karet.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabel ini relative lebih kuat karena adanya isolasi PVC dan selubung karet. Pemasangannya pada instalasi listrik dalam rumah bisa tanpa konduit (kecuali dalam tembok sebaiknya menggunakan konduit seperti yang dijelaskan sebelumnya). Kabel ini dirancang bukan untuk penggunaan di bagian luar (<em>outdoor</em>). Tetapi penggunaan konduit sebagai pelindung bisa juga dipertimbangkan bila ingin dipasang di luar ruangan. Harganya yang jelas lebih mahal dari tipe kabel NYA.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Kabel NYY</h4>
<div id="attachment_318" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/Kabel-NYY.jpg"><img class="size-full wp-image-318" title="Kabel NYY" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/05/Kabel-NYY.jpg" alt="Kabel tipe NYY" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">Kabel tipe NYY yang terpasang di instalasi listrik rumah</p></div>
<p>Warna khas kabel ini adalah hitam dengan isolasi PVC ganda sehingga lebih kuat. Karena lebih kuat dari tekanan gencetan dan air, pemasangannya bisa untuk <em>outdoor</em>, termasuk ditanam dalam tanah.  Kabel untuk lampu taman dan di luar rumah sebaiknya menggunakan kabel jenis ini. Harganya tentu lebih mahal dibanding dua jenis kabel sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Kuat Hantar Arus (KHA)</h4>
<p style="text-align: justify;">Kabel listrik mempunyai ukuran luas penampang inti kabel yang berhubungan dengan kapasitas penghantaran arus listriknya. Dalam istilah PUIL, besarnya kapasitas hantaran kabel dinamakan dengan Kuat Hantar Arus (KHA).</p>
<p style="text-align: justify;">Ukuran kabel dan KHA-nya sebaiknya kita pahami dengan baik untuk menentukan pemilihan kabel yang sesuai dengan kapasitas instalasi listrik rumah kita. Besar kapasitas daya listrik dalam suatu instalasi listrik rumah berhubungan dari berapa besar langganan listrik dari PLN. Dalam hal ini adalah berapa besar rating MCB yang terpasang di kWh meter (lihat dalam artikel “<a title="MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik-2/" target="_blank">MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)</a>&#8221; untuk detailnya). Besarnya KHA kabel harus lebih besar dari rating MCB, karena prinsipnya adalah MCB harus trip sebelum kabelnya terkena masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Arus listrik yang melebihi KHA dari suatu kabel akan menyebabkan kabel tersebut menjadi panas dan bila melebihi daya tahan isolasinya, maka dapat menyebabkan rusaknya isolasi. Kerusakan isolasi bisa menyebabkan kebocoran arus listrik dan akibatnya bisa fatal seperti kesetrum pada manusia atau bahkan mengakibatkan terjadinya kebakaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor lain dalam menentukan pemilihan kabel dengan KHA-nya adalah mengenai peningkatan kebutuhan daya listrik di masa depan. Bila dalam beberapa tahun ke depan ternyata ada penambahan daya listrik langganan PLN, tentu lebih baik sedari awal dipersiapkan kabel dengan ukuran yang sedikit lebih besar untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan daya listrik ini sehingga menghindari pekerjaan penggantian kabel. Tetapi perlu diperhatikan juga bila umur kabel ternyata sudah melewati 10 tahun. Pada kasus ini, pemeriksaan kondisi kabel dengan lebih teliti sebaiknya dilakukan untuk memastikan kabel masih dalam kondisi baik.</p>
<p style="text-align: justify;">PUIL 2000 memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar kabel dan maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe NYA, NYM dan NYY.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_688" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-Kabel-NYA1.jpg"><img class="size-full wp-image-688" title="KHA Kabel NYA" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-Kabel-NYA1.jpg" alt="KHA Kabel NYA" width="400" height="290" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYA</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_689" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-Kabel-NYM1.jpg"><img class="size-full wp-image-689" title="KHA Kabel NYM" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-Kabel-NYM1.jpg" alt="KHA kabel NYM" width="400" height="325" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_690" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-kabel-NYY1.jpg"><img class="size-full wp-image-690" title="KHA kabel NYY" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2012/01/KHA-kabel-NYY1.jpg" alt="KHA kabel NYY" width="400" height="305" /></a><p class="wp-caption-text">Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari tabel diatas, satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor temperatur lingkungan di luar kabel. KHA yang dinyatakan dalam tabel tersebut berlaku untuk maksimum temperatur di sekitar kabel sampai 30 Cdeg. Lebih dari itu akan menyebabkan turunnya nilai KHA kabel. Ada faktor koreksi yang harus diperhitungkan sesuai dengan besarnya lingkungan. Mengenai faktor koreksi kabel ini akan kita bahas dalam artikel berikutnya (Lanjutkan <a title="Faktor Koreksi Kuat Hantar Arus dan Warna Kabel" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/faktor-koreksi-kuat-hantar-arus-dan-warna-kabel/" target="_blank">disini</a>).</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dalam memahami secara lebih mendalam mengenai kabel listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/kabel-listrik-dan-kuat-hantar-arus/">Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/kabel-listrik-dan-kuat-hantar-arus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>97</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/koneksi-kabel-rangkaian-level-switch-relay/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=koneksi-kabel-rangkaian-level-switch-relay</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/koneksi-kabel-rangkaian-level-switch-relay/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 03:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peralatan Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[alat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[hemat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[kabel]]></category>
