MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)
Kasus lainnya adalah bila rumah yang akan dinaikkan daya listriknya ternyata pada awalnya berlangganan listrik 450VA, kemudian dinaikkan menjadi 900VA dan kemudian karena kebutuhan akan listrik meningkat lagi maka dinaikkan menjadi 1300VA,dan saat tambah daya ternyata tidak diikuti peningkatan kapasitas hantaran pada instalasi listrik rumah. Untuk kasus ini perlu dipastikan kondisi kabel listrik dan juga ukurannya yang sesuai.
Apa saja faktor yang perlu diperhatikan dalam membeli MCB.
Ada berbagai jenis MCB yang ada dijual di pasaran dari berbagai pabrik pembuat MCB, dengan harga yang bervariasi sesuai rating dan spesifikasinya. Pertanyaannya, bagaimana memilih MCB yang berkualitas baik?
Salah satu yang sering ditekankan oleh Pemerintah adalah pilihlah produk yang berlabel “SNI”. Masalahnya adalah, mungkin banyak produk dengan kualitas rendah ataupun merk MCB yang dipalsukan yang juga diberi label “SNI”. Nah..inilah salah satu hal yang tidak mudah. Salah satu caranya adalah cermati harga jualnya. Ada MCB yang dijual dengan harga sangat murah dari produsen yang tidak terkenal. Logikanya, bila harga jual sudah murah, berapa ongkos produksinya dan apa material yang dipakai dengan harga semurah itu. Bila material yang dipakai tidak sesuai standard atau berkualitas jelek, maka efeknya adalah MCB tidak bekerja sesuai rating-nya.
Hal ini berbahaya bagi instalasi listrik terutama pada kabel bila terjadi hubung singkat, yaitu MCB tidak trip atau turun sehingga arus hubung singkat yang luar biasa besar tetap terjadi dan merusak isolasi kabel sehingga timbul percikan api yang dapat mengakibatkan kebakaran. Karena itu belilah MCB yang berkualitas baik mengingat fungsinya yang cukup vital sebagai proteksi dari system instalasi listrik rumah.
Semoga artikel mengenai MCB yang dibagi dalam dua tulisan ini cukup bermanfaat bagi pembaca dan mohon maaf bila alur pembahasannya banyak berhubungan dengan hal-hal teknis. Kita berusaha membuatnya mudah dimengerti. Silahkan bila ada yang ingin menambahkan, koreksi ataupun sharing mengenai penggunaan MCB ini
Salam,
Page 3 of 3 | Previous page
Sueta:
January 4th, 2012 at 2:22 am
Kalo untuk 3 phase gimana mas ?
butuh tutorialnya …
nice web btw.
ILR:
January 5th, 2012 at 2:31 am
Pak Sueta,
Terima kasih atas responnya.
Untuk MCB 3 poles untuk sistem 3 phase secara fungsi dan sistem proteksinya sama dengan MCB 1 pole untuk 1 phase.
Hanya saja jumlah toggle switch-nya ada 3 yang di-kopel jadi satu agar saat ON MCB bisa bersamaan.
Rating MCB-nya sama juga dengan MCB 1 pole dan tinggal disesuaikan dengan besarnya langganan listrik PLN.
Semoga informasinya bisa bermanfaat.
Salam,
inderakula:
January 23rd, 2012 at 9:34 am
Wah keren ni web/blog.
Berguna bnget.knpa ga menerbitkan dalam bentuk buku?
Ane nyari2 buku tntang kwh meter rumah,ga ktmu2.
Ada fanpage facebook na ga?
ILR:
January 24th, 2012 at 4:45 pm
Terima kasih mas inderakula untuk kunjungannya dan juga masukan yang inspiratif.
Memang ada rencana untuk buat buku yang aplikatif mengenai instalasi listrik rumah. Hanya saat ini masih fokus untuk improvement website ini. Harap sabar dulu ya…silahkan “kongkow” dulu di web ini, sambil baca-baca artikelnya.
FP di FB saat ini belum dbuat, nanti setelah improvement web selesai, kita akan kesana…akan kita info-kan.
Silahkan jika ada saran lain atau koreksi…
Salam,
Andy:
February 5th, 2012 at 10:41 pm
Maaf mau tanya mengenai kode C di MCB nih mas…kode C2,C4 dst dan ada lagi kode CL2 dst itu perbedaannya apa sih mas? Apa C2 itu untuk 450watt C4 itu 900watt dst? Kalau kode CL apa sama dg kode C? Trims mas.
Dede:
February 6th, 2012 at 2:17 pm
Pertama saya acungkan jempol untuk pembuat web ini, terima kasih informasinya pak.
saya mau tanya cara membagi group,
rumah saya 2 lantai dengan daya 2200 w
terima kasih informasinya.
salam,
Dede
Kota Baru Bandar Kemayoran
ILR:
February 9th, 2012 at 11:21 am
Mas Andy,
Kode “C” menjelaskan tripping curve yang dipakai pada MCB, yaitu kurva C. Kurva ini menunjukkan seberapa cepat MCB akan trip berdasarkan besar arus yang melaluinya. Besarnya adalah 5 – 10 In (In : Arus Normal, misal untuk MCB C2 maka In : 2 A). Jadi semakin tinggi arus yang lewat MCB dan melampaui nominalnya maka MCB akan lebih cepat trip.
Contoh : untuk MCB kode C2 (nominal arus 2A), kecepatan trip MCB akan beda antara arus lewat 2.5A dan 4A
C2/CL2 : arus nominal 2A ; C4 : arus nominal 4A (angka 2, 4,6,10 menunjukkan besar arus nominal MCB).
Arus nominal : arus maksimum yang bisa melewati MCB sebelum MCB Trip.
C2 itu memang untuk langganan listrik PLN 450VA (hasil dari perhitungan 220V x 2A : 440VA, dibulatkan jadi 450VA), begitu juga untuk C4.
Kode CL dan C hampir sama cara kerjanya, hanya CL artinya adalah current limiter. Jadi lebih berfungsi sebagai pembatas arus.
Digunakan pada meter PLN yang terbaru.
Semoga bisa jelas ya mas Andy untuk penjelasannya..
Salam,
ILR:
February 9th, 2012 at 11:35 am
Terima kasih Pak Dede atas kunjungannya.
Cara membagi grup cukup fleksibel. Parameternya akan disesuaikan dengan kebutuhan (berapa group yang dibutuhkan) dan total biaya.
Secara umum, bisa dibagi beberapa grup untuk listrik 2200VA. Misal untuk area rumah bagian depan & tengah, dapur, 2 grup untuk lantai atas, grup untuk peralatan listrik yang cukup besar (AC, water heater dll).
Semuanya itu akan dihitung total biaya yang dibutuhkan. Jumlah antara 4-5 grup cukup standard untuk rumah dengan listrik 2200VA.
Semoga informasinya bermanfaat ya Pak Dede..
Salam,
Waysu:
February 16th, 2012 at 9:50 am
Informasi yang sangat berguna untuk masyarakat awam soal listrik dan MCB. Terima kasih atas info ini.
Salam
Waysu
Denpasar, Bali
ILR:
February 16th, 2012 at 5:50 pm
Sama-sama Waysu…terima kasih telah mampir..
Salam,
Anang:
February 22nd, 2012 at 12:22 pm
Webnya bagus pak,
saya mau tanya: di kator saya total listrik 23000V, di bagi 4 lantai, di lantai 4 kita pasang 2 AC 2pk & 1,5pk, untuk MCB AC kita pasang C10 untuk 2 AC tersebut, dan sekarang MCBnya sering turun apabila kedua AC tersebut dinyalakan bersamaan, apakah MCBnya perlu kita ganti yang C16 / C20 ? terimakasih atas jawabnya
ucun:
February 26th, 2012 at 10:27 am
pak MCB saya sering turun
terus saya lakban itu MCBnya.. bahaya engga ya.. bisnya gemes turun mulu,,
mksh..
nanda:
February 26th, 2012 at 10:46 pm
lam kenal…
saya mau tanya : saya punya rumah kos yang berjumlah 13 kamar dan listrik 2200w….apa perlu tiap kamar dikasih mcb atau dibagi menjadi brp mcb?? mohon sarannya…. trim
ILR:
March 5th, 2012 at 12:47 pm
Pak Anang,
Thanks sudah mampir.
