Sistem Listrik 3-Phase

Sistem tegangan 3 phase dan 1 phase

Penjelasan sistem 3 phase dan 1 phase

 Artikel ini adalah semacam sub-artikel dari artikel sebelumnya “Pengawatan Meter PraBayar dan munculnya tulisan “PERIKSA””. Kami coba membantu sobat ILR dalam memahami fenomena munculnya arus netral pada kWh-meter, khususnya Meter PraBayar (MPB).

Ada beberapa pertanyaan mengenai sistem 3-phase yang diaplikasikan pada sistem kelistrikan PLN dan mengapa kabel listrik yang disambung ke instalasi listrik rumah terdiri kabel phase dan kabel netral? Mengapa kabel phase bertegangan dan kabel netral tidak bertegangan? Dan mengapa ada arus netral yang datang dari jaringan listrik PLN? Semuanya kami coba rangkum dalam tulisan ini.

Tetapi terus terang, tulisan ini dibuat sebagai “nice to know” saja. Isinya tidak rumit-rumit dengan rumus atau teori yang mendalam. Walaupun begitu, kami berusaha sebaik mungkin membuatnya lebih mudah dimengerti oleh pembaca yang merasa awam soal listrik. Mudah-mudahan cukup bermanfaat dan mencerahkan.

Baiklah….silahkan klik di “selanjutnya”

Sistem 3-Phase dan 1-Phase

Hampir seluruh perusahaan penyedia tenaga listrik menggunakan sistem listrik 3-phase ini. Sistem ini diperkenalkan dan dipatenkan oleh Nikola Tesla pada tahun 1887 dan 1888. Sistem ini secara umum lebih ekonomis dalam penghantaran daya listrik, dibanding dengan sistem 2-phase atau 1-phase, dengan ukuran penghantar yang sama. Karena sistem 3-phase dapat menghantarkan daya listrik yang lebih besar. Dan juga peralatan listrik yang besar, seperti motor-motor listrik, lebih powerful dengan sistem ini.

PLN mengaplikasikan sistem 3-phase dalam keseluruhan sistem kelistrikannya, mulai dari pembangkitan, transmisi daya hingga sistem distribusi. Oh iya, agar lebih jelas, sistem kelistrikan PLN secara umum dibagi dalam 3 bagian besar :

  • 1. Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik
    Terdiri dari pembangkit-pembangkit listrik yang tersebar di berbagai tempat, dengan jenis-jenisnya antara lain yang cukup banyak adalah PLTA (menggunakan sumber tenaga air), PLTU (menggunakan sumber batubara), PLTG (menggunakan sumber dari gas alam) dan PLTGU (menggunakan kombinasi antara gas alam dan uap). Pembangkit-pembangkit tersebut mengubah sumber-sumber alam tadi menjadi energi listrik.
  • 2. Sistem Transmisi Daya
    Energi listrik yang dihasilkan dari berbagai pembangkit tadi harus langsung disalurkan. Karena energi listrik sebesar itu tidak bisa disimpan dalam baterai. Karena akan butuh baterai kapasitas besar untuk menyimpan energi sebesar itu dan menjadi sangat tidak ekonomis. Sebagai gambaran, accu 12Vdc dengan kapasitas 50Ah akan menyimpan energi listrik maksimal kira-kira 600 Watt untuk pemakaian penuh selama 1 jam. Sedangkan total pemakaian daya listrik untuk jawa-bali bisa melebihi 15,000 MW (15,000,000,000 Watt). Jadi….Berapa besar baterai untuk penyimpanannya?
    Untuk itulah suplai energi listrik bersifat harus sesuai dengan permintaan saat itu juga, tidak ada penyimpanan. Karena itu sistem transmisi daya listrik dibangun untuk menghubungkan pembangkit-pembangkit listrik yang tersebar tadi dan menyalurkan listriknya langsung saat itu juga ke pelanggan-pelanggan listrik. Saluran penghantarannya dikenal dengan nama SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi), SUTET (Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi) dll. Pastinya nggak asing dech dengan bentuknya yang kaya menara itu ya..
    Di Jawa-Bali, sistem transmisi daya listrik ini diatur oleh P3B (Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban) Jawa-Bali yang berlokasi di daerah Gandul, Cinere, Bogor.
  • 3. Sistem Distribusi Daya Listrik
    Dari sistem transmisi daya tadi, listrik akan sampai ke pelanggan-pelanggannya (terutama perumahan) dengan terlebih dahulu melalui Gardu Induk dan kemudian Gardu Distribusi. Gardu Induk mengambil daya listrik dari sistem transmisi dan menyalurkan ke Gardu-gardu distribusi yang tersebar ke berbagai daerah perumahan. Dan di dalam gardu distribusi, terdapat trafo distribusi yang menyalurkan listrik langsung ke rumah-rumah dengan melewati JTR (Jaringan Tegangan Rendah), yang biasanya ditopang oleh tiang listrik.

