Monthly Archives: January 2012

Sistem Listrik 3-Phase

Sistem tegangan 3 phase dan 1 phase

Penjelasan sistem 3 phase dan 1 phase

 Artikel ini adalah semacam sub-artikel dari artikel sebelumnya “Pengawatan Meter PraBayar dan munculnya tulisan “PERIKSA””. Kami coba membantu sobat ILR dalam memahami fenomena munculnya arus netral pada kWh-meter, khususnya Meter PraBayar (MPB).

Ada beberapa pertanyaan mengenai sistem 3-phase yang diaplikasikan pada sistem kelistrikan PLN dan mengapa kabel listrik yang disambung ke instalasi listrik rumah terdiri kabel phase dan kabel netral? Mengapa kabel phase bertegangan dan kabel netral tidak bertegangan? Dan mengapa ada arus netral yang datang dari jaringan listrik PLN? Semuanya kami coba rangkum dalam tulisan ini.

Tetapi terus terang, tulisan ini dibuat sebagai “nice to know” saja. Isinya tidak rumit-rumit dengan rumus atau teori yang mendalam. Walaupun begitu, kami berusaha sebaik mungkin membuatnya lebih mudah dimengerti oleh pembaca yang merasa awam soal listrik. Mudah-mudahan cukup bermanfaat dan mencerahkan.

Baiklah….silahkan klik di “selanjutnya”

Continue reading

Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan “PERIKSA”

Bargainser tipe digital

Bargainser tipe digital yang dipasang di instalasi listrik rumah

Sejak artikel “Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah” dirilis, ternyata banyak pertanyaan yang muncul mengenai sambungan grounding pada kWh-meter. Hal pang paling sering ditanyakan berkisar seputar Meter PraBayar (MPB) atau Listrik PraBayar (LPB).

Dari survey kecil yang dilakukan, setidaknya ada dua hal besar yang sering ditanyakan :

1. Apakah kabel grounding perlu disambung pada meter prabayar atau tidak? Bagaimana seharusnya sambungan kabel atau pengawatan pada meter prabayar dan juga pada MCB Box.
2. Meter prabayar mengalami masalah dengan munculnya gambar “TANGAN” dan tulisan “PERIKSA” pada display-nya. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Jika anda pernah mengalami hal ini dan belum tahu penyebabnya, atau sedang mempertimbangkan untuk melakukan migrasi ke meter prabayar, kami berharap semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan mencerahkan.

Jadi sobat ILR…silahkan dilanjut..

Continue reading

Faktor Koreksi Kuat Hantar Arus dan Warna Kabel

Sebelum melanjutkan artikel mengenai Kuat Hantar Arus (KHA) pada kabel listrik seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya (“Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus”), ternyata penulis menyadari ada beberapa informasi yang belum dijelaskan dalam artikel tersebut. Dipikir-pikir, daripada merevisi tulisan sebelumnya, yang mungkin saja juga luput dibaca kembali, ada baiknya menambahkan saja di artikel ini.

Continue reading

Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus

Dalam sistem instalasi listrik rumah, kabel listrik adalah salah satu komponen vital yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sumber listrik PLN menuju peralatan listrik. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel “Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)”, kabel ini seperti pembuluh darah dalam tubuh manusia, dimana bila saluran pembuluh darah ada yang bermasalah tentu tubuh tidak akan bekerja dengan baik. Kabel listrik pun demikian, bila ada saluran yang bermasalah maka akan berpotensi mengganggu sistem instalasi listrik rumah anda. Artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai kabel listrik dan hubungannya dengan kapasitas hantarannya.

Continue reading

Berlangganan Artikel

Berlangganan RSS

Ketik email anda untuk berlangganan:

Mengapa Berlangganan? | Apa itu RSS Feed?


Website Counter

Komentar Terbaru

  • pire resi: Dear Pak, Saya mau tanya, apa pengaruhnya jika beban 1 phasa, menggunakan perangkat MCB 3phasa dengan...
  • sasliadi: Ass, say ingin bertanya bang, lampu di rumah saya mati, padahal sudah di isis token, solusinua gi mna ya...
  • Nabil: Maksud dari pertanyaan sy apakah groding aliran terpisah yg di bumikan? Apa keuntungan dan kerugian bilah tdk...
  • Nabil: Untuk pln banyak yg tdk mewajibkan pasang gronding,klau tdk salah gronding itu aliran terpisah untuk safety,...
  • Anjas: Grounding ditempat saya mendapati 02.6 ohm. Apakah memenuhi Standar Persyaratan Umum Kelistrikan Indonesia?