MCB C10 atau 10A mempunyai batas daya maksimum 10A x 220V = 2200VA.
Dengan faktor daya rata-rata 0.8, maka didapat angka 2200VA x 0.8 = 1760 Watt.
1 PK = 746 Watt.
Jika kita asumsikan AC yang dipakai menggunakan teknologi saat ini dan hanya mengkonsumsi daya listrik hanya 70% saja dari 1 pk tadi, maka bisa kita hitung total daya listrik = (2 x 746W x 0.7) + (1.5 x 746W x 0.7) = 1828 Watt.
Maka MCB 10A tidak mampu melayani beban sebesar itu.
Bisa diganti ke MCB C20. C16 bisa saja digunakan, tetapi bila ternyata konsumsi daya dari AC ternyata lebih besar dari 70% dan juga faktor ke depannya bila ada penggantian unit AC dengan yang lebih besar, maka akan ada potensi penggantian MCB lagi.
Semoga bisa bermanfaat buat Pak Anang ya..
Salam,
ILR:
March 7th, 2012 at 4:42 pm
Ucun,
MCB berfungsi sebagai proteksi dati sistem instalasi listrik. Jika terjadi hubung-singkat atau korsleting, MCB adalah alat yang akan memutus aliran listrik sehingga mencegah terjadinya bahaya lanjutan seperti kebakaran.
MCB sering turun ada beberapa penyebab :
1. Beban listriknya melebihi rating MCB itu sendiri. Kalo hal ini terjadi, bisa melakukan tambah daya listrik ke PLN
2. Jika beban listrik terpakai tidak seberapa tapi MCB sering turun, kemungkinan coil di dalam MCB sudah tidak berfungsi dengan baik, jadi MCB sering turun. Sering disebut MCB sudah lemah. MCB harus diganti baru.
Nah…tinggal dilihat yang mana kejadiannya. Kesimpulannya, MCB dilakban itu sangat tidak rekomen..walaupun dah gemes…
Semoga bisa mencerahkan..
Salam,
fairus:
March 7th, 2012 at 9:10 pm
selamat malam mas,
saya sedang mengerjakan tugas untuk mata kuliah kelistrikan, kebetulan dapat bagian mengelompokkan jenis kerusakan / gangguan pada mbc,
dari yang saya baca, ada dua yang bisa saya tarik kesimpulannya,
mbc sering turun : daya lebih besar daripada rating arus atau karena coli rusak
bagaimana tentang apabila mbc terbakar? dan apakah ada gangguan lain?
mohon dishare sedikit lagi ilmunya, hehe
terima kasih, blog nya bermanfaat sekali
Dani:
March 8th, 2012 at 1:35 pm
Siang pak,
Di rumah saya yang baru, menggunakan sikring tapi pernah sekali mati dan kita ganti sikring pun tetap mati, akhirnya saya telp petugas pln.
Nah sama petugas pln yang sikring itu di ganti dengan mcb dan dia bilang sekarang ga dapet netral (grounding nya di putus), tapi kok malah jadi sering jeplak ya pak? nyalain tv aja bisa jeplak apalagi nyalain pc. Nah di MCB tertulis C32N CL4 6000 3, sebelum menggunakan MCB di rumah saya yang tipe 36 full listrik dinyalakan termasuk pc tidak ada masalah..
Minta tolong pencerahaannya pak, sebelum saya panggil lagi petugas pln nya..
ILR:
March 13th, 2012 at 11:49 am
Salam kenal juga Nanda,
Pertimbangannya ada pada cost yang dianggarkan. Idealnya memang dipasang 1 MCB untuk tiap kamar. Jika terjadi masalah pada salah satu kamar, maka hanya kamar tersebut yang akan mati listriknya dan tidak mengganggu yang lain. Tapi, anggaran untuk membeli 13 buah MCB akan cukup besar.
Komprominya bisa dibagi per 3 kamar untuk satu MCB. Jadi total 4 MCB yang dipasang, dengan 1 MCB melayani 4 kamar. Jika ada masalah listrik pada salah satu kamar, masih bisa dilacak dengan melihat MCB yang trip melayani kamar2 mana saja. Kemungkinannya kan hanya 3 kamar saja. Cara ini masih acceptable..
Mudah-mudahan berguna infonya.
Salam,
ILR:
March 20th, 2012 at 12:34 pm
Mas Fairus,
Sekedar menambahkan saja untuk problem pada MCB :
1. MCB trip karena overload (pemakaian melebihi rating arus / beban listrik) atau trip karena terjadi hubung singkat, adalah hal yang wajar karena sesuai dengan fungsinya. Frekuensinya bisa dibilang jarang, kecuali beban listriknya memang selalu dipakai melebihi rating.
2. Bila MCB sering trip/turun padahal beban listriknya tidak seberapa besar dan frekuensinya sering, maka kemungkinan ada masalah dengan komponen di dalam MCB, seperti coil nya sudah tidak berfungsi baik. Orang sering menggunakan istilah ‘MCB sudah lemah’, karena gampang trip. Ini termasuk problem. Faktor penyebabnya bisa jadi umur atau kualitas material, terutama pada MCB yang murah.
3. MCB lambat trip atau malah tidak sama sekali. Faktor kemungkinan penyebabnya adalah material untuk komponen di dalam MCB yang kualitasnya tidak sesuai dengan spesifikasi. Ini yang berbahaya, karena instalasi bisa rusak dan tidak ada yang memutus aliran listrik secara otomatis. Banyak terjadi pada MCB yang harganya murah sekali (logikanya, bila ada 2 buah MCB yang berbeda merk, ratingnya sama dan fungsinya juga sama, tapi harganya yang satu 10rb dan lainnya 60rb, apakah material pembuatnya akan sama?).
4. MCB terbakar bisa disebabkan karena koneksi kabel pada terminal yang kendor, sehingga mengakibatkan panas berlebih dan merusak casing MCB.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk tugasnya. Terima kasih untuk pujiannya dan terus terang kami senang blog ini bisa bermanfaat.
Sukses untuk tugasnya,
ILR:
March 20th, 2012 at 3:50 pm
Pak Dani,
Mohon maaf baru respon..
Problem sikring putus terjadi bila ada hubung singkat arus listrik atau korsleting. Apakah ada tanda-tanda korsleting pada peralatan listrik di rumah Pak Dani?
MCB trip atau jeplak memang ada beberapa kemungkinan : beban listriknya kelebihan, ada korsleting atau MCB nya ada masalah, mungkin coil didalamnya sudah tidak berfungsi baik.
Beban listrik kelebihan kelihatannya bukan penyebab, karena tidak semua beban dipakai.
Kemungkinan kedua bisa dilihat seperti ini : jika menyalakan suatu peralatan listrik, misal TV, tiba2 MCB jeplak. Trus dicoba dua kali tetap sama, kemungkinan ada korsleting. Tapi kalau misalnya TV itu sudah hidup sekian lama kemudian MCB baru jeplak, bukan korsleting. Tapi kemungkinan ketiga, yaitu MCB nya bermasalah. Dengan catatan beban listriknya belum semuanya.
Dilihat dari MCB, Pak Dani berlangganan listrik 900VA. Cukup untuk TV, PC dan lampu.
Apakah MCB yang dipasang itu masih baru atau sudah pernah terpakai? perlu dilihat lagi. Bisa dicoba opsi untuk ganti MCB nya.
Silahkan Pak Dani jika ada pertanyaan lebih lanjut..semoga penjelasan ini bisa mencerahkan.
Salam,
kiki:
March 28th, 2012 at 1:50 pm
Siang Pak,
Saya mau tanya…dirumah saya pasang ac portable., lisrik di sana 2200 V, setelah di pasang ac selama 5 menit mcb turun turus. disana dipasang 4 mcb 6A. mcb yang turun di mcb yang keempat. Apa yang menyebabkan hal ini? apakah saya harus menganti mcb yang sering turun tersebut?..terima kasih atas jawabannya.