Selengkapnya mengenai sistem tenaga listrik PLN ini akan dijelaskan pada artikel lain yang akan masuk daftar tunggu untuk rilis (“Sistem Tenaga Listrik PLN”).

Listrik 3-phase adalah listrik AC (alternating current) yang menggunakan 3 penghantar yang mempunyai tegangan sama tetapi berbeda dalam sudut phase sebesar 120 degree. Ada 2 macam hubungan dalam koneksi 3 penghantar tadi : hubungan bintang (“Y” atau star) dan hubungan delta. Sesuai bentuknya, yang satu seperti huruf “Y” dan satu lagi seperti simbol “delta”. Tetapi untuk bahasan ini kita akan lebih banyak membicarakan mengenai hubungan bintang saja.

Sistem 3-Phase

Sistem 3-Phase Hubungan Bintang dengan tegangan 380/220V

Gambar disamping adalah contoh sistem 3-phase yang dihubung bintang. Titik pertemuan dari masing-masing phase disebut dengan titik netral. Titik netral ini merupakan common dan tidak bertegangan.

Ada 2 macam tegangan listrik yang dikenal dalam sistem 3-phase ini : Tegangan antar phase (Vpp : voltage phase to phase atau ada juga yang menggunakan istilah Voltage line to line) dan tegangan phase ke netral (Vpn : Voltage phase to netral atau Voltage line to netral). Sistem tegangan yang dipakai pada gambar dibawah adalah yang digunakan PLN pada trafo distribusi JTR (380V/220V), dengan titik netral ditanahkan.

 Pada istilah umum di Indonesia, sistem 3-phase ini lebih familiar dengan nama sistem R-S-T. karena memang umumnya menggunakan simbol “R”, “S” , “T” untuk tiap penghantar phasenya serta simbol “N” untuk penghantar netral.

Kita langsung saja pada sistem yang dipakai PLN. Seperti pada gambar tersebut, di dalam sistem JTR yang langsung ke perumahan, PLN menggunakan tegangan antar phase 380V dan tegangan phase ke netral sebesar 220V. Rumusnya seperti ini :

Vpn = Vpp/√3  –>  220V = 380/√3

 

Instalasi listrik rumah akan disambungkan dengan salah satu kabel phase dan netral, maka pelanggan menerima tegangan listrik 220V. Perhatikan pada gambar dibawah ini :

Sistem Listrik 3-Phase

Sistem Listrik 3-Phase PLN 380/220V pada Jaringan Distribusi Perumahan

Contoh 3-phase hubungan delta bisa dilihat di sisi primer dari trafo diatas (sebelah kiri). Sedangkan sisi sekunder (sebelah kiri) terhubung bintang. Hubungan delta pada umumnya tidak mempunyai netral.

Arus Netral pada sistem 3-phase

Salahsatu karakteristrik sistem 3-phase adalah bila sistem 3-phase tersebut mempunyai beban yang seimbang, maka besaran arus phase di penghantar R-S-T akan sama sehingga In (arus netral) = 0 Ampere.
Contohnya pada gambar diatas : Misal ketiga rumah tersebut mempunyai beban yang identik seimbang. Maka arus netral sebagai penjumlahan dari ketiga arus phase tersebut akan menjadi :

Ir + Is + It = In –> Bila beban seimbang maka Ir = Is = It dan In = 0 Ampere

 

Kok hasilnya bisa nol? Karena sistem penjumlahannya adalah secara penjumlahan vektor, bukan dengan penjumlahan matematika biasa (jadi bukan 1+1+1=3).