		<category><![CDATA[level switch]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pompa air]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[radar]]></category>
		<category><![CDATA[tandon]]></category>
		<category><![CDATA[toren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Artikel sebelumnya yaitu mengenai “Cara Kerja Kontrol Level Tangki Penampung Air” membahas mengenai prinsip dasar dan cara kerja alat tersebut. Aspek yang belum dijelaskan adalah mengenai koneksi dari rangkaian listriknya, yang menghubungkan antara sumber listrik, level switch relay dan mesin pompa air. Baiklah kalo begitu, mari bro &#38; sis&#8230;kita langsung ke TKP.. Cara Kerja Level Switch [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/koneksi-kabel-rangkaian-level-switch-relay/">Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Artikel sebelumnya yaitu mengenai “<a title="Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/cara-kerja-kontrol-level-tangki-air/" target="_blank">Cara Kerja Kontrol Level Tangki Penampung Air</a>” membahas mengenai prinsip dasar dan cara kerja alat tersebut. Aspek yang belum dijelaskan adalah mengenai koneksi dari rangkaian listriknya, yang menghubungkan antara sumber listrik, <em>level switch relay </em>dan mesin pompa air. Baiklah kalo begitu, mari bro &amp; sis&#8230;kita langsung ke TKP..</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-633"></span></p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Cara Kerja <em>Level Switch Relay </em>&amp; Kontak <em>Relay</em></strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pendahuluan, kita ulas lagi mengenai cara kerja <em>level switch </em>dan kontak <em>relay</em>-nya, yang telah dibahas pada artikel sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_606" class="wp-caption aligncenter" style="width: 230px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Skema-Level-Control-Switch1.jpg"><img class="size-full wp-image-606" title="Skema Level Control Switch" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Skema-Level-Control-Switch1.jpg" alt="Level Control Switch" width="220" height="358" /></a><p class="wp-caption-text">Tangki Air dengan Level Control Switch</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Saat air mencapai <em>level low </em>maka dua pemberat (<em>sinker</em>) akan menggantung. Saat level air mencapai setengah dari pemberat yang bawah, total berat keduanya akan mampu menarik <em>switch</em> yang ada pada <em>switch body </em>di bagian atas. <em>Switch</em> yang tertarik pemberat secara mekanis akan membuat kontak <em>relay</em> menjadi &#8220;<em>close&#8221;</em> dan arus listrik akan mengalir melalui kabel dari sumber listrik (biasanya berasal dari colokan listrik rumah) ke mesin pompa air untuk mulai <em>start</em> dan mengisi air ke dalam toren hingga mencapai <em>level high</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat air mencapai <em>level high</em>, maka pemberat bagian bawah akan mengambang dan saat level air mencapai setengah dari pemberat bagian atas maka <em>level switch </em>akan kembali ke posisi awal (dengan bantuan pegas yang ada dalam <em>switch body</em>) sehingga kontak <em>relay</em> akan menjadi &#8220;<em>open&#8221;</em> dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air mati secara otomatis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak pembuat <em>level switch </em>ini menyediakan 2 macam kontak <em>relay</em> yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Bisa dilihat pada bagian dalam <em>level switch </em>ada 2 pasang terminal yaitu A1-A2 dan B1-B2. Dua pasang terminal ini mempunyai fungsi berkebalikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk keperluan yang umum seperti di perumahan, gunakan terminal A1-A2. Agar lebih mudah dikenali, pihak pabrik pembuat biasanya memasang 2 buah baut pada terminal A1-A2.</p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi dari masing-masing terminal ini adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_610" class="wp-caption aligncenter" style="width: 612px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Kontak-Relay-Level-Control-Switch.jpg"><img class="size-full wp-image-610" title="Kontak Relay Level Control Switch" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Kontak-Relay-Level-Control-Switch.jpg" alt="Kontak Relay Level Control Switch" width="602" height="473" /></a><p class="wp-caption-text">Dua Macam Kontak Relay Level Control Switch</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat air mencapai <em>level low</em>, maka dua pemberat tadi akan menarik <em>level switch </em>kearah bawah dan kontak <em>relay</em> A1-A2 akan terhubung, sedangkan kontak <em>relay</em> B1-B2 akan terputus. Karena rangkaian listriknya disambungkan dengan terminal A1-A2, maka listrik akan mengalir dan mesin pompa air akan <em>start</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat air mencapai <em>level high</em>, maka dua pemberat tadi akan mulai mengambang dan <em>level switch </em>akan kembali ke posisi semula dengan bantuan pegas. Akibatnya kontak <em>relay</em> A1-A2 akan terputus dan sebaliknya kontak <em>relay</em> B1-B2 akan terhubung. Sehingga aliran listrik yang tersambung di terminal A1-A2 akan terputus dan mesin pompa air akan mati.