Maz Anton:
April 7th, 2012 at 10:28 am
maaf pak, saya mau tanya tentang kelistrikan. Sekarang ini daya listrik dirumah saya 1300watt, saya pakai untuk beberapa peralatan listrik, seperti :
- Mesin foto copy (750watt)
- 1 Unit komputer (350watt)
- Pompa air (100watt)
- Kulkas (75watt) stand by terus
- Setrika (250watt) tidak sering
- TV (75watt)
- Magic Jar (350watt pd saat memasak)
- Kipas Angin (100watt)
- Lampu (total 75-100watt)
Yang ingin saya tanyakan :
1. Kenapa listrik tidak “jeglek”, pdhal kalo dilihat penggunaannya melebihi kapasitas daya rumah ? (kalau malam saya pakai untuk mesin foto copy, TV, kulkas, kipas angin, lampu, kadang2 juga menyalakan pompa air dan komputer) tapi listrik tetap tidak jeplak dan tegangan tetap normal, kemungkinan turun sekitar 5% saja
2. Berapa daya maksimal yg dianjurkan utk listrik 1300watt ?
3. Bahayakah bila melebihi beban maksimal yg dianjurkan ?
4. Lebih irit manakah penggunaan lampu NEON dengan lampu TL pada watt yg sama, misalnya sama2 10 watt, sama2 digunakan selama 5 jam ?
Atas jawabannya, kami ucapkan terima kasih.
Maz ANTON – Madiun
arsenal:
April 9th, 2012 at 1:03 pm
Siang pak.
mau bertanya, digambar proyek yg sedang saya kerjakan di panel LVMDP ada
MCCB 4P 630 A, dan di SDP nya MCCB 3P, 630A. yang menjadi pertanyaan saya
apa itu 4 Pole ?? apakah harus sama 4Pole di LVMDP dan harus 4Pole jg
di Panel SDP ?? bisa gak 4 Pole Di LVMDP dan 3P di SDP ???
Terima kasih
bayu:
April 12th, 2012 at 8:59 pm
malam pak, saya mau tanya apakah tegangan arus di bawah 220v dapat mempengaruhi daya kerja mcb?
panji131:
April 17th, 2012 at 6:13 pm
sore menjelang malam pak…
saya ditanya sama atasan saya,, kalo kita pake 900w terus mcb.a kita pake yang 16 ampere apa yang bakalan terjadi???
trus cara.a agar bisa tau kalau MCB itu kuat untuk suatu alat proyek,, contohnya mesin las,, gimana caranya??
ditunggu pak jawabannya….
URGENT
tata:
April 18th, 2012 at 4:27 am
web nya bagus sekali pak. sekalian mau tanya, kantor saya sudah bayar peningkatan daya dari 4400 ke 6600 ke pln, lalu kami disuruh membayar instalasi ke kontraktor swasta, yang saya mau tanya apa siapa saja bisa kami suruh memasang instalasi listriknya? kalau mcb 3 phase untuk 6600, yang harus kami beli mcb berapa pak? perkiraan harga? dan apa benar perlu pergantian kabel dari isi 3 menjadi 4? terima kasih infonya.
fathur:
April 23rd, 2012 at 9:51 pm
pak
sy mo konsul:
kapasitas listrik d rumah sy 900vA dg mcb trpasang CL4,
sdgkan mcb yg trpasang d dlm rumah brtuliskan C16, C10 & C10
apakh hal tsb sudah sesuai? karna mcb d kwh sering turun.
o..iya bban pemakaian:
AC 3/4 pk, komputer, tv, magic com & kulkas.
Yury:
April 26th, 2012 at 8:02 pm
Malam Mas saya mau nanya untuk MCB satu Phase apakah ada yang 35 Ampere?karena saya cari2 di pasaran sangat sulit saya dapatkan…dan pihak toko pun bilang katanya hanya pihak PLN yang menyediakan MCB 35 Ampere Tersebut…apakah itu benar mas…?Mohon Konfirmasina tq ^_^ …
Yury:
April 26th, 2012 at 8:10 pm
Oya Mas satu lagi…klu seandainya ada kasih tau dunk di tempat atw toko mana ja yg menyediakan peralatan listrik khususna di kota Bogor mksh…
Hendri:
April 27th, 2012 at 2:42 pm
Siang Pak,
Wah artikel-artikelnya sangat bagus pak apalagi untuk kita yang awam dan ingin mengetahui sedikit mengenai kelistrikan. bravo pak.
Maaf pak saya mau tanya dan minta sarannya, seperti yang bapak bilang dicomment sebelumnya untuk rumah 2 lantai dengan daya listrik 2200VA standarnya di bagi jadi 4-5 group.
yang saya tanyakan, apabila saya mau membagi jadi 5 group dengan rincian :
- Lantai 1, dibagi 2 group untuk lampu dan stop kontak
- Lantai 2, dibagi 2 group untuk lampu dan stop kontak
- 1 group untuk alat berat seperti AC dll di lantai 1 dan 2
1. Apakah pembagian ini sudah bagus menurut bapak atau disatukan lampu dan stop kontaknya dan dibagi berdasarkan wilayah?
2. Untuk masing-masing group MCB tipe apa yang bagus dipakai pak?
Terima Kasih pak
untung sobirin:
May 3rd, 2012 at 8:42 pm
mau tanya mas kalo maupasang untuk daya 900 VA untuk pembagian ke masing masing instalasi harus pakai MCB yang berapa amper ya rencanaya mau saya bagi empat jadi harus pakai 4 MCBkan nah masing masing MCB itu harusnya berapa amper begtu mas …terimakasih ,,,
joe:
May 16th, 2012 at 3:27 am
Pagi pak!
Setelah baca2 artikelnya jadi pingin nanya nih..
Kenapa jika ada yang short/korslet, MCB di tempat saya trip / turun dua2nya yaitu MCB dalam dan MCB di meteran? (karena kemaren dan barusan juga trip karena korslet akibat dibuat sarang oleh semut pada salah satu lampu yang jarang digunakan)
Apakah ini normal? karena setahu saya harusnya cuma MCB dalam yang trip.
Apakah berpengaruh jika Arde saya di join dengan netral di MCB dalam bukan di MCB Meteran?
Mungkinkah MCB ditempat saya di pasang di jalur yang berbeda? (satu di fasa & satunya di Neutral)
Trims.
ILR:
June 9th, 2012 at 10:24 am
Kiki,
Menjawab pertanyaannya : “dirumah saya pasang ac portable., lisrik di sana 2200 V, setelah di pasang ac selama 5 menit mcb turun turus. disana dipasang 4 mcb 6A. mcb yang turun di mcb yang keempat. Apa yang menyebabkan hal ini? apakah saya harus menganti mcb yang sering turun tersebut?”
Daya listrik 2200VA, berarti MCB pada meteran (kWh-meter PLN) ratingnya 10A. Kemudian pembagian beban listrik di dalam rumah dibagi atas 4 MCB 6A. Jika MCB no.4 yang turun dan AC portable ini mengambil daya listrik dari MCB ini, maka kemungkinan besar beban listrik di MCB no.4 sudah melebihi 6A. Karena asumsinya ada peralatan listrik lain yang juga mengambil daya listrik dari MCB no.4 selain AC Portable, sehingga beban totalnya cukup besar.
Bisa pertimbangkan langkah2 ini :
1. Telusuri beban2 listrik mana saja yang mengambil daya listrik dari MCB No.4. Caranya mudah, hanya dengan melihat peralatan listrik mana yang mati saat MCB No.4 turun. Jika memungkinkan pindahkan sumber listrik untuk AC portable atau peralatan listrik ke MCB yang lain yang memiliki beban listrik yang kecil.
2. Jika MCB No.4 ternyata hanya melayani AC protable saja, maka periksa berapa konsumsi daya listrik yang dibutuhkan oleh AC portable tsb. MCB 6A maksimal mampu melayani total daya listrik 1320VA, atau 1056Watt (dengan faktor daya 0.8). Bila daya AC portable melebihi 1000Watt, maka MCB 6A perlu diganti dengan MCB yang lebih besar, maksimal 10A agar tidak melebih rating MCB di meteran.
3. Jika cara pada poin no.1 sulit dilakukan, maka bisa mengganti MCB 6A tsb dengan MCB 10A seperti yang dijelaskan pada poin 2.