Pada prakteknya, beban seimbang dari ketiga phase tadi hampir mustahil dicapai. Karena beban listrik setiap rumah belum tentu identik. Bila terjadi ketidakseimbangan beban, maka besar arus listrik setiap phase tidak sama. Akibatnya arus netral tidak lagi sebesar 0 Ampere. Semakin tidak seimbang bebannya, maka arus netral akan semakin besar.

Karena sifat arus listrik adalah loop tertutup agar bisa mengalir, maka arus netral tadi akan mengalir ke instalasi listrik milik pelanggan dan melewati grounding sistem untuk masuk ke tanah, yang akhirnya mengalir balik ke titik grounding trafo kemudian kembali masuk ke instalasi listrik rumah, demikian seterusnya.

Walaupun pelanggan listrik tersebut mematikan daya listrik yang masuk ke rumah, dengan MCB di kWh-meter pada posisi “OFF”, arus netral tetap akan mengalir.

Arus Netral pada MPB-1

Arus Netral ke kWh-Meter Saat Terjadi Beban 3 Phase Tidak Seimbang

 

Apa pengaruhnya pada Meter Prabayar?
Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya “Pengawatan Meter PraBayar dan munculnya tulisan “PERIKSA”, adanya arus netral yang tidak diinginkan ini akan membuat masalah pada Meter Prabayar (MPB) bila pengawatan pada MPB tidak benar. Karena MPB cukup peka mengukur perbedaan antara arus phase dan netralnya.

Oke dech sobat…sampai disini dulu tulisannya. semoga sobat ILR menjadi lebih jelas memahami sistem kelistrikan 3 phase dan fenomena arus netralnya serta hubungannya dengan masalah pada MPB. Mudah-mudahan bermanfaat. Mohon maaf bila tulisannya malah jadi rumit dan sulit dimengerti.

Bila ada pertanyaan silahkan saja. Walaupun mungkin anda awam istilah teknis, yang penting maksudnya tersampaikan :-) . Juga mohon koreksinya bila ada yang harus diperbaiki.

ILR-Team

Artikel Terkait Lainnya :

1. Listrik, tak kenal maka tak hati-hati…

2. Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah

3. Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus

4. Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah

5. MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik

6. Percikan Api di kWh Meter Instalasi Listrik Rumah 

7. Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan “PERIKSA”

8. Daya Listrik PLN : 1300Watt atau 1300VA?

9. Kenaikan Tarif Listrik per 3 bulan tahun 2013

 

 

Bergabung dalam Komunitas ILR :

1. Forum InstalasiListrikRumah.com

2. Grup Diskusi & Berbagi InstalasiListrikRumah.com di Facebook

3. FanPage InstalasiListrikRumah.com

 

 

 

211 Responses to Sistem Listrik 3-Phase

  • faulin:

    klo di KWH ket nya “periksa” lalu dari pihak PLN di masukin no tamper pada KWH, no tamper itu apa ya, ? makasi banyak :)

    trus klo line to netral knp dibagi akar 3, akar 3 dari mana ? trima kasih sekali lagi

    1 lagi ya pak.. kalau beban tidak seimbang, perbedaan arus di IR IS dan IT itu mksdnya di buang ke penghantar netral ? itu arusnya terbuang begitu saja atau gmn ?

    bls ke email gpp pak
    faulincia@yahoo.com

    terima kasih banyaaaak ilmu nya :)

  • faulin:

    sorry pak,, bls disini aja ya :)
    ga usah ke email, emailnya ke blokir, hehe

  • danang:

    Salam kenal..
    mohon bantuan penjelasannya karena sy orang awam.
    Di pabrik tempat saya bekerja sy dapat tugas untuk mengecek penggunaan listrik pada salah satu line mesin kami yang baru di install 3 bulan. setelah saya cek di KWH meternya ternyata angkanya hanya menunjukkan 1281 KWH. menurut sy ini ada yg janggal karena di spesifikasi mesin tersebut dayanya 100 KW. jika selama 3 bulan running tidak mungkin pemakaian listriknya hanya 1281 kwh, karena mesin kami running perharinya 20 jam. setelah sy amati perputaran dari KWH meternya ternyata sangat lambat. apakah kwh tersebut memang disetting adanya faktor CT.? jika memang iya mohon pencerahannya bagaimana menghitung aktual KWHnya dan nilai apa saja yang perlu saya ketahui. sebagai tambahan info bahwa kwh meter kami menggunakan metbelosa tipe OQ93 HP (bisa dilihat di link http://metbelosa.com/threephase.htm). terimakasih sebelumnya

