Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus

Dalam sistem instalasi listrik rumah, kabel listrik adalah salah satu komponen vital yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sumber listrik PLN menuju peralatan listrik. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel “Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)”, kabel ini seperti pembuluh darah dalam tubuh manusia, dimana bila saluran pembuluh darah ada yang bermasalah tentu tubuh tidak akan bekerja dengan baik. Kabel listrik pun demikian, bila ada saluran yang bermasalah maka akan berpotensi mengganggu sistem instalasi listrik rumah anda. Artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai kabel listrik dan hubungannya dengan kapasitas hantarannya.

Pengertian penghantar, kabel dan kawat penghantar

Sebagai pendahuluan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan arti antara ketiga istilah diatas. Penghantar ialah suatu benda yang berbentuk logam ataupun non logam yang bersifat konduktor atau dapat mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik yang lain. Penghantar dapat berupa kabel ataupun berupa kawat penghantar.

Kabel ialah penghantar logam yang dilindungi dengan isolasi. Bila jumlah penghantar logam tadi lebih dari satu maka keseluruhan kabel yang berisolasi tadi dilengkapi lagi dengan selubung pelindung. Contohnya kabel listrik yang dipakai di rumah. Bila kabel tersebut “dikupas” maka akan kelihatan sebuah selubung (biasanya berwarna putih) yang membungkus beberapa inti kabel yang terisolasi (2 atau 3 inti) dimana masing-masing inti memiliki warna isolasi yang berbeda.

Sedangkan kawat penghantar ialah penghantar yang juga logam tetapi tidak diberi isolasi. Contohnya ialah kawat grounding pada instalasi penangkal petir atau kawat penghantar pada sistem transmisi listrik tegangan menengah dan tinggi milik PLN .

Jenis kabel listrik yang umum dipakai dan nomenklatur-nya

Dalam instalasi listrik perumahan, paling tidak ada 3 jenis kabel listrik yang paling umum digunakan yaitu kabel jenis NYA, NYM dan NYY.

Istilah NYA, NYM dan NYY ini merupakan tata nama atau nomenklatur pada kabel. PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000) dalam lampiran C menjelaskan mengenai tata nama (nomenklatur) kabel ini. Dari lampiran tersebut, kabel NYA, NYM dan NYY berarti kabel standar berpenghantar tembaga (huruf “N”) dan berselubung isolasi dari PVC (Poli Vinil Chlorid) (huruf “Y”).

Kabel NYA

Kabel Tipe NYA

Kabel tipe NYA yang terpasang di instalasi listrik rumah

Merupakan kabel berisolasi PVC dan berinti kawat tunggal. Warna isolasinya ada beberapa macam yaitu merah, kuning, biru dan hitam. Jenisnya adalah kabel udara (tidak untuk ditanam dalam tanah). Karena isolasinya hanya satu lapis, maka mudah luka karena gesekan, gigitan tikus atau gencetan. Dalam pemasangannya, kabel jenis ini harus dimasukkan dalam suatu konduit kabel.

Berbicara mengenai konduit, pengertiannya adalah suatu selubung pelindung, ada yang berupa pipa besi, tetapi yang paling umum digunakan adalah pipa PVC (tetapi berbeda dengan pipa PVC untuk air). Konduit ini selain bertujuan melindungi kabel dari gangguan luar juga untuk memudahkan dalam hal pekerjaan penggantian atau penambahan kabel, karena hanya tinggal ditarik atau didorong saja. Bandingkan bila kabel tersebut ditanam dalam tembok tanpa konduit, tentu akan butuh pekerjaan tambahan berupa pembongkaran tembok.

Karena itu, sesuai tujuannya penggunaan konduit sebenarnya tidak terbatas pada jenis kabel NYA saja, tetapi bisa dipakai untuk kabel NYM atau NYY.

Kabel NYM

Kabel tipe NYM

Kabel tipe NYM yang terpasang di peralatan listrik rumah

Kabel jenis ini mempunyai isolasi luar jenis PVC berwarna putih (cara mengenalinya bisa dengan melihat warna yang khas putih ini) dengan selubung karet di dalamnya dan berinti kawat tunggal yang jumlahnya antara 2 sampai 4 inti dan masing-masing inti mempunyai isolasi PVC dengan warna berbeda. Jadi seperti beberapa kabel NYA yang dijadikan satu dan ditambahkan isolasi putih dan selubung karet.

Kabel ini relative lebih kuat karena adanya isolasi PVC dan selubung karet. Pemasangannya pada instalasi listrik dalam rumah bisa tanpa konduit (kecuali dalam tembok sebaiknya menggunakan konduit seperti yang dijelaskan sebelumnya). Kabel ini dirancang bukan untuk penggunaan di bagian luar (outdoor). Tetapi penggunaan konduit sebagai pelindung bisa juga dipertimbangkan bila ingin dipasang di luar ruangan. Harganya yang jelas lebih mahal dari tipe kabel NYA.