Semoga jawaban ini bisa membantu.
Salam,
widodo:
June 9th, 2012 at 5:33 pm
trimakasih bos artikel2 nya sangat berguna dan mencerahkan.krn saya kurang paham internet an hanya ini yg bs saya komen,semoga ucapan trimakasih saya bs nyampai dan bisa sedikit memompa smangat pengasuh.wassalam
ILR:
June 10th, 2012 at 12:52 am
Pak Anton,
Pertanyaan yang sama via “contact us” sudah kami respon ya.
salam,
ILR:
June 10th, 2012 at 1:41 am
Pak Arsenal,
MCCB 4 Poles maksudnya ada 4 penghantar (R-S-T-N) yaitu meliputi kutub 3-phase (R-S-T) dan Netral (N) yang melewati proteksi MCCB ini. MCCB 3 poles hanya meliputi penghantar 3-phase saja yaitu R-S-T.
Jika di LVMDP menggunakan MCCB 4P dan 3P di SDP, maka penghantar netral di SDP tidak melewati MCCB tapi langsung ke terminal/busbar netral dan menjadi terminal bersama untuk jalur netral yang keluar dari SDP. Berarti yang diproteksi adalah penghantar2 phase saja (R-S-T). Hal ini bisa saja.
Semoga informasinya bisa bermanfaat.
Salam,
ILR:
June 10th, 2012 at 10:26 am
Pak Bayu,
Merespon pertanyaannya : “apakah tegangan arus di bawah 220v dapat mempengaruhi daya kerja mcb?”
Sebenarnya ada pengaruhnya. Karena MCB bekerja berdasarkan arus listrik yang melewatinya.
Perhitungannya seperti ini :
Suatu rumah berlangganan listrik 1300VA, berarti MCB yang dipasang di kWh-meter ratingnya 6A.
Pada tegangan 220V, jika pemakaian energi listrik di rumah tsb mencapai 1250VA, maka arus listrik yang mengalir melewati MCB = 1250VA / 220V = 5.7A (masih dibawah rating MCB)
Jika tegangan turun misalnya menjadi 200V, dengan pemakaian energi listrik yang sama (1250VA) maka arus listriknya menjadi = 1250VA / 200V = 6.25A (diatas rating MCB –> MCB akan trip).
Gambarannya kira2 seperti itu Pak Bayu, semoga bisa mencerahkan.
Salam,
ILR:
June 10th, 2012 at 8:20 pm
Maaf Panji…terlambat respon.
Kalo dayanya 900VA (bukan 900Watt), tapi MCB yang dipakai 16A, maka daya listrik maksimumnya bukan 900VA lagi, tapi 220V x 16A = 3520VA.
Tapi kalau yang dimaksud adalah daya listrik dari PLN 900VA (rating MCB di meteran adalah 4A), tapi MCB di dalam rumah dipakai 16A, maka jika terjadi kelebihan pemakaian daya listrik (lebih dari 4A) maka MCB yang “anjlok” adalah MCB di meteran PLN. MCB 16A “anteng-anteng” aja, karena masih jauh..baru 4A.
Untuk tahu apakah MCB mampu untuk mesin las, tinggal lihat arus nominal di mesin las-nya. Bisa lihat di nameplate mesin las. Misalnya mesin las punya arus rating 80A, maka MCB 100A sudah cukup untuk melayani mesin las tsb.
Semoga penjelasan ini masih bisa bermanfaat.
Salam,
ILR:
June 10th, 2012 at 8:39 pm
Terima kasih Tata untuk pujiannya.
Langsung kita jawab aja pertanyaannya :
1. Apakah peningkatan dayanya, 4400VA sistem satu phase berubah ke 6600VA sistem 3-phase? Jika ya, maka memang perlu perubahan instalasi listrik yang signifikan. Karena ada penggantian kabel dari inti (atau ‘isi’) 3 (Phase, Netral, Ground) menjadi 4 (Phase R-S-T dan Netral), dan kabel ground menjadi jalur terpisah. Dalam hal ini perlu diperjelas dengan PLN, apakah akan ada pemeriksaan lagi dari PLN atau KONSUIL dan memerlukan SLO (Sertifikat Laik Operasi) seperti pemasangan listrik baru? Jika betul maka memang kontraktor swasta-nya adalah yang menjadi rekanan PLN atau istilahnya BTL (Biro Teknik Listrik).
Kontraktor swasta yang lain bisa2 saja, tapi harus dipastikan bahwa mereka bisa mengurus dokumen2 yang diminta oleh PLN dalam prosesnya.
2. MCB 3-phase untuk listrik 6600VA adalah rating 10A. Perkiraan harga tergantung merk, kisaran dari 160rb – 300rb.
Mudah2an informasi ini masih bisa bermanfaat.
Salam,
ILR:
June 10th, 2012 at 9:59 pm
Pak Fathur,
MCB yang dipasang di dalam rumah lebih besar dari yang terpasang di meteran PLN.
900VA mempunyai MCB hanya 4A, sedangkan yang didalam dipasang MCB 16A, 10A dan 10A.
Jadi jika pemakaian listriknya melebihi 4A maka MCB di meteran yang lebih dulu turun. Dan MCB didalam rumah tidak pernah turun.
Yang benar adalah MCB didalam rumah maksimal 4A (tertulis C4).
Tapi melihat beban pemakaian, sepertinya harus tambah daya. Karena beban2 tsb belum ditambah beban lampu2..
Salam,
ILR:
June 10th, 2012 at 10:22 pm
Mas Yury,
MCB satu phase bisa sampai 63A. Memang tidak ada rating 35A, tapi 32A. Biasanya karena jarang sekali kebutuhan untuk MCB rating sebesar itu maka jarang toko yang menjual. Yang paling banyak dijual rating 4-20A.
Apakah sudah coba mencari di pasar kenari? karena disana pusat toko listrik di jakarta..
Salam,
ILR:
June 10th, 2012 at 10:26 pm
Sayangnya untuk kota bogor saat ini kita belum bisa kasih info yang mantap nih. Kalo ada nanti kita infokan ya via email..
Salam,
ILR:
June 10th, 2012 at 11:45 pm
Pak Hendri,
Terima kasih atas pujiannya pak. semoga tambah bermanfaat.
Langsung kita jawab aja ya, karena dah telat respon nih..
1. Sudah cukup baik pembagiannya, hanya menambahkan untuk alat berat seperti AC sebaiknya dibagi lagi masing untuk AC lantai 1 dan 2. Agar tidak terlalu berat dan tidak mudah trip MCB-nya. Beban lampu dan stop kontak bisa digabung.
Memang nanti akan berpengaruh pada total biaya instalasi listrik dengan pembagian banyak group. Tapi akan memudahkan bila terjadi masalah.
2. Bisa menggunakan MCB 6A untuk masing group, untuk daya 2200VA MCB pada kWh-meter mempunyai rating 10A. Tipenya samakan saja dengan merk MCB yang dipasang PLN pada kWh-meter, hanya ratingnya yang berbeda.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Pak Hendri.
Salam,
ILR:
June 11th, 2012 at 12:06 am
Mas Untung,
Benar pakai 4 MCB. Untuk daya 900VA maka MCB di kWh-meter menggunakan rating 4A. Jadi jika dibagi dalam 4 MCB, rating MCB bisa antara 2A atau 4A, tergantung kebutuhan beban2 listriknya. Jika dirasa cukup besar, bisa pakai 4A. Tapi jangan lebih dari 4A, karena bila terjadi kelebihan pemakaian daya listrik maka MCB pada kWh-meter yang akan “anjlok”.
Salam,
ILR:
June 11th, 2012 at 2:11 am
Mas Joe,
Perlu dilihat rating MCB yang didalam rumah dan meteran, apakah sama kapasitas dan arus hubung singkatnya? Jika ya, memang berarti kedua MCB bekerja bareng.
Jika arde digabung dengan netral pada MCB sebelah dalam akan berpengaruh jika menggunakan meter prabayar, karena bisa menimbulkan tulisan PERIKSA
Untuk instalasi listrik rumah, MCB hanya dipasang sebagai pemutus arus di kabel phase.
Mudah2an penjelasan singkat ini bisa membantu.
