Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air

Toren atau Tandon Air

Macam-macam Toren atau Tandon Air

Tangki penampungan air atau sering disebut toren atau tandon sangat umum dipakai di perumahan. Fungsinya cukup vital sebagai cadangan air yang siap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama bila terjadi masalah dengan suplai dari pompa air atau karena pemadaman listrik. Keuntungan lainnya adalah juga dalam sisi penghematan listrik karena pompa air tidak sering start-stop dalam interval singkat saat berlangsung pemakaian air (lihat artikel “Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat? “).

Umumnya toren air dikontrol secara otomatis oleh suatu mekanisme pengaturan yang akan mengisi air bila volume air tinggal sedikit dan menghentikannya bila sudah penuh. Cukup merepotkan bila kontrol pengisian air dilakukan manual oleh penghuni rumah. Karena selain harus menunggu sekian lama sampai air mulai naik hingga keluar di keran air, juga air yang sudah penuh berpotensi terbuang disebabkan penghuni rumah lupa untuk mematikan pompa air.

Cara kerja mekanisme pengaturan level air ini cukup sederhana dan semoga bisa dipahami dengan mudah. Mari kita kupas mengenai sistem kontrol level otomatis ini dan mudah-mudahan bisa bermanfaat terutama saat ada masalah dengan alat ini.

Model Pengaturan Level Air

Ada dua model kontrol level yang banyak digunakan. Yang pertama adalah menggunakan ball-floater dan yang kedua menggunakan level switch.

Model Bola Pelampung

Kontrol Level Model Ball-Floater

Model ball-floater berbentuk bola pelampung yang mengatur buka-tutup air sesuai dengan level air dalam toren. Sistem ini murni mekanis. Saat level air dalam toren turun mencapai level low dari ball-floater, maka alat ini secara mekanis akan membuka aliran air untuk pengisian. Bila level air sudah mencapai level high dari ball-floater, maka aliran air akan ditutup secara mekanis juga. Jadi sistem kerjanya adalah keran yang bisa buka-tutup secara otomatis. Kelemahan model ini adalah mudah bocor pada bagian keran tersebut, karena dia juga harus bisa menahan tekanan air dalam pipa yang keluar dari mesin pompa air.

Model ball-floater tidak berhubungan langsung dengan mesin pompa air. Start-stop mesin pompa air terjadi karena faktor tekanan air dalam pipa yang sudah cukup tinggi disebabkan aliran air ditutup oleh keran ball-floater.

Level Control Switch

Tangki Air dengan Level Control Switch

Sedangkan model Level Switch menggunakan kontak relay yang bersifat elektrik, dan ada juga yang menyebutnya liquid level relay. Nama yang lebih familiar di beberapa tempat untuk model ini adalah “Radar”. Sebetulnya ini adalah nama merk. Jadi seperti kita menyebut “Kodak” untuk kamera atau “Odol” untuk pasta gigi.

Hampir mirip dengan model ball-floater, hanya saja bola pelampungnya diganti dengan 2 buah “sinker” (pemberat) yang dipasang menggantung dalam satu tali. Kemudian sistem pengaturannya menggunakan kontak relay yang dihubungkan dengan mesin pompa air melalui kabel listrik. Saat level air di toren rendah maka mesin air akan start dan kemudian stop bila levelnya sudah tinggi, sesuai dengan setting posisi dari dua buah sinker tersebut. Sistem ini relatif lebih handal dalam menghindari kebocoran seperti pada model ball-floater, karena mesin pompa air bisa dimatikan secara langsung. Untuk lebih jelasnya mengenai model ini, silahkan dilanjut.

Cara kerja Level Control Switch

Level Control Switch

Seperti gambar ini, sistem level switch mempunyai cara kerja yang cukup sederhana. Saat air mencapai setengah dari pemberat yang bawah (level low) maka dua pemberat (sinker) akan menggantung dimana total beratnya akan mampu menarik switch yang ada pada switch body di bagian atas. Switch yang tertarik pemberat akan membuat kontak relay menjadi close dan arus listrik akan mengalir melalui kabel ke mesin pompa air yang kemudian start dan mengisi air ke dalam toren hingga mencapai level high.

Saat air mendekati level high, maka pemberat bagian bawah akan mengambang dan saat level air mencapai setengah dari pemberat bagian atas maka level switch akan kembali ke posisi awal (dengan bantuan pegas yang ada dalam switch body) sehingga kontak relay akan menjadi open dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air stop secara otomatis.