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<h4 style="text-align: justify;">Model koneksi rangkaian Level Switch Relay</h4>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_638" class="wp-caption aligncenter" style="width: 453px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Koneksi-Kabel-Rangkaian-Level-Switch-Relay.jpg"><img class="size-full wp-image-638" title="Kabel Rangkaian Level Switch Relay" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Koneksi-Kabel-Rangkaian-Level-Switch-Relay.jpg" alt="Kabel Rangkaian Level Switch Relay" width="443" height="435" /></a><p class="wp-caption-text">Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian koneksi yang paling umum digunakan dalam perumahan adalah seperti gambar diatas. Agar dapat berfungsi sebagai <em>switch</em> yang menyalakan dan mematikan mesin pompa air, maka <em>level switch relay </em>dihubungkan dengan memotong jalur <em>phase</em> dari sumber listrik (biasanya menggunakan stop kontak) yang menuju ke mesin pompa air. Detailnya bisa lihat gambar diatas. Kecuali colokan listrik dilepas alias tidak ada suplai listrik, maka mesin pompa air akan &#8220;<em>ON&#8221;</em> dan &#8220;<em>OFF&#8221;</em> secara otomatis dengan kontrol dari <em>level switch relay</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan rangkaian listriknya :</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">Gunakan ukuran kabel yang sama pada seluruh rangkaian, mulai dari sumber listrik (stop kontak), <em>level switch </em>di toren sampai ke mesin pompa air. Minimal gunakan kabel berukuran 1.5mm2 yang mempunyai Kuat Hantar Arus (KHA) diatas 16A (dikurangi faktor <em>derating</em> kabel yang kira-kira 0.7 maka KHA menjadi 11.2A). Sebagai contoh, mesin pompa air 250W akan mempunyai arus listrik sebesar 250W/220V = 1.14A.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Usahakan titik sumber listriknya (atau stop kontak) berada sedekat mungkin dengan posisi <em>level switch </em>pada toren dan juga mesin pompa air. Ini akan berhubungan dengan panjang kabel yang digunakan, seperti yang telah dijelaskan diatas.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Pastikan koneksi kabel pada titik-titik sambungan tidak kendur atau gampang lepas. Bila tidak yakin dengan sambungan yang dipuntir sendiri, bisa menggunakan <em>terminal block </em>atau bisa juga menggunakan <em>lasdop</em>. <em>Terminal Block </em>yang materialnya dari plastik banyak dijual di toko listrik, biasanya 1 batang terdiri dari 10 titik sambungan. <em>Terminal block</em> bisa dipotong sesuai keperluan. Sedangkan untuk <em>lasdop</em> tersedia sesuai dengan ukuran kabel. Cara pemakaian <em>lasdop</em> cukup mudah, tinggal masukkan kabel yang akan disambung dan puntir didalam <em>lasdop</em>. Dan apapun cara penyambungannya, sebaiknya ditambahkan isolasi listrik pada sambungan tersebut untuk mencegah kesetrum atau kemasukkan air.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_640" class="wp-caption aligncenter" style="width: 323px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Terminal-Block-Lasdop.jpg"><img class="size-full wp-image-640" title="Terminal Block &amp; Lasdop" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Terminal-Block-Lasdop.jpg" alt="Terminal Block &amp; Lasdop" width="313" height="115" /></a><p class="wp-caption-text">Contoh Terminal Block (kiri) dan Lasdop (kanan)</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">Pastikan juga koneksi kabel pada baut di titik <em>terminal relay level switch </em>cukup baik pemasangannya. Koneksi yang kendor akan mengakibatkan panas yang berlebihan dan akhirnya meleleh.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Pemasangan <em>cover water proof </em>harus cukup rapat untuk mencegah air masuk ke dalam terminal relay. Bila perlu tambahkan dengan <em>cover plastic </em>yang menutupi seluruh <em>level switch</em>.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kontak <em>relay</em> pada <em>level switch </em>biasanya punya kapasitas maksimum arus listrik sebesar 7.5A pada tegangan listrik 220V. Sedangkan pada umumnya, mesin pompa air jenis <em>jet pump </em>menyerap daya listrik antara 250W – 400W, atau antara 1.14A – 1.82A. Jadi masih tergolong aman untuk mengalir melewati <em>relay level switch</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke Bro &amp; sis..sampai disini dulu artikel dari <a title="Instalasi Listrik Rumah" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/" target="_blank">instalasilistrikrumah.com</a> ini dan semoga bermanfaat. Silahkan jika ada tambahan atau koreksi dan sampai jumpa pada artikel berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/koneksi-kabel-rangkaian-level-switch-relay/">Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/koneksi-kabel-rangkaian-level-switch-relay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/cara-kerja-kontrol-level-tangki-air/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cara-kerja-kontrol-level-tangki-air</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/cara-kerja-kontrol-level-tangki-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 03:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peralatan Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[alat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[hemat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[level switch]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pompa air]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[radar]]></category>