    • irwansyah:

      Pak Danang,
      KWH meter metbelosa tersebut masih merupakan KWH meter analog, sehingga rasio CT dan VT (faktor kali) tidak dapat dimasukkan ke dalam settingan meter, artinya bapak harus mengalikan secara manual.
      Yang perlu bapak ketahui adalah: Rasio CT dan VT (kalau ada) yang digunakan.
      misalkan: tidak ada VT, dan CT terpasang adalah 200/5, maka KWH actualnya adalah:
      KWH=Stand meter x (1/1) x (200/5)
      KWH=1281x1x40=51.240 KWH.

      Jika angka yang didapat juga masih kecil, kemungkinan ada kesalahan wiring pada kwh meter bapak.
      Semoga membantu

  • danang:

    Salam kenal..
    mohon bantuan penjelasannya karena sy orang awam.
    Di pabrik tempat saya bekerja sy dapat tugas untuk mengecek penggunaan listrik pada salah satu line mesin kami yang baru di install 3 bulan. setelah saya cek di KWH meternya ternyata angkanya hanya menunjukkan 1281 KWH. menurut sy ini ada yg janggal karena di spesifikasi mesin tersebut dayanya 100 KW. jika selama 3 bulan running tidak mungkin pemakaian listriknya hanya 1281 kwh, karena mesin kami running perharinya 20 jam. setelah sy amati perputaran dari KWH meternya ternyata sangat lambat. apakah kwh tersebut memang disetting adanya faktor CT.? jika memang iya mohon pencerahannya bagaimana menghitung aktual KWHnya dan nilai apa saja yang perlu saya ketahui. sebagai tambahan info bahwa kwh meter kami menggunakan metbelosa tipe OQ93 HP (bisa dilihat di link http://metbelosa.com/threephase.htm). terimakasih sebelumnya

  • harfianto:

    sy mau tanya pak,berapa kabel yang keluar ke meter 3 phasa ketika kita memasang instalasi listrik 3 phasa?terimakasih .

  • hendri:

    Pak, saya mau nanya, urutan phasa dalam listrik 3 phasa itu menggunakan huruf R,S,T kenapa digunakan huruf R,S dan T dan apa arti dari masing-masing huruf tersebut ? Terima kasih

  • alex:

    pak, sy mau tanya nih (maaf sy awam soal kelistrikan)
    sy berencana membeli mesin dengan 380 volt 3 phase sdgkn klo ga slh listrik di ruko 220 volt (phasenya brp kurang tau). Nah.. apakah bs lsng dr mesin tsb sy colok ke steker atau sy perlu colok ke alat lainnya terlebih dahulu (stabilizer misalnya) baru ke steker?
    Terimaksih u/ jawabannya

    • Pak Alex,
      Jika listrik anda 1 Phase tidak dapat digunakan untuk menyalakan mesin 3 phase. Dan dari bentuk stecker nya pun beda. untuk 3 phase steckernya berbentuk bulat dengan 4 kaki sehingga tidak dapat dicolok ke 1 phase.
      terima kasih.

    • wahyu Arianto:

      maaf, saran saya utk bp alex, anda cukup beli Inverter dengan spec inputnya 220v (ada buku panduannya), dari alat itu nanti bapak dpt merubah 1 phase ( pada terminal R(L) dan T(N)) dan akan keluar 3 arus pada terminal U V W yang bisa menggerakkan alat yang bapak miliki, namun pada alat tsb (misalnya elektro motor) conection yg di pakai adala sistem delta, jangan pakai star…

  • agil:

    pak maaf saya mau tanya, apabila daya 1 phase (220) 66.000 watt, kalau menggunakan 3 phase pembagiannya gmn?