Batas level high dan level low dalam toren ini dapat di-setting sesuai keinginan, dengan mengatur ketinggian dari dua pemberat ini. Cukup dengan mengatur panjang talinya dan kemudian dikencangkan kembali ikatannya.

Jika setting level low-nya dinaikkan (pemberat bagian bawah posisnya lebih naik), maka volume air dalam toren akan masih tersisa banyak sesaat sebelum air diisikan kembali. Begitu pula jika setting level high-nya dinaikkan (dengan menaikkan lagi posisi pemberat bagian atas), maka volume air akan bisa mendekati maksimum kapasitas yang bisa ditampung dalam toren sesaat setelah mesin air dimatikan.

Hanya perlu diperhatikan, bila jarak antara kedua pemberat sangat pendek (sehingga jarak level low dan high berdekatan) maka akibatnya interval pengisian air akan lebih singkat sehingga mesin pompa air akan semakin sering start-stop. Apalagi jika toren yang digunakan memiliki kapasitas kecil, misalnya 250 liter. Ingat, start mesin pompa air akan menyerap daya listrik yang cukup besar. (lihat artikel : “Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat?”). Karena itu setting pemberat ini lebih disesuaikan pada kebutuhan dengan pertimbangan aspek volume cadangan air dalam toren dan penghematan daya listrik.

Bagian-bagian Level Control Switch

 

Bagian Level Control Switch

Bagian-bagian dari Level Control Switch

 

Gambar diatas diambil dari manual sheet Liquid Level Relay merk “Radar” (hanya sebagai contoh saja). Sedangkan pada umumnya untuk merk lain juga mempunyai bagian-bagian yang sama.

Bagian yang terpasang di sebelah dalam toren adalah dua buah sinker dan L shape bracket. Sedangkan switch body dan water proof cover dipasang pada bagian luar. Perlu diperhatikan pemasangan water proof cover ini harus benar-benar baik, karena letaknya yang ada dibagian luar akan terkena panas dan hujan (toren biasanya dipasang diluar), sedangkan di dalamnya terdapat terminal kabel listrik dari kontak relay.

Pada switch body, terdapat dua pasang terminal untuk kabel listrik yaitu terminal A1-A2 dan B1-B2. Dua pasang terminal ini merupakan dua macam kontak relay yang mempunyai fungsi berkebalikan. Untuk keperluan yang paling umum gunakan terminal A1-A2, karena fungsi ini yang sesuai dengan cara kerja level switch seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya. Selain itu pihak pabrik pembuat biasanya mempermudah konsumen dengan memberikan tanda dengan hanya memasang 2 buah baut saja pada terminal A1-A2.

Penjelasan mengenai dua pasang terminal ini adalah sebagai berikut :

Kontak Relay Level Control Switch

Dua Macam Kontak Relay Level Control Switch

Pada saat air mencapai level low, maka dua pemberat tadi akan menarik level switch kearah bawah dan kontak relay A1-A2 akan terhubung, sedangkan kontak relay B1-B2 akan terputus. Karena itu listrik akan mengalir dan mesin pompa air akan start.

Saat air mencapai level high, maka dua pemberat tadi akan mulai mengambang dan level switch akan kembali ke posisi semula dengan bantuan pegas. Akibatnya kontak relay A1-A2 akan terputus dan sebaliknya kontak relay B1-B2 akan terhubung. Sehingga aliran listrik akan terputus dan mesin pompa air akan mati.

Ini sifatnya nice to know saja, di dunia instrumentasi, kontak A1-A2 dinamakan Normally Open (NO) dan kontak B1-B2 dinamakan Normally Close (NC). Kalau mau lebih jelas bisa bertanya kepada bro Teknisi Instrument yang memang pakarnya mengenai kontak NO dan NC ini.

Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi anda semua dan silahkan beri masukan atau koreksi bila ada kekurangan atau kesalahan dalam artikel ini.

ILR-Team

Artikel Terkait Lainnya :

1. Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay

2. Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat?

3. Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus

4. Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah

5. Kesetrum (Tersengat Listrik)

6. Listrik, tak kenal maka tak hati-hati…

7. Banjir….Waspadai Instalasi Listrik bila Rumah Tergenang

8. Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah

9. Percikan Api di kWh Meter Instalasi Listrik Rumah

10. Kenaikan Tarif Listrik per 3 bulan tahun 2013

 

Bergabung dalam Komunitas ILR :

1. Forum InstalasiListrikRumah.com

2. Grup Diskusi & Berbagi InstalasiListrikRumah.com di Facebook

3. FanPage InstalasiListrikRumah.com

 

 

 

98 Responses to Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air

  • Mantep nich…
    Sangat bermanfaat untuk yang mau meng-otomatis-kan pompa air di rumah…

    Salam,
    TeknisiInstrument

  • gatot:

    bos mau tanya kalo kita ingin intensitas pompa air start stop nya lebih lama bagaimana caranya
    terima kasih banyak bos

    • ILR:

      Mas Gatot,

      Bisa dilakukan dengan memperlebar jarak antara dua pemberat atau sinker tersebut. Jadi yang bagian atas ditarik agak lebih keatas, dan bagian bawah sebaliknya. Tapi sebaiknya yang bagian bawah jangan terlalu ke bawah, karena air dalam toren akan tersisa sedikit sebelum ada pengisian lagi. Jadi volume air tidak terlalu kosong (jaga-jaga kalau ada masalah dengan pemadaman listrik atau masalah di pompa air).

      Terima kasih banyak juga atas pertanyaannya.
      Salam,

  • andik:

    Saya ingin menanyakan bisakah alat kontrol level air ini di kombinasikan dengan timer, jadi pompa hanya bisa menyala di siang hari. Klo bisa tolong direkomendasikan timer apa yang cocok. terima kasih

    • ILR:

      Mas Andik,

      Bisa dikombinasikan dengan dengan model stop kontak timer yang seperti stop kontak portable yang dilengkapi timer untuk 24 jam. Bisa diatur mau menyala pada jam berapa aja. Bisa coba googling “stop kontak timer”. Akan banyak macamnya.
      Yang harus diperhatikan adalah rating tegangan dan arus atau daya listrik (misal 230V, 16A dan maksimum 3000W), seperti rating stop kontak biasa.

      Mudah2an bisa membantu dengan informasi ini.

      Salam,

  • ande:

    mantap gan.. thx untuk infonya.. semoga bermanfaat… terutama yg model “Ball-Floater” :))

  • Boss mau tanya nihh…, berapa lama kita harus ganti switch water level (Radar)?… dan bagaimana tanda2nya jika alat itu tidak berfungsi/rusak?…, dan apa sebabnya mesin pompa air menjadi panas walaupun mesin dalam keadaan mati???….

    Thanks Boss.

    • tonny:

      tergantung type switch level yg dipakai.ada yg asli/palsu.juga sering on/off.lira kira 1-2tahun,yg awet pakai switch electronic.bisa 10-20 tahun

    • ILR:

      Boss Suherli,

      Waduh maaf nih…pertanyaannya keselip jauh..
      Lifetime switch water level tergantung kualitasnya. Betul seperti bro tonny bilang, tergantung yang dipakai barang bagus atau tidak. Ada yang baru 6 bulan sudah minta diganti, ada juga yang bertahun-tahun masih oke. Tanda2nya mudah dilihat, tidak kontak saat level airnya sudah rendah, dimana seharusnya mesin pompa air menyala. Atau kontaknya tidak lepas saat airnya sudah penuh, dimana seharusnya mesin pompa airnya mati.
      Biasanya problemnya ada di kontak switch yang sudah tidak berfungsi dengan baik, disebabkan karat atau mekanisnya tidak bagus lagi. Jadi kembali pada kualitas materialnya.

      Salam,

  • royani ahmad:

    Thk’s gan bwt infonya,mantap…
    Sy ada kontarkan 2 pintu,dengan masing2 meteran listrikj PLN serta 1 mesin air,1 toren,1 radar,bagaimana cara masangnya,jika sy mau seperti kondisi:
    1.Jika air d toren kosong,air tidak ngisi secara otomatis(hanya mengisi jika saklar listik d on pd rmh A/B
    2.Jika air penuh d toren aliran listirk akan terputus secara otomatis
    3.Jika saklar listrik pada rmh a on,listrik yg terpakai dari rmh a(jika di rmh B saklar d nyalakan tidak akan ada aliran listik dari rmh a)
    4.Jika saklar listrik pada rmh b on,listrik yg terpakai dari rmh b(jika di rmh A saklar d on,tidak ada aliran listrik dari rmh b)
    5,Cara menset saklar dengan sistem d atas

    • ILR:

      Mbak Royani,

      Sistem pengaturan toren air seperti yang diminta sudah kami kirimkan via email.
      Semoga bisa membantu dan cara kerjanya sesuai dengan yang diinginkan.