		<category><![CDATA[tandon]]></category>
		<category><![CDATA[toren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Tangki penampungan air atau sering disebut toren atau tandon sangat umum dipakai di perumahan. Fungsinya cukup vital sebagai cadangan air yang siap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama bila terjadi masalah dengan suplai dari pompa air atau karena pemadaman listrik. Keuntungan lainnya adalah juga dalam sisi penghematan listrik karena pompa air tidak sering start-stop [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/cara-kerja-kontrol-level-tangki-air/">Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_598" class="wp-caption alignleft" style="width: 110px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Toren-atau-Tandon.jpg"><img class="size-full wp-image-598   " title="Toren atau Tandon Air" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Toren-atau-Tandon.jpg" alt="Toren atau Tandon Air" width="100" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Macam-macam Toren atau Tandon Air</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tangki penampungan air atau sering disebut toren atau tandon sangat umum dipakai di perumahan. Fungsinya cukup vital sebagai cadangan air yang siap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama bila terjadi masalah dengan suplai dari pompa air atau karena pemadaman listrik. Keuntungan lainnya adalah juga dalam sisi penghematan listrik karena pompa air tidak sering <em>start-stop </em>dalam <em>interval</em> singkat saat berlangsung pemakaian air (lihat artikel “<a title="Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat?" rel="bookmark" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/apa-dampaknya-bila-mesin-pompa-air-sering-start-stop-dalam-interval-yang-singkat/" target="_blank">Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat? </a>&#8220;).</p>
<p style="text-align: justify;">Umumnya toren air dikontrol secara otomatis oleh suatu mekanisme pengaturan yang akan mengisi air bila volume air tinggal sedikit dan menghentikannya bila sudah penuh. Cukup merepotkan bila kontrol pengisian air dilakukan manual oleh penghuni rumah. Karena selain harus menunggu sekian lama sampai air mulai naik hingga keluar di keran air, juga air yang sudah penuh berpotensi terbuang disebabkan penghuni rumah lupa untuk mematikan pompa air. </p>
<p style="text-align: justify;">Cara kerja mekanisme pengaturan level air ini cukup sederhana dan semoga bisa dipahami dengan mudah. Mari kita kupas mengenai sistem kontrol level otomatis ini dan mudah-mudahan bisa bermanfaat terutama saat ada masalah dengan alat ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-595"></span></p>
<h4 style="text-align: justify;">Model Pengaturan Level Air</h4>
<p style="text-align: justify;">Ada dua model kontrol level yang banyak digunakan. Yang pertama adalah menggunakan <em>ball-floater </em>dan yang kedua menggunakan <em>level switch</em>.</p>
<div id="attachment_602" class="wp-caption aligncenter" style="width: 110px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Ball-Floater-Model.jpg"><img class="size-full wp-image-602 " title="Ball Floater Model" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Ball-Floater-Model.jpg" alt="Model Bola Pelampung" width="100" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Kontrol Level Model Ball-Floater</p></div>
<p style="text-align: justify;">Model <em>ball-floater </em>berbentuk bola pelampung yang mengatur buka-tutup air sesuai dengan level air dalam toren. Sistem ini murni mekanis. Saat level air dalam toren turun mencapai level <em>low</em> dari <em>ball-floater</em>, maka alat ini secara mekanis akan membuka aliran air untuk pengisian. Bila level air sudah mencapai level <em>high</em> dari <em>ball-floater</em>, maka aliran air akan ditutup secara mekanis juga. Jadi sistem kerjanya adalah keran yang bisa buka-tutup secara otomatis. Kelemahan model ini adalah mudah bocor pada bagian keran tersebut, karena dia juga harus bisa menahan tekanan air dalam pipa yang keluar dari mesin pompa air.</p>
<p style="text-align: justify;">Model <em>ball-floater </em>tidak berhubungan langsung dengan mesin pompa air. <em>Start-stop </em>mesin pompa air terjadi karena faktor tekanan air dalam pipa yang sudah cukup tinggi disebabkan aliran air ditutup oleh keran <em>ball-floater</em>. </p>
<div id="attachment_604" class="wp-caption aligncenter" style="width: 269px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Level-Control-Switch.jpg"><img class="size-full wp-image-604" title="Level Control Switch" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Level-Control-Switch.jpg" alt="Level Control Switch" width="259" height="194" /></a><p class="wp-caption-text">Tangki Air dengan Level Control Switch</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan model <em>Level Switch </em>menggunakan kontak <em>relay</em> yang bersifat elektrik, dan ada juga yang menyebutnya <em>liquid level relay</em>. Nama yang lebih familiar di beberapa tempat untuk model ini adalah “Radar”. Sebetulnya ini adalah nama merk. Jadi seperti kita menyebut “Kodak” untuk kamera atau “Odol” untuk pasta gigi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir mirip dengan model <em>ball-floater</em>, hanya saja bola pelampungnya diganti dengan 2 buah “<em>sinker</em>” (pemberat) yang dipasang menggantung dalam satu tali. Kemudian sistem pengaturannya menggunakan kontak <em>relay</em> yang dihubungkan dengan mesin pompa air melalui kabel listrik. Saat level air di toren rendah maka mesin air akan <em>start</em> dan kemudian <em>stop</em> bila levelnya sudah tinggi, sesuai dengan <em>setting</em> posisi dari dua buah sinker tersebut. Sistem ini relatif lebih handal dalam menghindari kebocoran seperti pada model <em>ball-floater</em>, karena mesin pompa air bisa dimatikan secara langsung. Untuk lebih jelasnya mengenai model ini, silahkan dilanjut.