Salam,
ILR:
June 12th, 2012 at 12:00 pm
Ucapannya sampai Bos Widodo. Terima kasih juga dan yang sedikit itu sudah cukup berarti untuk menambah semangat.
Salam,
hannan:
June 13th, 2012 at 5:47 pm
Mau tanya pak…
di pabrik tempat saya kerja ada mccb 3 phase utama C401N yang sering sekali strip (gak pernah turun tp strip).
Padahal pemakaian arus yang terlihat di panel cuma sekitar 100A.
Saya sempat menduga apakah mungkin arus yang mengalir tiap R – S – T gak imbang?
atau memang mungkin coil yang lemah?
terimakasih
zaky:
June 15th, 2012 at 3:44 pm
ILR team, tolong pencerahannya ..
saya kesulitan dalam membuat diagram satu garis panel, bisa tolong di jelaskan ..
saya tunggu emailnya ya ..
thkn’s
Sukses selalu ILR
beny:
June 16th, 2012 at 7:59 pm
pak saya mau tanya listrik dirumah saya mati dan saya langsung nelpon pln dan oleh pln dikatakan bahwa kotak sekring saya harus diganti dan oleh petugas pln saya dimintain biaya sebesar 200 ribu untuk biaya pemasangan apa emang aturan dari pl segitu ya harganya ?
VIAN:
June 18th, 2012 at 4:28 pm
ASS WB. MOHON BANTUAN INFO UNTUK RUMUS PERHITUNGAN ANGGARAN BIAYA PADA METERAN 3 PHASE DGN MCCB 150A. SOALNYA SAYA BINGUNG SETIAP PEMBAYARAN 1 BULAN SLALU MENGELUARKAN ANGGARAN PEMBAYARAN SEKITAR 30 JT. MOHON SEKIRANYA BS MEMBANTU. TERIMA KASIH SEBELEMNYA.
ILR:
June 19th, 2012 at 8:44 am
Pak Hannan,
Strip yang dimaksud adalah TRIP. MCCB mempunyai 3 posisi handle : ON – OFF – TRIP. Sedangkan MCB (seperti yang digunakan di perumahan) hanya ada posisi handle : ON – OFF (dimana TRIP satu posisi dengan OFF).
Dan sebenarnya pengertian TRIP beda dengan OFF. TRIP terjadi bila ada masalah yang menyebabkan bekerjanya relay proteksi sistem dan memberikan signal ke MCCB untuk TRIP. Sedangkan OFF terjadi bila MCCB di OFF kan secara manual.
Hal yang perlu dikonfirmasi kembali dari pertanyaannya, untuk analisa lebih lanjut adalah :
1. Rating arus nominal MCCB-nya. Kalo perlu di-photo agar bisa dilihat lebih jelas.
2. Schematic diagram dari MCCB tsb, relay2 proteksi apa saja yang dipasang dan memberikan signal command untuk MCCB trip.
MCCB tidak punya proteksi unbalance, tetapi dimungkinkan trip karena unbalance karena adanya relay proteksi unbalance yang dipasang dan terhubung ke MCCB melalui shunt-trip coil. Jadi melihat schematic diagram sangat penting dalam menganalisa.
Jika bisa dilihat alarm trip dari MCCB, biasanya ada di panel MCCB-nya, maka sekalian di-informasikan apa alarm tripnya.
Silahkan Pak jika ada informasi lebih lanjut.
Salam,
ILR:
June 19th, 2012 at 11:12 am
Zaky,
Sudah kita email lagi, ternyata email sebelumnya ada kesalahan address.
Silahkan untuk berdiskusi.
Salam dan sukses selalu untuk Zaky,
ILR:
June 19th, 2012 at 11:46 am
Pak Beny,
Dari cerita bapak, asumsi kami adalah kotak sekering yang model lama (pakai sekering model keramik) diganti dengan MCB.
Untuk hal ini memang tidak ada tarif resmi dari PLN. Kemungkinan petugas tersebut dari BTL (Biro Teknik Listrik) yang merupakan rekanan PLN dalam pemasangan instalasi listrik atau memberikan penawaran jasa yang dikerjakan secara pribadi.
Salam,
isma:
June 20th, 2012 at 8:24 pm
met mlm mas mas q mau tnya 1pk tuh brp ampere tolong donk
hannan:
June 22nd, 2012 at 9:53 am
Terima kasih pak atas jawabannya…
Mohon maaf saya tidak begitu paham tentang skema2 alat. Jadi saya hanya dapat informasikan beberapa;
Untuk gambar saya upload ke album fb saya… http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3510805649071.2128240.1239763285&type=1&l=1832b9b286
(mohon maaf gambar kurang jelas, pake hp murahan n malem lagi)
Merk MCCB Merlin Gerin seri Compact C401N, ada tulisan kecil2 690~, 35kA, dsb (sepertinya 400A). di link http://www.ebay.co.uk/itm/Merlin-Gerin-Compact-C401N-MCCB-400-Amp-Moulded-Switch-Breaker-Federal-400Amp-/190673378162 cuma 3 Poles tapi di tempat saya 4 Poles.
Di panel terliat beban penuh semua alat (jika normal) sekitar 150A (kurang lebih RST imbang n selisih sekitar 5-10A). Tapi sekarang jarang sampe karena sering trip jadi beban Heater dikurangi, Kondisi beban sekarang sekitar 50A.
Yang aneh adalah kadang kalo dipake las listrik (220v, ambil salah satu dari RST dan N) 2400Watt (kondisi semua alat mati) itu MCCB bisa trip.
Pernah salah satu dari 3 elemen heater mati (jadi beban RST tidak imbang dikit) si MCCB juga sering trip.
Di panel kiri sepertinya adalah Power Factor Controller. saya kurang tahu tentang ini, kadang masuk step 1, kadang step 2. Padahal kondisi beban sangat minim (sekitar 30A)
Mohon pencerahannya pak, apa memang ini lemah atau unbalanced padahal selisih beban RST tidak seberapa (5-10A), atau POwer Factor Controller ataukah ada faktor lain pak?
Terimakasih
spiderfan:
June 22nd, 2012 at 10:05 am
Pak, mohon panduan cara mengganti salah satu MCB saja dari MCB 6A ke 10A. Apakah harus ganti semua atau cukup ganti MCB yang bermasalah saja? Kemudian bagaimana panduan cara menggantinya?
Pak, untuk MCB 10A harga berapa yang direkomendasikan? (mungkin bisa di email untuk mereknya juga pak)
Terima kasih banyak dan ditunggu bantuannya pak
murtioso prayudo:
June 25th, 2012 at 3:17 pm
Salam Kenal pa’…….
Langsung aja mau tanya :
Tegangan listrik dirumah saya 1300V dan menggunakan 2 mcb yang masing2 6 dan 4 ampere.
Yang 6 ampere saya gunakan untuk 2 AC yang kapasitas daya listriknya 330 dan 390v. Kalau sedang menyalakan
2 AC, mcb 6 ampere sering turun meskipun semua lampu dalam keadaan off.
Kenapa bisa begitu ya pa’ dan haruskah saya menambah daya 2200V ????
Mohon pencerahannya……
Thank’s
fajeris:
June 26th, 2012 at 1:19 pm
Om, apa bedanya MCB dengan MCCB???
dan apa fungsi dan kinerja MCCB???
Andi:
June 26th, 2012 at 1:42 pm
Mas,
Awalnya daya listrik di Mushalla kami 1300VA kemudian saya naikkan dayanya ke 2200VA dengan sistem listrik prabayar yang terjadi kemudian adalah Meter PLN tersebut sering jepret atau turun, dan bahkan dalam satu waktu kesempatan shalat isya itu sampai 4 kali jepret. Apa yang sebenarnya terjadi dan gimana solusinya?Mengingat ketika masih dgn daya 1300VA tidak ada masalah jepret/turun tapi setelah dinaikan malah turun.
Terima kasih banyak atas jawabannya.
Tejo,.:
June 30th, 2012 at 10:17 pm
Ass. wr.wb
Mohon pencerahannya ILR, Saya rencana pasang listrik rumah 1300Va, saya akan bagi mnjd 2 group yaitu saklar lampu dengan stop kontak.