      Salam,

      • djojo siwamura:

        Mohon maan Gan saya mepunyai masalah yang sama dengan mbak Royani dapatkan agan memberikan bagan pengaturan yang sejenis.
        Wassalam dan terima kasih atas bantuannya

  • adi:

    Saya baru menggunakan toren untuk penampungan, yg ingin saya tanyakan mengapa setiap kali mengisi(biasanya pagi) , pompa harus dipancing dulu karena airnya turun? padahal waktu sebelumnya dilangsungkan keinstalasi keran tidak begitu,apa yg harus saya lakukan. atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih.

    • ILR:

      Mas Adi,

      Merespon pertanyaannya : “mengapa setiap kali mengisi(biasanya pagi) , pompa harus dipancing dulu karena airnya turun? padahal waktu sebelumnya dilangsungkan keinstalasi keran tidak begitu,apa yg harus saya lakukan?”
      Jika setiap kali mengisi harus selalu dipancing, penyebabnya terjadi di pipa hisap dan beberapa kemungkinan penyebab :
      1. Ada kebocoran pada sambungan pipa yang kurang merekat (kurang di-lem). Karena itu debit air bercampur udara. Periksa sambungan2 pada pipa hisap.
      2. Ada masalah dengan check valve / katup klem pada pompanya bocor atau tersumbat kotoran / pasir. Sehingga banyak udara di dalam pipa hisap. Lokasi check valve ini ada di dasar air, sehingga butuh usaha lebih untuk memeriksa bagian ini.

      Semoga penjelasannya bermanfaat untuk Mas Adi..

      Salam,

  • Kris:

    nice info bos..!!! jadi lebih ngerti cara kerjanya krn gw baru aja pasang toren dg sistem “Radar” ini. apakah ada cara utk bypass sistem ini andaikata radarnya rusak? jadi gw tinggal on/off manual? terima kasih.

    • ILR:

      Sama-sama bos Kris..

      Cara baypass nya ada beberapa, seperti tarik saja tali radar ke bawah sehingga kontaknya bekerja dan mesin pompa air bisa ON. Tapi cara ini cukup repot karena harus naik ke toren setiap kali mengisi. Cara lainnya adalah dengan membuat rangkaian koneksi listrik yang bisa mem-bypass radar.
      Agar mudah dimengerti, kami kirimkan gambar corat-coret rangkaian listriknya.
      Mudah2an bisa digunakan..dan silahkan jika ada pertanyaan

      Salam,

  • jale:

    info yang sangat bermanfaat…
    di tempat saya ada kasus begini
    saya membeli air via mobil tangki kapasitas 5rbL, kadang bisa sampai 4tangki sehari. yang jadi pertanyaan saya bisa ga bapak memberi saran untuk mekanisme bongkar air sbb:
    1.mesin pompa hisap utk bongkar saya set dalam waktu tertentu misal utk 5000L perlu waktu 30 menit sampai air di tangki benar2 habis.
    2. karena saya tidak bisa mengawasi proses bongakar air setiap waktu maka saya ingin memasang sistem yang menggunakan timer utk menceah kecurangan dari pihak penjual air (sopir nya).
    3. sistem yang ada dalam pikiran saya adalah yang punya 1 tombol ON untuk menghidupkan pompa hisap yang sudah diset waktunya dan akan mati sendiri setelah waktunya tercapai (saya sudah pastikan dlam waktu tersebut air di tangki habis hehe..)
    4. mohon info alat apa yang saya butuhkan untuk membuat sistem tsb. n kalo tidak keberatan dg skemanya
    5. terima kasih

    • ILR:

      Bro Jale,

      Cara paling mudah adalah menggunakan stop kontak timer. Bentuknya seperti stop kontak portabel yang punya colokan untuk dihubungkan dengan stop kontak rumah. Didalamnya ada timer yang range waktunya bisa disetting dari 30 menit sampai 24 jam. Sebenarnya alat ini sering digunakan untuk peralatan listrik yang ingin ON/OFF otomatis dalam 24 jam dan bisa terus berulang.
      Bisa di-googgling dengan kata kunci “stop kontak timer”, ada yang model analog dan digital.
      Untuk tombol ON, jika stop kontak timer tidak punya fasilitas saklar/switch, maka bisa dipasang stop kontak tambahan yang punya switch/saklar.
      Tapi kalau mesin pompa hisap yang Bro Jale punya menggunakan motor 3-phase maka perlu skema yang lebih rumit, karena stop kontak timer diatas hanya untuk listrik 1 phase.
      Jika memang skemanya belum sesuai dengan keinginan..silahkan kontak kami di halaman “contact us”. Kita bisa sambil diskusi..