    • E.rizal:

      Sdr Agil…Maksud anda dari systim 1 Phase di rubah ke 3 Phase?,Jika benar itu bisa.berlaku untuk instalasi distribusi.bukan untuk beban 3 Phase.Rubah dulu system instalasinya (Buat grouping).Hati hati merubahnya.sangat fatal jika salah satu group tidak dapat neutral.peralatan bisa merokok (nyebul /berasap alias terbakar)

  • bagus sarfani:

    pak, saya orang awam dan saya mau bertanya kepada bpk.
    bagaimana cara untuk mengatasi beban tak seimbang pada sistem tiga phasa yang paling efektif ?
    tlg jelaskan ?

    • benediktus edy wibowo:

      Dear Pak Bagus,

      Untuk mengatasinya dapat dilakukan pembagian ulang beban untuk tiap fasanya, dan jika beban tiap fasanya sudah seimbang dapat memastikan setiap ada instalasi listrik baru harus melihat kesetimbangan beban tiap fasanya.

  • Yayu Triwulan:

    pak,,mohon bantuan…bagaimana cara menetukan beban aktual yg dilakukan pln dalam melakukan peramalan beban listrik?

  • Hendy:

    Slmt malam…
    Saya mau tnya…sya menggunakan listrik prabayar…tpi stiap mati listrik serig keluar tulisan ERR–01…itu mnyebabkan listrik mati dalam wktu yg lama…walopun milik tetangga sudah nyala…itu gmna yaa perbaikannya…sudah pernah ganti dastang…tpi tetap sperti itu…
    Tlong bls d.e-mael…terimakasih…

  • agus pras:

    arus listrik saya awal nya di chek normal ada plus(+) ada min (-) tapi setiap di colok beban seperti mesin cuci sanyo atau lain nya , arus nya berubah jadi plus (+) semua mengakibat kan peralatan elektronik jadi gak hidup .. mohon penjelasan nya pak ,,

  • E.rizal:

    sdr Agus…..Dalam arus bolak balik hanya ada kutup Phase (P) dan Neutral (N) .pada arus searah (DC) baru ada (+) & (-).Ukur dulu tegangan (P) & (N) dengan volt meter.Analisa saya yang anda cek itu (P) dan (G) Grounding.Instalasi anda kehilangan titik Neutral.cek system instalasi anda.

  • Ticha:

    contoh peralatanyang menggunakan jaringan 1 fase dan 3 fase

  • arie:

    pak mau tanya, jika pada sistem tiga phase bebanya tidak seimbang, N akan tidak sama dengan Nol. apakah itu dapat menyebabkan korsleting? karena Netral nya ada arus nya.
    terimakasih sebelumnya

  • Semprul:

    Pak mw tny cara menentukan kabel phase dan kabel neutral pada GENSET gmn pak? Oia apakah grounding/arde PLN boleh dihubungkn langsung k bodi genset? Thx b4.

  • wiene sandyawati:

    pak ILR, Gambar “Arus netral ke kWh-Meter saat terjadi baban 3 phase” itu saya ada yang TIDAK JELAS.
    Kabel hijau boleh berhubungan dengan kabel netral (warna biru) atau tidak??
    Terima kasih untuk menjawab dalam waktu yang tidak terlalu lama ya pak.

  • akhmad:

    alhamdulillah saya mengunjungi blog ini, isinya sangat bermanfaat sekali, terimakasih pak

  • djaidun akbar:

    maaf, Mohon penjelasannya mengenai RST! Saya nol besar masalah pengetahuan listrik.. bagaimana contoh gambar wiring diagram listriknya (Pembagian RST) yang menggunakan sistem 3 phase??
    TERIMAKASIH.

  • wisnu:

    siang pak,
    mau tanya pak, untuk standar indonesia harga atau nilai 1 phasa adalah 220v dan 3phasa adalah 380v.
    nah, yg mau sya tnyakan, angka 220v itu didapat darimna?(pembuktian secara matematisnya)
    jika ada referensi, mohon disertakan.
    untuk TA pak,
    thanks be4
    :D

  • nana:

    saya punya mesin dynamo 3phase 380Volt, bisa tdk saya gunakan dengan power yg ada 415Volt. mohon jawaban ?

  • Cipno Ropeb:

    Salam semuanya

  • sardes:

    - bagaimana kalau di meteran itu tertulis periksa sedangkan kabel grounding tidak kita konek ke Meteran,langsung kita konek ke panel dan dari panel langsung ke stop kontak.