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<h4 style="text-align: justify;">Cara kerja <em>Level Control Switch</em></h4>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<div id="attachment_606" class="wp-caption aligncenter" style="width: 230px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Skema-Level-Control-Switch1.jpg"><img class="size-full wp-image-606" title="Skema Level Control Switch" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Skema-Level-Control-Switch1.jpg" alt="Level Control Switch" width="220" height="358" /></a><p class="wp-caption-text">Tangki Air dengan Level Control Switch</p></div>
</div>
<p style="text-align: justify;">Seperti gambar ini, sistem <em>level switch </em>mempunyai cara kerja yang cukup sederhana. Saat air mencapai setengah dari pemberat yang bawah (level <em>low</em>) maka dua pemberat (<em>sinker</em>) akan menggantung dimana total beratnya akan mampu menarik <em>switch</em> yang ada pada <em>switch body </em>di bagian atas. <em>Switch</em> yang tertarik pemberat akan membuat kontak <em>relay</em> menjadi <em>close</em> dan arus listrik akan mengalir melalui kabel ke mesin pompa air yang kemudian <em>start</em> dan mengisi air ke dalam toren hingga mencapai level <em>high</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat air mendekati level <em>high</em>, maka pemberat bagian bawah akan mengambang dan saat level air mencapai setengah dari pemberat bagian atas maka <em>level switch </em>akan kembali ke posisi awal (dengan bantuan pegas yang ada dalam <em>switch body</em>) sehingga kontak <em>relay</em> akan menjadi <em>open</em> dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air <em>stop</em> secara otomatis.</p>
<p style="text-align: justify;">Batas level <em>high</em> dan level <em>low</em> dalam toren ini dapat di-<em>setting</em> sesuai keinginan, dengan mengatur ketinggian dari dua pemberat ini. Cukup dengan mengatur panjang talinya dan kemudian dikencangkan kembali ikatannya.  </p>
<p style="text-align: justify;">Jika <em>setting</em> level <em>low-</em>nya dinaikkan (pemberat bagian bawah posisnya lebih naik), maka volume air dalam toren akan masih tersisa banyak sesaat sebelum air diisikan kembali. Begitu pula jika <em>setting </em>level <em>high</em>-nya dinaikkan (dengan menaikkan lagi posisi pemberat bagian atas), maka volume air akan bisa mendekati maksimum kapasitas yang bisa ditampung dalam toren sesaat setelah mesin air dimatikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya perlu diperhatikan, bila jarak antara kedua pemberat sangat pendek (sehingga jarak level <em>low</em> dan <em>high</em> berdekatan) maka akibatnya interval pengisian air akan lebih singkat sehingga mesin pompa air akan semakin sering <em>start-stop</em>. Apalagi jika toren yang digunakan memiliki kapasitas kecil, misalnya 250 liter. Ingat, <em>start</em> mesin pompa air akan menyerap daya listrik yang cukup besar. (lihat artikel : “<a title="Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat?" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/apa-dampaknya-bila-mesin-pompa-air-sering-start-stop-dalam-interval-yang-singkat/" target="_blank">Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat?</a>”). Karena itu <em>setting</em> pemberat ini lebih disesuaikan pada kebutuhan dengan pertimbangan aspek volume cadangan air dalam toren dan penghematan daya listrik.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<h4 style="text-align: justify;">Bagian-bagian <em>Level Control Switch</em></h4>
<p> </p>
<div id="attachment_609" class="wp-caption aligncenter" style="width: 268px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Bagian-Level-Control-Switch.jpg"><img class="size-full wp-image-609" title="Bagian Level Control Switch" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Bagian-Level-Control-Switch.jpg" alt="Bagian Level Control Switch" width="258" height="740" /></a><p class="wp-caption-text">Bagian-bagian dari Level Control Switch</p></div>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Gambar diatas diambil dari <em>manual sheet Liquid Level Relay </em>merk &#8220;Radar&#8221; (hanya sebagai contoh saja). Sedangkan pada umumnya untuk merk lain juga mempunyai bagian-bagian yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian yang terpasang di sebelah dalam toren adalah dua buah <em>sinker</em> dan <em>L shape bracket</em>. Sedangkan <em>switch body </em>dan <em>water proof cover </em>dipasang pada bagian luar. Perlu diperhatikan pemasangan <em>water proof cover </em>ini harus benar-benar baik, karena letaknya yang ada dibagian luar akan terkena panas dan hujan (toren biasanya dipasang diluar), sedangkan di dalamnya terdapat terminal kabel listrik dari kontak <em>relay</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada <em>switch body</em>, terdapat dua pasang terminal untuk kabel listrik yaitu terminal A1-A2 dan B1-B2. Dua pasang terminal ini merupakan dua macam kontak <em>relay</em> yang mempunyai fungsi berkebalikan. Untuk keperluan yang paling umum gunakan terminal A1-A2, karena fungsi ini yang sesuai dengan cara kerja <em>level switch </em>seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya. Selain itu pihak pabrik pembuat biasanya mempermudah konsumen dengan memberikan tanda dengan hanya memasang 2 buah baut saja pada terminal A1-A2.</p>