      Semoga informasi yang singkat ini bisa dimengerti oleh bro Jale.

      Salam,

  • lucius:

    mas,
    saya mau beli level control switch dimana ya? apa sdh lengkap sama pemberatnya?ada berapa merk dan harganya berapa? saya kurang begitu mengerti. tolong dikirimkan ke alamat email saya. terima kasih bayak.

  • a:

    Bro numpang tanya nih, untuk level control yg bagus dan tidak mudah rusak merek apa, harga berapa dan dimana saya bisa beli? Thks.

    • ILR:

      Bro,

      Alat ini banyak dijual di toko bangunan. harga antara 45 – 50rb-an. Ada dua merk yang banyak dijual: RADAR dan KIDO. Dari pengalaman, merk RADAR relatif tidak banyak masalah.

      Salam,

  • Ridwan:

    Pak,

    1. Apa sebaiknya kalo kita pasang Radar di toren, jet pump yang dibeli yang tidak otomatis saja krn kan otomatisnya jet pump sdh tidak dipakai?

    2. Bagaimana cara instalasi radar agar tidak otomatis mengisi air di toren kalo sdh mencapai level bawah karena saya tidak mau setiap saat jet pump saya ON. Walaupun pakai radar, saya maunya sy yg ON/OFF mesin jet pumpnya. Ini untuk menghindari mesin jet pump tetap menyala ketika jam tidur malam.

    3. Sebaiknya pakai yang elektrik atau yg non-elektrik spt yg bola, ya Pak? Karena stlh saya search di google, byk yg mengeluh Radarnya tidak berfungsi dengan baik dan bahkan ada yg konslet? Bagus pakai yg mana ya Pak?

    Terima kasih.

    • ILR:

      Pak Ridwan,

      1. Pada umumnya mesin pompa air selalu dilengkapi dengan otomatis (Pressure Switch). Fungsinya adalah mengatur kapan pompa air harus ON, dan yang paling penting adalah kapan harus OFF, karena jika tidak OFF maka akan terjadi maksimum pressure pada pipa air (saat keran dimatikan). Jadi sepertinya otomatis selalu ada pada pompa air.

      2. Cara paling mudah adalah mencabut steker / colokan pompa air dari stop kontak, sehingga tidak ada suplai listrik walaupun radar sudah menyuruh ON. Jika khawatir dengan cara tusuk-cabut colokan ini, bisa pasang stop kontak tambahan yang ada switch ON/OFF-nya.

      3. Masing2 punya kelebihan dan kelemahan.
      Untuk non-electric (memakai floating ball) pemasangan mudah dan tanpa rangkaian listrik dan untuk ON/OFF pompa menggunakan otomatis dari pompanya.
      Kelemahannya adalah kadang saat air di toren sudah penuh dan valve dari floating ball-nya sudah menutup penuh tapi masih ada kebocoran sehingga air masih mengalir. Apalagi jika tekanan dari pompa cukup besar.

      Untuk yang electric punya keuntungan di sistem kontrol ON/OFF tanpa perlu otomatis pompa dan kondisi level air di toren bisa diatur untuk pengisiannya.
      Kelemahannya adalah memerlukan tambahan rangkaian listrik, contact-switch yang kadang bermasalah dan korslet (terutama bila pemasangan cover-nya kurang rapat sehingga air hujan bisa masuk).
      Hanya saran, lebih baik pakai radar karena secara kontrol ON/OFF lebih baik. Untuk menghindari konslet, cara pemasangan covernya harus benar (bila perlu pasang cover tambahan). Untuk fungsinya yang sering bermasalah, gunakan merk yang bagus dan buat rangkaian listrik yang bisa mem-bypass radar tadi jika bermasalah. Coba hubungi via halaman “contact us” jika ingin tahu bagaimana rangkaiannya. Sudah pernah ada yang menanyakan hal ini sebelumnya.

      Semoga penjelasannya bisa mencerahkan.

      Salam,

      • eko:

        jika memakai sistem floating ball masih bocor (karena tekanan pompa yang tinggi), bisa diatas dengan menambah floating ball tersebut dengan botol air mineral, selain itu bisa juga mengganti karet valve dengan karet ban dalam, ini efektif mencegah kebocoran.

  • idad:

    maaf pa kalau pelampung /ball floater yang ukurannya 2 inci ada ga??? saya minat pa…..