1. Sebaiknya MCB yg berapa ampere yg harus saya gunakan untuk lampu dan stop kontak , dan refernsi MCB yg bagus dan berkwalitas?
2. Bagaimana cara membuat groundingnya.
terimakasih. salam,..
Fadilah:
July 2nd, 2012 at 2:32 pm
salam
hari ini baru saja ada instalatur suruhan PLN pasang instalasi setelah meteran.
setelah saya cek ternyata mereka pasang sekering box, kawat gronding, saklar lampu isi dua, satu stop kontak, dan 2 pitingan lampu.
kabel yang menuju sekering mereka pasang nym 4mm sedangkan setelah sekering pakai 1,5mm
pertanyaan saya :
1. apakah semua peralatan diatas adalah paket dari PLN atau Instalatur
2. kenapa masih dipasang sekering? padahal saya sudah sedia MCB Box isi 6. bolehkah sekeringnya tidak saya pakai lagi?
mohon pencerahannya
thanks..
androw:
July 4th, 2012 at 7:17 am
informasi yang bagus.
Aku suka..
HASNAL:
July 6th, 2012 at 2:00 pm
siang pak,
mau tanya pak apakah sama perhitungan besar arus yng keluar dari mcb pln dengan mcb merk lain.
soalnya pelanggan yang beli sering komplain katanya yng merk pln sering cpt jebol…
makasih
ANDY:
July 6th, 2012 at 2:57 pm
webnya bagus banget pak, saya tertarik dengan cara penjelasan bapak yang menarik. jadi mudah dimengerti. kalo boleh kasih usul ditambah gambarnya untuk pemasangan menaikkan daya.
andreaz:
July 7th, 2012 at 7:05 pm
mlm pak.
mau tnya neh tntang MCB,
di lab ruang prancangan kami MCB’nya mmakai 16A,
mngapa hrus mmakai 16A klo kita bsa mmasang lbih ??
thnk..
^_^
bekti:
July 13th, 2012 at 10:44 am
Mas mau tanya nih daya listrik rumah saya 1300 MCB pusat 6 A, trus untuk instalasi saya paralel menjadi 2 MCB masing 4A.( estimasi untuk 850 watt)
Yang saya mau tanyakan apakah pemasangan instalasi rumah saya tidak berbahaya?
anay:
July 17th, 2012 at 5:24 pm
kalau pakai MCB 80A/3phase, berapa arus ideal untuk tiap phasenya dan berapa total daya yang bisa digunakan agar tidak melebihi kapasitas MCB itu sendiri?
terima kasih,
Rina:
July 23rd, 2012 at 1:30 pm
kalau untuk genset 60kVA, MCB berapa yang cocok?
dolvi:
July 27th, 2012 at 9:33 am
cuma satu kalimat buat artikel ini
T.O.P BANGET WEBNYA
sangat-sangat membantu banyak orang
FIRMAN RYANTO:
July 27th, 2012 at 3:25 pm
pertama2 sy mau bilang sangat the best cara anda menjelaskan posting, sy seorang drafter mas, dan dengan penjelasan MCB di atas sy sangat paham sekali tentang MCB
mas perbedaan MCB dan MCCB apa y mas, tolong dong dijelaskan lagi kayak artikel diatas,,, plizzzzzzzzzzzzzzzzzzzz??????? ty
ANDY:
July 30th, 2012 at 10:19 am
mohon bantuannya pak.
listrik dirumah saya 1300, mcb 6A. saya mau membagi arusnya jadi 4A dan 2A, tolong donk dijelaskan cara membagi arusnya (wiringnya), kalo bisa dengan gambar ya pak… hehehe
minta pencerahan pak, bagusnya pembagiannya bagaimana kalo 1 mcb untuk ac 1pk.?
terima kasih…
andre:
August 4th, 2012 at 6:10 am
sungguh luar biasa,daari hampir semua pertanyaan yang diajukan,anda kelihatan sangat menguasai akan bidang ini secara mendalam dan mendetil.serta dari semua kata2 yang dijawab,.terdengar sangat cerdass..saya sangat salut dengan anda,dan web ini.semoga tetap on line membantu kita semua.
Ekfan Susanto:
August 29th, 2012 at 8:37 am
Dear mas,
Setiap bepergian agak lama, breaker utama yg dari pln selalu sy matikan, ketika balik saya hidupkan lagi namun selalu ada kendala yaitu salah satu breaker mcb selalu turun, mohon petunjuknya
jimmy prawidhia:
August 30th, 2012 at 11:00 am
gimana cara pasang handle listrik
Johannes:
September 5th, 2012 at 3:45 pm
maap nih om…
mau koreksi yg d tabel… MCB 16A itu daya kontrak PLN nya 3500 VA
Terima kasih
gunawan:
September 16th, 2012 at 12:59 pm
saya gunawan , sy mau tnya mass . dirmh saya ,” saya memakai . tv. kipas angin , DVD . lampu . trus ketika saya memakai kulkas tiba2 kipas angin putaran nya lemah / lambat, tp nggak turun mcb misal nya kulkas nggak dipakai kipas angin nya , ngebut putaran nya > . kenapa ya bisa gitu mass ????
1 lagi mass >?
…………. 3 fhasa kan nggak memakai netral (R-S-T) < misal nya klo kta mw membuat satu instalasi lampu . kita kan bisa ambil salah satu fhasa R-S-T bebas yang mana aj ,, tp .. gimana dgn netral nya ????
Rian Hermayanti:
September 17th, 2012 at 10:23 am
Ryan :
boleh ikut bertanya….
saya melakukan tambah daya listrik dari 900 ke 1300 Va. tapi saya tidak ada di lokasi rumah yang di tambah daya.
yang mau saya tanyakan, bagaimana cara mengetahui apakah daya listrik di rumah tersebut sudah 1300 / belum?
tanpa harus datang ke lokasi rumah yang tambah listrik.
terima kasih atas bantuannya.
Abu Umar:
September 19th, 2012 at 8:51 pm
Assalamu’alaikum. Alhamdulillah ada web yang bagus yang memberikan kami pengetahuan tentang seluk beluk kelistrikan. Saya mau bertanya pak. Kami pelanggan PLN dengan daya 1300VA dengan MCB di meteran listrik tertulis 6A. Baru-baru ini kami memasang 3bh AC, kemudian ada 2 unit PC, 1unit water dispenser yang menyala terus juga ada magic com dan 3 televisi layar datar dengan konsumsi daya masing-masing 200W, 160W dan 100W. yang ingin kami tanyakan, kenapa MCB di sisi meteran listrik selalu turun setelah seluruh peralatan yang ada ( tidak termasuk magic com ) menyala kurang lebih 8 – 10 menit? O ya, instalasi listrik di rumah kami sudah berusia sekitar 15 tahun dan menggunakan kabel penghantar ukuran 1,5mm untuk saklar dan stop kontak. MCB di dalam rumah 3bh dengan masing-masing 6A. Apakah kami harus tambah daya? Mohon bantuan penjelasannya pak dan sebelumnya kami ucapkan terima kasih banyak
Yan:
October 2nd, 2012 at 11:58 pm
Selamat malam mas,,dirmh sy 2200 VA..
1. berpakah umur kabel instalasi hingga harus diganti?
2. kabel yg keluar dr pembatas 6mm2 trus yg dijalur utama brp mm2? dan yg ke stop kontak brp mm2?
3. apakah boleh menyambung kabel dr jalur utama 2,5mm2 ke 1,5mm2 utk STOP kontak?
4. yg dipasang mcb 10 A (instalasi dlm rmh) apakah tdk apa2 terhadap kondisi kabel dijalur utama 2,5mm2?
5. apakah sesuai dgn PUIL 2000 jika mcb 10 A dipasang dgn kabel 2,5mm2?
Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya…
Erwin:
October 3rd, 2012 at 12:05 am
Web yg mencerdaskan,,,mas,,aku mau nanya…
1. mesin air drmhku 750 watt dipasangi kabel serabut 75 mm (kabel isolasi terluar putih) apakah aman??