  • kurnia:

    Pak, kalau genset 3 phase, dipasang pada listrik rumah saya yang 1 phase bagaimana. apakah bisa digunakan ketika lampu pln mati? bagaimana urutan pemasangannya dari genset ke kabel dibawah meteran. trims

  • nur alam:

    pak saya orang awam d masalh li8strik apalagi d mesin saya mau bertanya gmn cara mengotomatiskan genset onn ketik listrik suplai dari PLN off

  • lani:

    Pak, setelah saya cek kabel incoming dari PLN di KWH meter ternyata tidak ada penggabungan antara Netral dan Grounding, baik disisi incoming atau outgoing KWH meter.

    Pertanyaan nya adalah KWH meter tetap Normal berjalan, tanpa ada muncul tanda periksa.
    Apakah ini normal? Lantas arus liar dari kabel Netral apakah tetap membebani KWH Meter saya, mengingat tidak ada koneksi gabungan ke grounding nya disisi incoming KWH Meter?

  • Ruddy:

    tanya donk Pk,
    kalau saya punya compresor & mesin dengan voltage 3 phase, namun R di panel no, pengaruhnya apa ya Pk? soalnya itu compresor tetap mati setelah muncul kembali voltage 3 phase.

  • farid:

    pak, saya mau tanya,
    di rumah ada listrik 3phase 23.000watt. kalo jam 07.30 s.d 16.00 dipake buat kerja bengkel bubut, diluar jam tersebut dipakai untuk kebutuhan rumah tangga. yang saya tanyakan adalah:
    1. apakah pembagian 1phase yang tidak seimbang bisa berakibat putaran angka di kwh meter bisa semakin cepat?
    2. kalo waktu pagi s.d sore pemakain listrik di stan meter habis sekitar 35meter, tapi kalo sore s.d pagi keesokan harinya habis sekitar 60meter. padahal hanya buat kebutuhan rumah tangga.
    3. apakah golongan listrik b2 kena pemakain beban puncak, sehingga penghitungan meternya lebih banyak?
    sebelumnya terima kasih…. salam….

  • farid:

    listrik bengkel dan rumah memakai 1 stand meter 23.000 ikut golongan b2, pak…

  • dedeks:

    pak saya mau nanya; bagai mana cara menghitung rupiahnya untuk tarif dasar listrik, kwh 3 phasa yang angkanya menunjukkan 7527 KWH, berikut termasuk kegolongan R2, atau R3 ? info KWH
    BTS ( penguat sinyal )

  • phasa basah:

    pak mau nanya
    kalau untuk generator 3 phasa, bagaimana caranya agar ketiga phasa RST terpakai semua tnp hrs sibuk2 membagi beban diantara ketiganya, krn pembagian beban yg merata untuk ketiga phasa tersebut hmpir mustahil.
    apakah ada alatnya, input 3 phasa kemudian diproses d dlm alat lalu ouput jd 1 phasa.
    sy prnh baca2 artikel yg menggunakn “scott t transformator connection”, tp pas search di mbah gugle bahasa linggis smua dn sy malh jd puyeng.
    mohon pencerahannya pak, dimana beli alatnya, brp kisaran harganya, kalo ga da jualannya bikinnya gimana???
    terimakasi

  • fatchi roichan:

    pak,,,
    gimana caranya memasang saluran listrik yang memakai 2 saklar dan 1 colokan??????
    terima kasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berlangganan Artikel

Berlangganan RSS

Ketik email anda untuk berlangganan:

Mengapa Berlangganan? | Apa itu RSS Feed?


Website Counter

Komentar Terbaru

  • fatchi roichan: pak,,, gimana caranya memasang saluran listrik yang memakai 2 saklar dan 1 colokan?????? terima...
  • azrinaldi: Apakah elcb 30 amp dapat dipasang untuk daya 900 watt ? bukankah idealnya untuk 900 watt elcb nya 4 amp (...
  • Rani: maaf, kalau 900 VA itu berarti berapa KWh yah??
  • adhey: Kok listrik prabayar boros banget?? Apa sie penyebabnya
  • Anie: Sebelumnya sy minta maaf karena menhubungi email anda, krn sampai saat ini belum ada jawaban yang saya terima....