  • Ridwan:

    Salute buat bapak dan temen2x lainnya di instalasilistrikrumah.com. Belum pernah saya menemukan website/forum/blog yang memberikan bantuan dan jawaban sedetail ini. Dan bukan hanya detail, bpk dan temen2x jg berusaha memahami kesulitan yang dialami oleh para followers website ini. Salute berat dah :). Sy tunggu photo2xnya kalo sdh jadi Pak. Terima kasih banyak atas balasan via email dan info yg sangat membantu, walo sbg orang awam listrik sy harus baca pelan2x dan memahami.

  • mashudi anang:

    mas saya tinggal di Tulungagung, jatim.
    kira2 di kota kami apa sudah ada ya yang namanya Level Control Switch?
    Terus harganya kisaran berapa?

  • rusyandi:

    mohon informasi pemasangan saklar otomatis bila menggunakan 2 tangki air..thanks..

  • Elby:

    ketika air dari meteran mati ………….. kenapa ya dari torrent juga mati alirannya ga bisa keluar……….??? ada kemungkinan apakah…….???

  • Ridwan:

    @Mashudi: Sy rasa dikota anda pasti ada Radar. Cari yg kotaknya putih biru dan merk “Radar”. Sy dikasih tahu itu yg bagus. Dan sy sdh beli sndr ttp blm dipasang. Harga Rp.60rb kalo dit4 sy. Kalo ngga ada, anda bisa google dan beli online. Moga2x membantu.

  • muarafi:

    mas ridwan saya punya maslah yang sama dengan mas rusyandi yaitu instalasi 2tangki dengan satu otomatis mohon skemanya makasih

  • Rahmat:

    Bagaimana cara membetulkan/menyambung tali pemberat toren yang putus, saya coba membuka untuk memperbaiki masih belum bisa. Kira2 tali apa yang cocok/awet untuk pemberat toren? Kalo beli baru kira2 jenis pemberat apa yang tahan lama & bagaimana cara pemasangannya. Sampai saat ini toren otomatis di rumah saya mati gara2 tali pemberatnya putus, padahal baru dipakai ± 1 tahun. Terima kasih atas penjelasannya.

  • abu adzkia:

    assalamu’alaikum, pak.
    bagaimana cara mem-bypass radar yg selalu macet (bermasalah)
    mohon infonya.
    terimakasih banyak, semoga bapak mendapatkan pahala yg tak putus-putus atas ilmu yg diberikan kepada masyarakat. amin
    wassalam
    abu adzkia

  • hendi:

    pak klo saya ingin membeli control switch yg diatas, kira-kira dmana dan berapa harganya?

    oia, klo saya mau tanya ke toko bangunan, namanya alatnya apa pak?

  • hendi:

    pak klo saya ingin membeli control switch yg diatas, kira-kira dmana dan berapa harganya?

    oia, klo saya mau tanya ke toko bangunan, namanya alatnya apa pak?

    tolong balas ke email saya pak.

    terimakasih

  • aldy:

    Mas…
    Saya baru membuat pompa bor dirumah dan ingin memasang radar seperti yang mas ulas di atas, cuman saya ingin mendapatkan yang lebih rinci berupa gambar dan ulasan cara memasang radar di tandon air sampai cara menyambungnya dengan listrik di pompa ( jarak antara pompa air sama tandon air saya sejauh lebih kurang 5 meter ) terima kasih.

  • adnan:

    bro, saya punya pompa hisap 1 dan pompa dorong satu, dulu tanki toren cuma satu kapasitas 1000 liter. kemudian saya tambahkan lagi toren 1000 liter.
    pertanyaannya bagaimana kontrol yg efektif supaya pompa hisap tidak melulu start/on. sekarang ini level kontroler dipasang pada tanki pertama, dan suplai air ke pompa dorong juga dari toren pertama. Antara toren pertama dan kedua di hubungkan dengan pipa 3/4″ yg diambil dari bagian bawah masing2 torent tsb.

  • Johny:

    Terima kasih untuk informasinya, sangat bermanfaat. Saya ada pertanyaan nich. Ketika air sudah masuk ke toren kemudian dialirkan ke bawah (ada 2 lantai rumah). Ada 2 kmr mandi di lantai 2 (letaknya agak jauh dari aliran air dari toren), 2 kamar mandi + 2 kran dapur + kran di garasi di lantai 1. Saya minta tolong diberikan solusi agar air dari toren bisa mengalir di setiap titik tsb dengan adanya perioritas/stop kran. Bolehkah saya dikirimkan gambarnya dan solusinya?

