Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)
Halo….Bertemu lagi kawan pembaca dalam lanjutan artikel dengan tema mengenai jenis-jenis perlengkapan yang dipasang dalam instalasi listrik rumah. Bila belum anda belum membaca bagian pertama, silahkan klik dulu di “Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah” agar lebih mudah mengikutinya. Oke yah…untuk yang sudah baca silahkan langsung saja ke materi berikutnya.
3. Kabel Listrik
Kabel adalah bagian dari instalasi listrik yang berfungsi menghantarkan arus listrik sampai ke peralatan listrik. Kabel ini seperti pembuluh darah dalam tubuh manusia, ada pembuluh darah arteri dan ada pembuluh darah balik. Bila ada saluran pembuluh darah yang bocor, tentu tubuh tidak akan bekerja dengan baik. Kabel listrik pun demikian, bila ada saluran yang bocor maka akan terjadi gangguan dalam instalasi listrik rumah anda.
Beberapa jenis kabel yang umum dipakai dalam instalasi listrik rumah :
- Kabel NYA
Merupakan kabel berisolasi PVC dan berinti kawat tunggal. Warna isolasinya adalah merah, kuning, biru dan hitam. Jenisnya adalah kabel udara (tidak untuk ditanam dalam tanah). Karena isolasinya hanya satu lapis, maka mudah luka karena gesekan, gigitan tikus atau gencetan. Dalam pemasangan selalu dimasukkan dalam pipa PVC yang berfungsi sebagai konduit.
Berbicara mengenai konduit, pengertiannya adalah suatu selubung pelindung, biasanya pipa PVC tipis (berbeda dengan pipa PVC untuk saluran air bersih) yang diisi kabel listrik yang bertujuan melindungi kabel dari gangguan luar.
- Kabel NYM
Kabel jenis ini mempunyai isolasi luar jenis PVC berwarna putih (cara mengenalinya bisa dengan melihat warna yang khas putih ini) dengan selubung karet di dalamnya dan berinti kawat tunggal yang jumlahnya antara 2 sampai 4 inti dan masing-masing inti mempunyai isolasi masing-masing dengan warna berbeda. Jadi seperti beberapa kabel NYA yang dijadikan satu dan ditambahkan isolasi putih dan selubung karet.
Kode yang digunakan untuk jenis kabel ini adalah misal : 3C x 2.5 sqmm, dimana 3C menandakan jumlah inti (3 inti kabel), 2,5 sqmm menandakan ukuran penampang kabel dalam “square millimeter”.
Kabel ini relative lebih kuat karena adanya isolasi PVC dan selubung karet. Pemasangannya pada instalasi listrik dalam rumah bisa tanpa conduit (kecuali dalam tembok), tetapi bukan untuk tipe “outdoor”. Harganya lebih mahal dari tipe kabel NYA.
- Kabel NYY
Warna khas kabel ini adalah hitam dengan isolasi PVC ganda sehingga lebih kuat. Karena lebih kuat dari tekanan gencetan dan air, pemasangannya bisa untuk outdoor, termasuk ditanam dalam tanah. Kabel untuk lampu taman dan di luar rumah sebaiknya menggunakan kabel jenis ini. Harganya tentu lebih mahal dibanding dua jenis kabel sebelumnya.
Sedangkan kabel berinti serabut, biasanya ada 2 inti dan 2 macam warna, disebut NYMHYO, biasanya digunakan untuk loudspeaker atau sound system atau untuk lampu-lampu berdaya kecil.
Ngomong-ngomong, semoga anda tidak bingung ya dengan penamaan kabel ini. Sederhananya kalo anda ingin beli kabel listrik adalah sebutkan jenis inti kabel, apakah inti kawat dan serabut, kemudianjumlah inti (2 inti (cores) atau 3 inti), ukuran atau size kabel (1.5 sqmm, 2.5 sqmm, dll). Kabel yang diinginkan tentu tergantung pada kebutuhan dan biaya yang dialokasikan. Karena cukup banyak manufaktur pembuat kabel, dan kualitasnya berbeda-beda. Untuk itu kami sudah merencanakan untuk membuat satu artikel khusus yang membahas lebih dalam mengenai kabel ini…harap tunggu ya..
4. Sakelar (“Switch”)
Pada instalasi listrik rumah, keberadaan saklar ini sangat lazim dipasang untuk menghidupkan atau mematikan lampu. Pemakaian lainnya adalah untuk bel rumah, stop kontak atau “extension outlet” ,misal kabel rol (silahkan baca artikel “Hati-hati menggunakan kabel rol”), yang mempunyai fasilitas sakelar.