2. apakah aman jika mcb 6 A dan 4 A dipasang bersamaan? krn setahu sy sbgai org awam listrik mcb musti sama2 amperx? karna beban musti imbang?
makash penjelasannya.
djarot:
October 7th, 2012 at 11:12 pm
Malem Pak..saya mau nanya nie…kalo dimeteran ada 3 MCB artinya apa ya..?daya untuk meteran tersebut sekitar 23000 VA.kalo digunakan untuk 50 komputer kok sering mati ya Pak..Terima Kasih..Mohon pencerahnnya..
djarot:
October 7th, 2012 at 11:17 pm
MAlem Pak..saya mau tanya Pak..ditempat saya ada meteran dengan 3 MCB yang berdaya 23000 Watt.apakah cukup untuk menghidupka komputer 60 unit ditambah 5 AC 1 PK?karena sering sekali anjlok dayanya..terima Kasih..mohon pencerahannya…
Daeng sanre:
October 11th, 2012 at 5:12 pm
Pak sya sekartang sedang memasang mesin perkins 4silinder dengan kapasitas 60kVA, bisa dijelasin cara masang kabel ground dari mesin kedalam tanah? mohon bantuannya
terimakasih
syaiful:
October 16th, 2012 at 5:19 pm
mas aq punya masalah mcb d rumah sering trip semisal kulkas sama tv aq nyalain pasti trip dengan daya meteran 450 watt solusinya gimana apa harus pake power supply.trims
abdel:
October 17th, 2012 at 8:54 am
mau tnya mas kalo peng hitungan daya buat 3 poel itu gmna ya?
kan klo buat 1 poel di kali nya 220,nah kalo buat 3 poel gmna tu?
heri:
October 21st, 2012 at 7:15 pm
pak mau tanya kenapa mcb utama bisa ngetrip pada saat terjadi konslet padahal sudah di pasang mcb grup. makasih
Bambang Tri:
October 21st, 2012 at 11:04 pm
Mau tanya mas,
saya punya problem di gudang saya pakai listrik 3 phase. di MCB lampu digunakan untuk lampu pagar dan lobby gudang melalui masing2menggunakan 2 buah dublbe saklar (1 saklar 2 buah lampu paralel) . problemnya MCB tsb sering trip setelah ON 3 sampai 5 menit. bahkan saklar lampu dalam keadaan OFF. apalagi di ON
*saya sudah cek lampu pagar dan lobby satu per satu tidak ada masalah
*saya sudah coba ganti MCB tsb tp masih terjadi trip
Itu saja mas,
Tolong bantu saya untuk mengatasi masalah ini. by email lebih afdol.
Matur nuwun
Bambang
jaya:
October 25th, 2012 at 2:01 pm
mohon bantuannya pak.
kalo kebutuhan listriknya sampe 6000 VA, MCB yang dipakai sebaiknya berapa ampere dan berapa phasa pak?
terima kasih atas bantuannya
deo:
October 28th, 2012 at 7:11 am
tolong dibantu saran dong pak, listrik trpasang 6600va 3phase dgn 7kamar tidur masing” ac 2pk+ 1pompa air jetpump.
rencana menambahkan mcb/kwh u/ tiap kamar agar lbh mdh dikontrol.
misal satu kmr trdpt 2-3 titik lampu @18-20w, ac 2pk dan stOkontak u/ kukas 1pintu 50w,magicom 350w, tv crt 21″, pemanas air 300w.
yg ingin ditanya :
1.cukupkah 6600w u/ mensupply keperluan 7kamar?
2. u/setiap kmr, mcb brp ampEre yg diperlukan u/ stopkontak, titik lampu dan ac?
terimakasih.
yahya:
November 15th, 2012 at 11:30 am
saya sering bingung membedakan MCB yang bagus antara C6 dan CL6 ,dan bagaimana cara membedakannya
itu saja sih
hendro:
November 16th, 2012 at 12:56 am
mas mau nanya….
saya ada usaha warnet dengan 8 komputer, arus terpasang dari PLN 1300 va dan memakai mcb di dalam 10A, kemudian saya gunakan juga stavol 5kva
kira-kira topologinya begini ;;
PLN >> MCB 10A >> Stavol 5kva >> Jaringan di warnet
Yang jadi masalah, setiap Stavol di On kan ( klu malam di OFF kan) maka mcb PLN slalu trip, terpaksa cok semua komputer di cabut dari stop kontak. Dan bila semua cok sudah dicabut maka kesemua komputer dapat dinyalakan..tanpa trip lagi..
1. Apakah memang kurang daya listrik saya?
2. Bila kurang daya, mengapa semua komputer dapat dinyalakan setelah semua cok dicabut..?
3. Apakah ada kesalahan pada MCB saya, dan bgmana urutan pemasangan jaringan saya..apakah ada kesalahan?
4. Saya menggunakan kabel 2 x 1.5 murni SNI, apakah tidak bermasalah?
Mohon Maaf karena terlalu banyak pertanyaannya, maklum teknisi terpaksa..
bila berkenan via email saja………Terima Kasih banyak….
MUCHLISIN:
November 27th, 2012 at 10:28 am
750 watt = 750/220 = sekitar 3,5 A , dan untuk kabel srabut itu apa benar diameter 75mm atau 0,75mm??kalo mau lebih aman lebih besar diameter kabel lebih baik ( tapi mahal ) saya sarankan 2.5 mm saja
untuk pemasangan MCB bisa dipasang berapapun dan disini saya bingung apakah dipasang secara seri atau paralel?? kalo seri dan tidak bercabang pemasangan double MCB tidak berguna karena yang terkecilo yang akan memutus arus ( bila arus lebih )
kalau dipasang parallel berbeda beban / cabang boleh saja 1 mcb untuk mengamankan 1 beban
kalo output digabung..berbahaya jangan dilakukan!!!
semoga bermanfaat
agung:
December 3rd, 2012 at 12:35 pm
mas saya mau tanya banyak tentang mcb,,,karna saya sedang pendalaman skripsi_bisa membantu saya atau tidak mas__jika ada contact atau email bisa minta tidak?
titik:
December 18th, 2012 at 12:45 pm
murah mana listrik yang memeakai meteran dengan listrik pulsa,, trimakasih semoga di bantu
WAWAN:
February 8th, 2013 at 12:41 am
Salam kenal pak, saya mau menanyakan cara membaca spec MCCB. Di nameplate tertera 25 kA/380V, 35kA/220v, sedangkan di handle MCCB tersebut tertera 60A. Jadi berapa amper kapasitas dari MCCB tsb, mohon dibantu, terima kasih
egi:
February 8th, 2013 at 1:55 am
selamat pagi pak,saya udah daptar tambah daya tapi tdk di acc aja,ada solusi lain gak,misalkan perangkat yang bisa menaikan daya,makasih
Erick:
February 9th, 2013 at 12:17 pm
salam kenal pak,
saya mau ikut nanya juga pak. Dirumah saya menggunakan ELCB dengan 5 MCB yang di bagi untuk beberapa kebutuhan :
ELCB nya 25A/0.03
Daya di rumah 2200
MCB 1 = 6A , untuk lampu-lampu
MCB 2 = 10A, untuk stop kontak(colokan listrik )
MCB 3 = 10A, untuk AC
MCB 4 = 10A, untuk AC
MCB 5 = 10A, untuk AC
dan yang ingin saya tanyakan kenapa MCB 2 yang untuk colokan listrik selalu membuat meteran turun dan MCB nya juga turun, saya cek tidak ada yang konslet karena setiap saya naikkan kembali , lalu sekitar 10 – 30 menit akan kembali turun. bila MCB 2 tidak saya naikkan tetapi MCB 1, MCB 3, MCB 4, dan MCB 5 saya naikkan meteran tidak turun.
Mohon pencerahannya
Terima kasih
Wawan:
February 11th, 2013 at 10:19 pm
kalau saya boleh kasih saran sebaiknya bapak cek stop kontaknya, kemungkinan ada short circuit atau ada konslet atau lembab. Apabila stopkontak ok, bapak cek peralatan yg di gunakan apakah dari peralatan tsb yg menyebabkan konslet. Saya pernah mengalami hal tsb, dan setelah di cek ternyata salah satu stopkontaknya ada yang lembab.
jeff:
February 21st, 2013 at 10:47 pm
mas, mau tanya..dikantor saya ada genset 40 kva, dan saya ada ac 3 phase sebanyak 4 buah, ketika 1 AC saya hidupkan, lalu saya cek ampernya = 4 A, 7 A, 5 A.
kalau saya hidupkan 2 AC, saya cek ampernya = 8 A, 14 A, 9 A
kalau saya hidupkan 3 AC, saya cek ampernya = 12 A, 21 A, 13 A
kalau saya hidupkan 4 AC, saya cek ampernya = 16 A, 28 A, 18 A, pada posisi ini Genset saya Overheat.