  • rita:

    Mas, mau nanya ada gak alat penyumbat saluran air yg keluar dari dalam tower air? Krn saya pke kran stop di pipa saluran air yg ke bawah bocor krn gak kuat nahan tekanan air pd saat air penuh di tower. Thx

  • Informasinya bermanfaat sekali.
    aku sudah pernah mempraktekkan, tapi hanya coba-coba saja.
    baru kali ini dapa yang lebih jelas teorinya.
    terima kasih informasinya.

  • LILIK SUYONO:

    thanks banget artikel sangat membantu,sip dech

  • rusyandi:

    mohon informasi utk pemasangan pelampung dengan 2 tangki toren..thanks..

  • cahyo:

    gAn, mau nanya donk. Saya mau pasang 2 radar, radar 1 untuk tandon atas, yang satunya (radar 2) untuk tandon bawah penampungan air PAM. Bagaimana instalasinya supaya :
    1. Mati –> radar 1 terendam & radar 2 terendam
    2. Mati –> radar 2 terendam ataupun menggantung, & radar 2 menggantung
    3. Hidup –> radar 1 menggantung & radar terendam

    Makasih atas penjelasannya. Syukur2 dikasih ilustrasi gambar & di-imelkan. :)

  • Maman Hidayat:

    Pak bisa tidak jika satu mesin memakai dua radar untuk dua toren, kalau bisa mohon informasinya dan cara memasangnya.
    Terima kasih.

  • Agus Mauludin (@agusmaulud):

    terima kasih, sangat2 detail

  • Agus Mauludin (@agusmaulud):

    yang jadi masalah gimana mengontrol air didalam sumur kosong. terima kasih

  • andreas:

    pak, saya mau nanya, krn di rumah saya utk aliran pdam nya tdk stabil maka saya pasang toren bawah utk mengambil air dari pdam dan saya sedot ke atas utk menampung toren atas..dan utk pemenuhan ke kamar mandi dg posisi lgsg dari atas toren secra vertikal, dan pemenuhan lainnya ke kran dapur dan kran tempat cuci yg jaraknya sdkt menjauh dari toren atas, dg konsep gravitasi dan dg ukuran memakai ball floater. yg jadi pertanyaan saya kenapa pada saat toren atas full dan dg sistem gravitasi malahan air yg turun tdk banyak bahkan bisa dikatakan malah tidak keluar. mohon petunjuk pak..apa ada yg salah mengenai konsep yg saya terapkan?? trims..

  • try:

    Mas saya ingin membuat toren untuk pemakaian hiter ( pemanas air ) masalahnya toren nggak begitu tinggi sehingga air yang ke hiter keluar tidak begitu kencang, bagaimana solusinya agar 1 pompa bisa untuk toren dan pemakaian hiter?

  • husni:

    dear Admin,.. mohon penjelasannya

    1. Radar otomatis suka ngadat (ga jalan) itu kenapa ya ?
    2. L shape bracket itu masanganya di luar atau di didalam yaa,. karena kalau du dalam mentok di tangki mengingat bentuknya L
    3. saya pasang L shape bracket di luar , pompa air jalan tapi ga mati ototamis , kesalahannya dimana ya

    terima kasih

  • maya:

    apa sistem “RADAR” jika berfungsi baik, lalu pompa air nya otomatis mati atau ada waktu beberapa menit untuk mematikan pompa air yg mengalirkan air ke toren????

  • Martin:

    Infonya sangat bagus mas.
    Saya bisa tanya mas?
    saya ada 2 sumber air pam dengan pompa air (2), 2 tandon, 1 solar water heater.
    Bisa bantu saya untuk istalasinya jika:
    1. masing2 sumber air mengisi ke masing2 tandon.
    2. tandon berhubungan (paralel)
    3. dari tandon, didorong pompa air lagi, dibagi ke solar water heater dan saluran kran.
    Terima kasih

  • Joe:

    Tolong bantu, beberapa orang sudah, termasuk saya nyerah bro.
    saya baru memperbaiki mata jet pum dengan ongkos biaya Rp.300.000 karena air tidak keluar walaupun mesin menyala normal, ketika diangkat pipa sepanjang 20meter, tukang juga memotong 1 meter alhasil air jalan bagus dan deras, dan mencek pipa2 yang kelihatan bila ada yang bocor, tapi setiap 5 jam toren 700 liter tidak dipakai langsung kosong dan diisi lagi penuh kembali dan saya juga membuat keran buka tutup diantara pipa air yang naik dan yang turun yang fungsinya agar air turun ke mesin agar tidak memancing bila ada sesuatu misal musim kering.