Fungsi dari sakelar adalah sebagai penyambung atau pemutus aliran listrik pada suatu penghantar sumber listrik ke beban.
Berdasarkan cara pemasangannya dapat dibedakan menjadi :
- Sakelar in-bow yang ditanam dalam tembok atau dinding
- Sakelar out-bow yang dipasang pada permukaan tembok atau dinding.
Berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi :
- Sakelar On-Off, yaitu bekerja menghubungkan arus listrik bila tombol ditekan pada posisi ON dan memutuskan arus listrik bila ditekan ke posisi OFF. Contoh paling mudah adalah sakelar lampu, sakelar stop kontak atau “extension outlet” (yang mempunyai fasilitas sakelar).
- Sakelar push-on, yaitu bekerja menghubungkan arus listrik hanya bila tombolnya ditekan pada posisi ON, dan otomatis OFF bila tekanan dilepaskan. Contoh pemasangan adalah bel pintu.
Berdasarkan jumlah tombol per unit sakelar, maka sakelar dapat dibedakan menjadi :
- Sakelar tunggal, hanya mempunyai satu buah tombol saja. Jadi hanya ada satu saluran input dan satu saluran output.
- Sakelar majemuk, mempunyai tombol lebih dari satu. Satu saluran input pada sakelar tersebut dan beberapa saluran output yang tergantung dari jumlah tombolnya.
Mudah-mudahan anda tidak bingung dengan istilah-istilah diatas. Hal terpenting adalah, anda tahu fungsi atau kegunaannya dan familiar dengannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena peralatan listrik “Tidak kenal maka tidak hati-hati…”.
Kami cukupkan bagian kedua ini. Bagian selanjutnya akan dibahas pada artikel berikutnya, “Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (3)“. Semoga pemahaman anda makin bertambah ya..
Salam,
ILR-Team
6 Responses to Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)
Leave a Reply Cancel reply
Artikel Populer
- Arde atau Grounding untuk... 58,153 views
- Sistem Listrik 3-Phase 49,581 views
- Pengawatan Meter Prabayar... 42,414 views
- Kabel Listrik dan Kuat Ha... 39,755 views
- MCB sebagai Proteksi dan ... 32,494 views
- Beranda 30,956 views
- Bagaimana Memastikan Syst... 28,085 views
- Cara Kerja Kontrol Level ... 25,914 views
- Apa dampaknya bila mesin ... 23,239 views
- Mengenal Peralatan Instal... 22,978 views
Artikel Terbaru
- Forum InstalasiListrikRumah.com resmi diluncurkan
- Kenaikan Tarif Listrik per 3 bulan tahun 2013
- Banjir….Waspadai Instalasi Listrik bila Rumah Tergenang
- Daya Listrik PLN : 1300Watt atau 1300VA?
- Sistem Listrik 3-Phase
- Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan “PERIKSA”
- Faktor Koreksi Kuat Hantar Arus dan Warna Kabel
- Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus
- Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay
- Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air
Need Information?
Berlangganan Artikel
Website Counter
Kategori
- Artikel (18)
- Instalasi&Sirkuit (9)
- Keselamatan (2)
- Pengertian Dasar (4)
- Peralatan Listrik (3)
- Berita (4)
- Sharing (1)
- Tips (2)
Komentar Terbaru
- irwansyah: Mas Fathur, Sebagai koreksi, detuned reactor BUKAN untuk menghilangkan harmonic, tapi untuk mencegah...
- irwansyah: Wah, terima kasih pak Oco atas koreksinya. Ya benar pak, RYB=(Red Yellow Black) Saya baru sadar, kenapa S...
- irwansyah: Melengkapi jawaban mas bayu, S=1.732 x Vp-p x I S=1.732 x 380 x 250 S=164.540 VA = 164,54 KVA Dalam...
- Ardi: S = V x I = 380 V x 250 A =95000 VA =95 kVA
- Oco Karso: Koreksi ya Pak Irwan untuk standart warnanya R: merah, s: kuning, T: hitam dan N:Biru
- deden.sm: Pak sya mau tanya tentang penyambungan daya ke PLN utk gedung apa saja yang harrus di lengkapi. dan biaya...
- hendri: Pak, saya mau nanya, urutan phasa dalam listrik 3 phasa itu menggunakan huruf R,S,T kenapa digunakan huruf...
- bram reza fahlefi: mas saya mau tanya knp pompa air di rumah saya stiap interval limamenit mati lalu hidup lagi...