<p style="text-align: justify;">Penjelasan mengenai dua pasang terminal ini adalah sebagai berikut :</p>
<div id="attachment_610" class="wp-caption aligncenter" style="width: 612px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Kontak-Relay-Level-Control-Switch.jpg"><img class="size-full wp-image-610" title="Kontak Relay Level Control Switch" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Kontak-Relay-Level-Control-Switch.jpg" alt="Kontak Relay Level Control Switch" width="602" height="473" /></a><p class="wp-caption-text">Dua Macam Kontak Relay Level Control Switch</p></div>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat air mencapai level <em>low</em>, maka dua pemberat tadi akan menarik <em>level switch </em>kearah bawah dan kontak <em>relay</em> A1-A2 akan terhubung, sedangkan kontak <em>relay</em> B1-B2 akan terputus. Karena itu listrik akan mengalir dan mesin pompa air akan <em>start</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat air mencapai level <em>high</em>, maka dua pemberat tadi akan mulai mengambang dan <em>level switch </em>akan kembali ke posisi semula dengan bantuan pegas. Akibatnya kontak <em>relay</em> A1-A2 akan terputus dan sebaliknya kontak <em>relay</em> B1-B2 akan terhubung. Sehingga aliran listrik akan terputus dan mesin pompa air akan mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini sifatnya <em>nice to know </em>saja, di dunia instrumentasi, kontak A1-A2 dinamakan <em>Normally Open </em>(NO) dan kontak B1-B2 dinamakan <em>Normally Close </em>(NC). Kalau mau lebih jelas bisa bertanya kepada bro <a title="Blognya Teknisi Instrument" href="http://teknisiinstrument.wordpress.com/" target="_blank">Teknisi Instrument</a> yang memang pakarnya mengenai kontak NO dan NC ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi anda semua dan silahkan beri masukan atau koreksi bila ada kekurangan atau kesalahan dalam artikel ini.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/cara-kerja-kontrol-level-tangki-air/">Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/cara-kerja-kontrol-level-tangki-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)</title>
		<link>http://www.instalasilistrikrumah.com/mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik-2</link>
		<comments>http://www.instalasilistrikrumah.com/mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 03:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ILR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instalasi&Sirkuit]]></category>
		<category><![CDATA[alat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi listrik rumah]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[listrik rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[MCB]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal listrik]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.instalasilistrikrumah.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah bagian kedua mengenai Miniature Circuit Breaker atau lebih dikenal dengan MCB. Artikel pertama bisa dilihat di &#8220;MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya Listrik&#8220;. Semoga bisa menambah wawasan para pembaca sekalian. &#160; &#160; Spesifikasi MCB Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik rumah. Ada perbedaan antara MCB milik PLN [...]<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik-2/">MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan ini adalah bagian kedua mengenai<em> Miniature Circuit Breaker</em> atau lebih dikenal dengan MCB. Artikel pertama bisa dilihat di &#8220;<a title="MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik/" target="_blank">MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya Listrik</a>&#8220;. Semoga bisa menambah wawasan para pembaca sekalian.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Spesifikasi MCB</h4>
<div id="attachment_575" class="wp-caption alignleft" style="width: 175px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/MCB-NamePlate.jpg"><img class="size-full wp-image-575" title="MCB Name Plate" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/MCB-NamePlate.jpg" alt="Nameplat MCB" width="165" height="318" /></a><p class="wp-caption-text">MCB nameplat dengan kode dan simbol</p></div>
<p>Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik rumah. Ada perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan milik pelanggan yang dijual secara umum. Yang pertama adalah warna<em> toggle switch</em> yang berbeda (dalam produk dari produsen MCB yang sama, milik PLN memiliki warna<em> toggle switch</em> biru dan yang dijual untuk umum berwarna hitam) dan kedua adalah tulisan “Milik PLN” pada MCB yang dipasang di kWh meter. Walaupun ada juga produsen MCB lainnya yang menggunakan warna<em> toggle switch </em>biru untuk produk yang dijual di pasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, mari kita bahas kode dan simbol yang tertulis dalam <em>nameplate</em> MCB tersebut.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Simbol dengan angka 1 dan      2</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Ini adalah simbol dari fungsi MCB sebagai proteksi beban penuh dan hubung singkat (penjelasan detail bisa dilihat pada tulisan bagian pertama “&#8221;<a title="MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik" href="http://www.instalasilistrikrumah.com/mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik/" target="_blank">MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya Listrik</a>&#8220;”). Dari gambar tersebut, hal ini juga menjelaskan bahwa MCB ini adalah 1 <em>pole</em> (karena hanya ada 1 simbol saja). Bila ada dua simbol berdampingan, maka MCB-nya adalah 2<em> poles</em>. Yang umum dipakai di perumahan adalah tipe MCB 1 <em>pole</em>, yaitu hanya kabel phase saja yang diproteksi.