Yang saya tanyakan :
1. Kenapa Genset saya bisa Overheat
2. Apa yang saya lakukan sehingga AC saya bisa hidup semua tapi Genset saya tidak Overheat
nb. masing masing AC memakai MCB 25 A.
Tolong bantuan teman teman ddan teriima kasih.
budhisetiyo:
February 24th, 2013 at 6:08 am
kita saling share….
Saya setuju dengan jawaban dari sdr wawan mungkin sebaiknya dilakukan pengecekan pada tiap-tiap stop kontak dan juga instalasi kabel pada MCB 2..
Sedikit menambahkan juga bawasannya fungsi dari ELCB ini lebih sensitif (peka) dari pada MCB. karena fungsi dari ELCB itu sendiri sebagai pengaman arus bocor.. sedikit saja ada kebocoran arus maka ELCB bisa langsung trip. bisa dikatakan untuk pemasangan atau penggunaan ELCB harus benar benar memperhatikan pemasangan instalasi listriknya, apakah instalasi sudah terpasang dengan baik artinya sudah terjamin untuk keandalannya.
Adi:
March 1st, 2013 at 2:21 pm
Pak Hendro.
Saya bantu jawab ya..
Di dalam power supply komputer dan monitor terdapat kapasitor. Pada saat pertama kali dihubungkan ke tegangan listrik, kapasitor tersebut akan terisi muatan listrik. Pada saat proses pemuatan listrik ke dalam kapasitor itu terjadi arus puncak yang sangat besar, apalagi bila 8 buah komputer dihubungkan secara paralel dan dihubungkan ke sumber listrik secara bersamaan, maka arus puncak pada saat pengisian kapasitornya akan luar biasa besar. Tapi itu hanya sesaat saja, setelah beberapa detik akan normal kembali. Tapi walau demikian arus puncak pengisian tsb cukup mampu untuk membuat MCB “nge-tripp”.
Solusinya buatkan stop kontak yang ada saklarnya pada tiap2 komputer. Sebelum menghidupkan stavol, kondisikan semua saklar dalam kondisi OFF. Lalu setelah stavol dinyalakan barulah saklar pada kontak tsb dinyalakan satu persatu.
Al adn:
March 24th, 2013 at 8:54 pm
Coba cari namanya soft stater buat tv nya
Al adn:
March 24th, 2013 at 9:04 pm
Coba :
1. Pastikan anda memang butuh tambahan daya,ataukah hanya butuh pada waktuwaktu tertentu? jika memang butuhnya selalu,ya mau tidak mau tambah daya, tapi bila kondisi tertentu saja, misal malam hari/sore hari, mungkin perlu penjadwalan pemakaian, misal pompa air bisa siang, setrika siang dll.
2. Ganti beban dgn yg hemat energi, lampu TL biasa jelas boros
3. Pasang penghemat listrik, banyak dijual di pasaran, jika beban rumah banyak induktor, misal lampu TL, AC, kipas angin.
Al adn:
March 24th, 2013 at 9:21 pm
Yg ada tulisan kA adalah rating/kemampuan sesaat menahan ledakan akibat shorcircuit,dari tulisan diatas,maksudnya jika dipakai di sistem 220v maka arus sesaat yg diijinkan sebesar 35kA, angka ini dari perhitungan yg berasal dari sumber listriknya dan beban utk MCCB tsb(misal dihitung program ETAB), klo mnurut saya MCCB tsb kemungkinan berkapasitas 60A. Coba di cek di nameplate.
BAYU:
March 29th, 2013 at 10:04 am
sssip ni,,,
q mau nanya ni mas,,
kalo di atas skakel MCB tertulis CL4,,itu untuk kapasitas daya listrik brapa ya?450V atau 900V?trimakasih sbelumnya…
adi mulia:
April 2nd, 2013 at 9:54 am
6000VA :3:220=9,09 A pakai saja 10A atau 12 A biar lebih aman
DIDI:
April 6th, 2013 at 10:14 pm
mas saya mau tanya nih
knapa mcb di meteran pln selalu turun kalau ada konslet di rumah ? padahal mcb di meteran 10 amp 3 phase , dan di rumah pake yang 6 amp 3 phase
Adi:
April 7th, 2013 at 8:18 am
Websitenya Sangat berguna sekali, bikin semua orang jadi paham.
Tapi sayang website pengunjung ramai seperti ini gak ada iklan, coba mas buat kolom iklan. Kan duitnya bisa bikin semangat untuk terus melanjutkan website ini bertahan dengan isi-isi yang sangat bermanfaat ini. Salam mas, maju terus….
Dedy:
April 9th, 2013 at 10:52 am
Selamat siang pak. Saya mau tanya nich.
Rumah saya sebelumnya mempunyai daya 1300, masalahnya adalah apabila aliran listrik mati kemudian nyala kembali meteran selalu turun. Nah sebelum meteran di-ON-kan semua peralatan listrik harus di-OFF-kan dahulu baru bisa menyala kembali.
Kemudian daya saya tambah dari 1300 ke 2200 dan meteran diganti jadi sistem voucher. Pada saat aliran mati kemudian hidup kembali meteran tetap turun, tapi untuk menghidupkan kembali sudah tidak perlu mematikan perlatan listrik. Kenapa ya pak ini bisa terjadi?
Sebagai informasi:
1. Saya pake dispenser, kulkas.
2. MCB dimeteran voucher memakai C32N; CL10
3. MCB didalam ada 4 buah: ada yg pake CL16 dan CL10
Terima kasih.
stenly:
April 13th, 2013 at 8:58 pm
selamat malam pak
sy mau nanya
rumah saya mempunyai daya 900w dengan 3 mcb masing2 2A
kamar saya ada komputer
kenapa setiap kali menghidupkan stavol mcb yg terhubung dengan kamar saya turun?
saya sudah coba cabut semua kabel di stavol dan stavolnya dipasang tetapi mcbnya tetap turun.
terima kasih atas bantuannya
Hendra:
April 17th, 2013 at 2:45 pm
Salam mas,
dirumah saya mengguankan 1300Va, dan rencananya akan dibagi ke 4 kamar. dimana 1 kamar kebutuhan dayanya 600W (dibawah ) dan sisanya untuk ke 3 kamar (diatas)..
nah, berapakah kebutuhan rating mcb untuk ke2 bagian diatas (yang dibawah dan yang diatas).
terima kasih
Maz_DaRto:
April 18th, 2013 at 2:09 pm
mau tanya… seumpama sekering d rmh d ganti dg MCB (jd MCB ad 2, 1 di Meteran luar dan 1 sbg penganti krja Sekering). apakakh MCB’y hrus sama dg Ampere dg yang d meteran luar (2A: krn pkai 450 w) atau blh d ksh yang lbh bsr smisal 4A tau 6A. trims
Sutrisno:
April 20th, 2013 at 4:46 pm
3 MCB biasanya ada penghubungnya adalah untuk 3 phase
Sandi A.:
April 25th, 2013 at 2:22 pm
Permisi, Numpang Tanya donk..!!
pada materi di atas mengenai arti C16tertulis :
“Kode ini menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe “C”, dengan proteksi magnetic trip sebesar 5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB)”
Maksudnya dengan magnetic trip sebesar 5-10IN apa??
selain Type “C” ada type apa lagi…??
Terima Kasih
Sandi A.
hj:
April 29th, 2013 at 2:58 pm
magnetic trip 5-10 In, ada hubungannya dengan arus starting dan arus short circuit dari beban,…selain kurve c ada curve b (3-5 In) selain ityu ada kurve D kurve z.
curve B biasanya banyak dipakai di beban DC atau beban yang shortcircuitnya dibawah 5 In…
kalau kurve D dipakai kalau arus starting dari beban sangat besar.