- Bayu: Renal : saya coba jawab ya. Arus 250 Ampere 3phase tegangan 380 volt = 165 kVA. P = akar 3 x V x I. P = akar 3...
- renal: pak saya mau tanya kalau 250 amper daya y d’pake sekitar berapa y pak buat 3 phase?





Sharing yang bagus, semoga dengan membaca artikel ini, pemahaman kita tentang listrik menjadi bertambah, dan terhindar dari kecelakaan akibat listrik.
Keep sharing ya…
Salam,
Teknisi Instrument
kang uda rilis artikel tentang kabel?kalo blm saya mau tanya kualitas kabel inti kawat ama serabut bagus mana?
Ahong, kita belum rilis artikel mengenai kabel.
Perbandingan kabel inti kawat dan serabut :
1. Kabel serabut bisa fleksibel dalam pemakaian sedangkan kabel inti kawat agak sulit. Malah kabel inti kawat lebih mudah patah bila sering ditekuk.
2. Harga kabel serabut lebih mahal dari kabel inti kawat untuk ukuran yang sama yang sama (misalnya 3C x 1.5mm2 –> 3 inti kabel berdiamter 1.5mm2)
3. Kabel serabut mempunyai energy losses lebih besar dari dari kabel inti kawat, karena dengan diameter yang sama, penampang dari kabel serabut terdapat gap-gap kecil.
PUIL 2000 mengatur mengenai penggunaan kabel fleksibel ini sbb :
1. Tidak boleh digunakan sebagai pengganti perkawatan pasangan tetap suatu bangunan; melewati lubang pada dinding, langit2 atau lantai; melewati lubang pintu, jendela dan semacamnya.
2. Untuk perlengkapan listrik yang sifatnya berpindah-pindah, diharuskan menggunakan kabel fleksibel. Atau untuk beban listrik tambahan yang sifatnya bukan sebagai instalasi listrik utama.
Beberapa saran dalam penggunaan kabel inti kawat dan kabel serabut :
1. Untuk pemasangan instalasi listrik, gunakan kabel inti kawat.
2. Untuk pemakaian yang sifatnya beban tambahan dan membutuhkan fleksibilitas (tapi bukan jalur instalasi listrik utama), bisa gunakan kabel serabut.
3. Bila menggunakan kabel serabut yang berukuran besar dan beban listriknya juga cukup besar, sebaiknya gunakan “cable lug” atau penjepit kabel saat menyambung di terminal stop kontak atau colokan, karena sifat kabel serabut yang berinti banyak agak riskan dalam koneksi.
4. Bila menggunakan kabel serabut, sebaiknya hindari sambungan antar kabel, apalagi beban peralatan listriknya cukup besar.
Jadi kalau ditanya kualitas, masing2 ada kelebihan dan kekurangan serta ada standard yang mengatur penggunaannya.
Semoga penjelasannya cukup membantu.
Salam,
mas, mau tanya…
bisakah dari sebuah saklar tanam tunggal yg sudah ada (misal untuk saklar lampu) ditambah 1 buah stop kontak?
hingga hasil akhirnya pada dinding tsb akan ada 1 saklar dan 1 stopkontak in bow pada 1 tempat? hingga selain saklar lampu disana tersedia tempat colokan untuk peralatan listrik lainnya?
ayah Rayya,
Biasanya kabel untuk saklar lampu hanya ada 2 inti kabel (untuk input dan output) tanpa kabel grounding. Ukuran kabel untuk instalasi pencahayaan biasanya berukuran 1.5 mm2. Sedangkan kabel untuk stop kontak menggunakan ukuran 2.5 mm2 dengan 3 inti (fase, netral & grounding).
Hal ini karena stop kontak biasanya mempunyai rating sampai 16A, sehingga kabel yang digunakan adalah ukuran 2.5 mm2 yang mempunyai KHA (Kuat Hantar Arus) 26A. (Referensi dari PUIL 2000 tabel 7.3-4 untuk kabel NYM).
Semoga penjelasannya bisa membantu dan terima kasih atas pertanyaannya.
Salam,
Pak mau nanya,
Jika stop kontak dan sakelar berada dalam satu jalur pada tembok (misalkan saklar di atas dan stop kontak di bawah), apakah pakai 4 kabel (1 ke lampu, 1 netral, 1 fase untuk stop kontak dan 1 fase untuk saklar), atau bisa 3 kabel saja (1 ke lampu, 1 netral, 1 fase untuk saklar dan stop kontak), atau ada kombinasi lain yang lebih baik.
terima kasih
salam