    saya mencoba tutup pipa tengah agar air tidak kembali kemesin alhasil air tetap kosong dari toren setelah 5 jam tanpa pemakaian,
    saya mencek setiap kamar mandi bila ada bocor halus dan saya menemukan keran shower kecil untuk wc duduk loss alias tidak berfungsi tapi tidak ada yang bocor atau lari kedalam tangki wc karena saya lihat tidak ada bocor ke dalam wc.
    bila ada bocor seharusnya saya akan mendapatkan tembok, ubin yang basah tapi saya tidak menemukan dan tukang pun bingung karena yang terbuang itu 700 liter air.

    saya juga mencek saluran air keluar di got / comberan tidak ada air yang keluar, walaupun sudah saya nyalakan mesin jet pump dan menutup toren

    apa ada saran untuk mengetahui kemana larinya air

    terima kasih banyak untuk segala perhatiannya.

  • Wismono:

    Salam kenal gan

    Gan bisa gak dikasih bagan bagaimana nyambung koneksi kabel radar air ke pompa air. Thank ya gan sebelumnya

  • Andre:

    Thanks buat info nya mas, benar2 membantu.
    Level Control Switch saya sering ngadat, sekitar 6 bulan saya harus tarik manual, setelah itu akan bekerja normal kembali, tapi sekarang benar2 rusak, saya harus tarik secara manual terus untuk menyalakannya umurnya ada 2 tahun kali. Itu kenapa ya ? Saya baca di website mas, kalau mau beli yang awet bisa 10-20 tahun beli yang elektronic. Bisa di rekomendasi merk nya yang bagus apa, beli dimana ? Apakah cara pasangnya sama ? terima kasih ya mas.

  • rudi:

    saya baru beli radar dan dipasang sama tukang yang dulu bangun rumah saya, kenapa setiap air habis otomatisnya tidak bekerja dan saya harus ke atas memainkan sinkernya untuk manual…
    1. apakah sinkernya kurang berat apa gimana?
    2. apakah yang saya beli kurang bagus?

    Terima kasih banyak bantuannya.

  • Mang Oboy:

    Kemana larinya air? Dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Sudah hukum alam, Oom..

  • adi bogan28:

    mas saya mau tnya isi cairan sinker pd alat otomatis air tower ( RADAR ) itu berisi cairan apa

  • Roza A:

    Tanya Bro……
    1. Berapa waktu normal utk pengisian tandon 1000 ltr ?
    2. Berapa baiknya ukuran pipa paralon utk pipa isap (dari sumur ke mesin)
    3. Utk pipa keluar (dari mesin ke tandon) ukuran pipa berapa inc…
    Trmksh

  • weldy:

    top banget infonya bos. sangat membantu. tengkyu banget :-)

  • anita:

    di rumah sudah ada tandon dengan sistem saklar. mau pasang level control gimana ya instalasi listriknya. cara merubah dari sistem saklar ke otomat tersebut

  • Rasio:

    Mhn bantuan Mas,
    saya pakai pompa dan Radar. skrng ini pompanya otomatis mati dan hidup per 3 menit. Padahal sebelumnya kalau tandon lagi kosong pompatnya kaan mati per setengah jam. masalahnya apa ya Mas. Thks atas responsnya.

  • rizal:

    mas saya mau informasi harganya ya
    buruh untuk tandon dinas perkebunan
    minta CP jg ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berlangganan Artikel

Berlangganan RSS

Ketik email anda untuk berlangganan:

Mengapa Berlangganan? | Apa itu RSS Feed?


Website Counter

Komentar Terbaru

  • pire resi: Dear Pak, Saya mau tanya, apa pengaruhnya jika beban 1 phasa, menggunakan perangkat MCB 3phasa dengan...
  • sasliadi: Ass, say ingin bertanya bang, lampu di rumah saya mati, padahal sudah di isis token, solusinua gi mna ya...
  • Nabil: Maksud dari pertanyaan sy apakah groding aliran terpisah yg di bumikan? Apa keuntungan dan kerugian bilah tdk...
  • Nabil: Untuk pln banyak yg tdk mewajibkan pasang gronding,klau tdk salah gronding itu aliran terpisah untuk safety,...
  • Anjas: Grounding ditempat saya mendapati 02.6 ohm. Apakah memenuhi Standar Persyaratan Umum Kelistrikan Indonesia?