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>NC45a</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Merupakan MCB<em> model number</em> yang ditentukan dari produsen MCB. Lain produsen berarti lain <em>model number</em>. Sebagai tambahan informasi, model NC45a ini adalah MCB yang diproduksi untuk keperluan perumahan secara umum.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span id="more-571"></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>C16</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Kode ini menjelaskan<em> tripping curve</em> MCB yaitu tipe “C”, dengan proteksi <em>magnetic trip</em> sebesar 5-10In (In : arus nominal atau<em> rating</em> arus dari MCB) dan angka “16” adalah <em>rating</em> arus dari MCB sebesar 16A. <em>Rating</em> arus ini adalah kode paling penting dalam MCB dan berguna saat pembelian MCB. Penjelasan selanjutnya mengenai <em>rating</em> arus ada di bagian berikutnya.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>230/400V</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Menjelaskan <em>rating</em> tegangan dalam operasi MCB yaitu 230V atau 400V sesuai dengan tegangan listrik PLN 220V.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>4500 dan 3</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px;">“4500” menunjukkan <em>rated breaking capacity</em> MCB, yaitu kemampuan kerja MCB masih baik sampai arus maksimal 4500A, yang biasanya terjadi saat hubung singkat arus listrik. Dimana diatas angka ini MCB akan berpotensi rusak. Dan angka “3” adalah I<sup>2</sup>t <em>classification</em>, yaitu karakteristik energi maksimum dari arus listrik yang dapat melalui MCB.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>12002</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>Catalog Number</em> dariprodusen MCB yang tujuannya sebagai nomor kode saat pembelian.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>LMK; SPLN 108; SLI 175 dan      IEC 898</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Menandakan bahwa MCB ini sudah lolos uji di LMK PLN (LMK : Lembaga Masalah Kelistrikan). Sedangkan tiga kode selanjutnya menyatakan bahwa MCB dibuat dengan mengacu kepada <em>standard-standard</em> teknis yang ditetapkan baik nasional maupun internasional.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>I-ON pada<em> toggle switch</em></li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Menandakan bahwa MCB pada posisi “ON”. Untuk posisi “OFF” maka simbolnya adalah “O-OFF”.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>SNI</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">MCB ini sudah mendapatkan sertifikat SNI (Standard Nasional Indonesia).</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi anda yang merasa awam mengenai listrik, apalagi soal MCB ini, tidak perlu pusing-pusing untuk mengerti <em>nameplate</em> MCB. Hal yang paling penting dalam memilih MCB yang hendak dibeli adalah kode <em>rating</em> arus MCB yang sesuai kebutuhan, seperti contoh diatas yaitu kode “C16”, yaitu<em> rating</em> arus MCB sebesar 16A dengan <em>tripping curve</em> tipe “C”. Kode lain yang perlu diperhatikan adalah kode “LMK” serta “SNI” yang berarti produk ini sudah memenuhi standard tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;"><em>Rating</em> MCB dan Daya listrik PLN</h4>
<p style="text-align: justify;">Contoh yang dibahas dalam bagian sebelumnya menggunakan MCB dengan <em>rating</em> 16A dan <em>tripping curve</em> type “C”. MCB yang dijual dipasaran mempunyai <em>rating</em> arus yang bermacam-macam sesuai kebutuhan. Saat membeli MCB, kita cukup menyebutkan<em> rating</em> arus MCB yaitu berapa<em> ampere</em> dan tujuan pemakaian yaitu untuk perumahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dasar pemilihan <em>rating</em> arus MCB yang ingin dipakai di perumahan tentu disesuaikan dengan besarnya langganan daya listrik PLN yang terpasang. Karena PLN sendiri menetapkan besar langganan listrik perumahan sesuai<em> rating</em> arus dari MCB yang diproduksi untuk pasar dalam negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Tabelnya seperti ini:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="300" height="164">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="127"><strong>Rating Arus Miniature Circuit Breaker</strong></td>
<td width="138">
<p style="text-align: center;"><strong>Daya Listrik PLN</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="127">
<p style="text-align: center;">2A</p>
</td>
<td width="138">
<p style="text-align: center;">450VA</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="127">4A</td>
<td style="text-align: center;" width="138">900VA</td>
</tr>
<tr>
<td width="127">
<p style="text-align: center;">6A</p>
</td>
<td width="138">
<p style="text-align: center;">1300VA</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="127">10A</td>
<td style="text-align: center;" width="138">2200VA</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="127">
<p style="text-align: center;">16A</p>
</td>
<td width="138">
<p style="text-align: center;">3300VA</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Rumusnya adalah : <em>Rating</em> Arus MCB x 220V (Tegangan listrik PLN).</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil perhitungannya adalah angka pembulatan. Jadi bila langganan listrik PLN sebesar 1300VA maka MCB yang dipasang di kWh meter memiliki <em>rating</em> 6A.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah contoh MCB dengan berbagai <em>rating</em> arus.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_576" class="wp-caption aligncenter" style="width: 302px"><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Macam-MCB.jpg"><img class="size-full wp-image-576" title="Jenis-jenis rating MCB" src="http://www.instalasilistrikrumah.com/wp-content/uploads/2011/12/Macam-MCB.jpg" alt="MCB dengan berbagai rating" width="292" height="192" /></a><p class="wp-caption-text">Macam-macam MCB dengan berbagai rating</p></div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kiri ke kanan,<em> rating</em> arus MCB adalah 16A (dari C16), 6A (dari C6) dan 6A (dari CL6). MCB paling kanan adalah milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan tipe C32N dan <em>tripping curve</em> tipe “CL” (hampir sama dengan <em>tripping curve</em> tipe “C”). Bisa dilihat warna<em> toggle switch</em> biru dan tulisan “MILIK PLN”.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Tambah daya listrik PLN</h4>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui fungsi, kode-kode MCB dan hubungannya dengan daya listrik PLN, maka menjadi jelas bahwa dalam hal menambah daya listrik PLN, petugas PLN cukup mengganti MCB yang dipasang di kWh meter dengan <em>rating</em> arus yang sesuai. Tentunya setelah proses administrasinya diselesaikan. Misalnya menambah daya listrik dari langganan 1300VA ke 2200VA, maka MCB-nya diganti dari 6A ke 10A.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya saja ada faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan tambah daya listrik PLN, yaitu faktor kapasitas dari instalasi listrik rumah itu sendiri. Jika anda melakukan tambah daya dari 1300VA ke 2200VA maka akan ada penambahan daya listrik lebih dari 150% kapasitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu faktor yang harus menjadi perhatian adalah ukuran kabel jalur utama yang terpasang pada instalasi listrik rumah, apakah mampu menghantarkan arus sebesar 10A dari sebelumnya 6A.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara mudahnya adalah pastikan ukuran kabel eksisting untuk jalur utama paling tidak berukuran minimal 2.5mm (memiliki kuat hantar arus minimum 19A keatas). Tapi bila tambah daya hingga mencapai 3300VA atau MCB <em>rating</em> arus 16A, maka ukuran kabel harus dinaikkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Efek pada kabel yang dilalui arus listrik mendekati kapasitas nominalnya adalah kabel menjadi panas, dan bila kualitas kabel kurang baik atau sudah berumur, maka bisa terjadi kerusakan isolasi kabel dan berakibat terjadi kebocoran arus listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus lainnya adalah bila rumah yang akan dinaikkan daya listriknya ternyata pada awalnya berlangganan listrik 450VA, kemudian dinaikkan menjadi 900VA dan kemudian karena kebutuhan akan listrik meningkat lagi maka dinaikkan menjadi 1300VA,dan saat tambah daya ternyata tidak diikuti peningkatan kapasitas hantaran pada instalasi listrik rumah. Untuk kasus ini perlu dipastikan kondisi kabel listrik dan juga ukurannya yang sesuai.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: justify;">Apa saja faktor yang perlu diperhatikan dalam membeli MCB.</h4>
<p style="text-align: justify;">Ada berbagai jenis MCB yang ada dijual di pasaran dari berbagai pabrik pembuat MCB, dengan harga yang bervariasi sesuai<em> rating </em>dan spesifikasinya. Pertanyaannya, bagaimana memilih MCB yang berkualitas baik?</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu yang sering ditekankan oleh Pemerintah adalah pilihlah produk yang berlabel “SNI”. Masalahnya adalah, mungkin banyak produk dengan kualitas rendah ataupun merk MCB yang dipalsukan yang juga diberi label “SNI”. Nah..inilah salah satu hal yang tidak mudah. Salah satu caranya adalah cermati harga jualnya. Ada MCB yang dijual dengan harga sangat murah dari produsen yang tidak terkenal. Logikanya, bila harga jual sudah murah, berapa ongkos produksinya dan apa material yang dipakai dengan harga semurah itu. Bila material yang dipakai tidak sesuai standard atau berkualitas jelek, maka efeknya adalah MCB tidak bekerja sesuai<em> rating-</em>nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini berbahaya bagi instalasi listrik terutama pada kabel bila terjadi hubung singkat, yaitu MCB tidak <em>trip </em>atau turun sehingga arus hubung singkat yang luar biasa besar tetap terjadi dan merusak isolasi kabel sehingga timbul percikan api yang dapat mengakibatkan kebakaran. Karena itu belilah MCB yang berkualitas baik mengingat fungsinya yang cukup vital sebagai proteksi dari system instalasi listrik rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga artikel mengenai MCB yang dibagi dalam dua tulisan ini cukup bermanfaat bagi pembaca dan mohon maaf bila alur pembahasannya banyak berhubungan dengan hal-hal teknis. Kita berusaha membuatnya mudah dimengerti. Silahkan bila ada yang ingin menambahkan, koreksi ataupun sharing mengenai penggunaan MCB ini</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.instalasilistrikrumah.com/mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik-2/">MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)</a> is a post from: <a href="http://instalasilistrikrumah.com">Instalasi Listrik Rumah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.instalasilistrikrumah.com/mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>115</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