Kabel NYY

Kabel tipe NYY

Kabel tipe NYY yang terpasang di instalasi listrik rumah

Warna khas kabel ini adalah hitam dengan isolasi PVC ganda sehingga lebih kuat. Karena lebih kuat dari tekanan gencetan dan air, pemasangannya bisa untuk outdoor, termasuk ditanam dalam tanah. Kabel untuk lampu taman dan di luar rumah sebaiknya menggunakan kabel jenis ini. Harganya tentu lebih mahal dibanding dua jenis kabel sebelumnya.

 

Kuat Hantar Arus (KHA)

Kabel listrik mempunyai ukuran luas penampang inti kabel yang berhubungan dengan kapasitas penghantaran arus listriknya. Dalam istilah PUIL, besarnya kapasitas hantaran kabel dinamakan dengan Kuat Hantar Arus (KHA).

Ukuran kabel dan KHA-nya sebaiknya kita pahami dengan baik untuk menentukan pemilihan kabel yang sesuai dengan kapasitas instalasi listrik rumah kita. Besar kapasitas daya listrik dalam suatu instalasi listrik rumah berhubungan dari berapa besar langganan listrik dari PLN. Dalam hal ini adalah berapa besar rating MCB yang terpasang di kWh meter (lihat dalam artikel “MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)” untuk detailnya). Besarnya KHA kabel harus lebih besar dari rating MCB, karena prinsipnya adalah MCB harus trip sebelum kabelnya terkena masalah.

Arus listrik yang melebihi KHA dari suatu kabel akan menyebabkan kabel tersebut menjadi panas dan bila melebihi daya tahan isolasinya, maka dapat menyebabkan rusaknya isolasi. Kerusakan isolasi bisa menyebabkan kebocoran arus listrik dan akibatnya bisa fatal seperti kesetrum pada manusia atau bahkan mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Faktor lain dalam menentukan pemilihan kabel dengan KHA-nya adalah mengenai peningkatan kebutuhan daya listrik di masa depan. Bila dalam beberapa tahun ke depan ternyata ada penambahan daya listrik langganan PLN, tentu lebih baik sedari awal dipersiapkan kabel dengan ukuran yang sedikit lebih besar untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan daya listrik ini sehingga menghindari pekerjaan penggantian kabel. Tetapi perlu diperhatikan juga bila umur kabel ternyata sudah melewati 10 tahun. Pada kasus ini, pemeriksaan kondisi kabel dengan lebih teliti sebaiknya dilakukan untuk memastikan kabel masih dalam kondisi baik.

PUIL 2000 memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar kabel dan maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe NYA, NYM dan NYY.

KHA Kabel NYA

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYA

KHA kabel NYM

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM

KHA kabel NYY

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY

Dari tabel diatas, satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor temperatur lingkungan di luar kabel. KHA yang dinyatakan dalam tabel tersebut berlaku untuk maksimum temperatur di sekitar kabel sampai 30 Cdeg. Lebih dari itu akan menyebabkan turunnya nilai KHA kabel. Ada faktor koreksi yang harus diperhitungkan sesuai dengan besarnya lingkungan. Mengenai faktor koreksi kabel ini akan kita bahas dalam artikel berikutnya (Lanjutkan disini).

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dalam memahami secara lebih mendalam mengenai kabel listrik.

ILR-Team

Artikel Terkait Lainnya :

1. Listrik, tak kenal maka tak hati-hati…

2. Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah

3. Faktor Koreksi Kuat Hantar Arus dan Warna Kabel

4. Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah

5.MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik

6. Kesetrum (Tersengat Listrik)

7. Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan “PERIKSA”

8. Hati-hati Menggunakan Kabel Rol

9. Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay

10. Banjir….Waspadai Instalasi Listrik bila Rumah Tergenang

 

 

Bergabung dalam Komunitas ILR :

1. Forum InstalasiListrikRumah.com

2. Grup Diskusi & Berbagi InstalasiListrikRumah.com di Facebook

3. FanPage InstalasiListrikRumah.com

 

 

 

140 Responses to Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus

  • Sulo:

    Salam kenal pak……

    mau nanya maksimum sambungan kabel di Junction box, dan mohon penjelasan dari efek penyambungan yang tidak baik,

    Thanks

    • ILR:

      Pak Sulo,

      Salam kenal juga. Terima kasih telah berkunjung.
      Jika Junction Box yang dimaksud adalah kotak sambung (contohnya T-Dos), dalam PUIL tahun 2000 tidak disebutkan jumlah maksimum sambungan kabel. Sebagai best practice, sesuaikan saja jumlah cabang dalam kotak sambung dengan jumlah kabel. Misalnya, kotak sambung cabang 3 (jenis T-Dos) berarti digunakan untuk sambungan dari 3 kabel. Jumlah sambungan kabel yang berlebihan akan menyulitkan dalam pemasangan dan saat perbaikannya.
      Efek penyambungan yang tidak baik akan menyebabkan panas berlebih saat dilewati arus maksimum dan akhirnya bisa melelehkan isolasi kabel (secara fisik, kabel akan kelihatan menghitam). Akibat fatalnya adalah terjadi percikan api
      (lihat artikel di link ini :
      http://www.instalasilistrikrumah.com/percikan-api-di-kwh-meter-instalasi-listrik-rumah/ )

      Semoga penjelasannya bisa bermanfaat.

      Salam,

  • Sulo:

    Terima Kasih Banyak atas pencerahannya,

    nambah pertanyaan lagi (maklum masih awam)……jika instalasi yang tersambung dari PLN satu Phasa, dan di PHB kita bagi menjadi 3 bagian, apakah tiap bagian tersebut perlu tarikan kabel netral dari PHB, atau cukup satu netral dipakai bersama untuk tiga bagian tersebut?,

    Salam,
    Sulo

    • ILR:

      Pak Sulo,

      Sama-sama…syukurlah penjelasannya bisa bermanfaat.
      Jika dalam PHB dibagi dalam 3 bagian, berarti ada 3 MCB, maka masing-masing kabel yang keluar dari tiap-tiap MCB akan terdiri dari kabel phase (warna hitam), kabel netral (warna biru) dan kabel grounding (warna hijau-kuning). Jadi kabel netral yang keluar dari kWh meter dan masuk ke MCB Box akan terbagi dalam 3 kabel netral dan biasanya di sambung dalam terminal netral dalam MCB Box.
      Untuk lebih jelasnya, kita kirim gambarnya pada email.
      Gambar ini rencananya akan masuk dalam posting artikel mengenai sistem pengawatan pada kWh-meter. Ditunggu saja pemuatannya.

      Semoga bermanfaat.

      Salam,

  • Sulo:

    Thanks, sangat membantu..

    Salam, Sulo

    • paijora:

      pak mau nanya nih, saya punya masalah tentang sambungan listrik (kebel roll), jadi setelah dipakai untuk nyambung listrik mesin cuci jadi mati, nach terus saya coba test pake testpen, pas saya test semuanya mati, kemudian saya balik stecker colokannya, nah pas di testpen semua lubang listrik di roll hidup semua.. udah korban 2 roll nih pak.. nach kenapa nih pak? adakah kerusakan pada kabel listrik? thx

      • ILR:

        Pak Paijora,

        Mohon maaf telat respon.
        sepertinya kabel listrik pada kabel rol ada yang salah koneksi. Apakah kabel rollnya beli jadi atau dirangkai sendiri koneksinya?
        Coba cara ini :
        - Periksa stop kontak dengan testpen, salah satu lubang akan menyala dan lainnya tidak menyala.
        - Bila kabel roll dirangkai sendiri, bisa periksa koneksi kabel di steker, apakah masing2 kabel (biasanya ada 3 kabel, hitam-biru-hijau atau merah-putih-hijau), tersambung pada tempat yang benar di steker? Biasanya do steker tertulis L, N dan E. Kabel warna hijau biasanya ground dan ditempatkan di lubang ‘E”
        - Sekalian juga dilihat pada terminal di colokan kabel rollnya (bila kabel roll dirangkai sendiri), apakah masing2 kabel tadi terpasang pada tempat yang benar?

        Bila semuanya tidak ada masalah, kemungkinan berikutnya adalah kabel listriknya ada masalah. Apakah ada sambungan pada kabel listrik atau tidak?. Bisa infokan kami jika masih bermasalah.
        Semoga cara ini bisa membantu ya..

        Salam,

      • Yohanes Halim:

        Mungkin karena kabel netral roll kabel tersebut putus. Karena kabel fasanya masih nyambung, jadi masih nyala kalau dites pakai tes pen, tapi karena kabel netralnya ngga ada jadi ngga membentuk loop. coba dites pakai multimeter saja, kemungkinan itu yang terjadi.

  • Alf:

    Pak mau nanya,

    Dari uraian di atas tersirat bahwa kabel terbaik adalah kelas NYY.
    Apakah itu berarti NYA dan NYM adalah jelek?
    Ataukah sebenarnya masing-masing memiliki target aplikasi yang berbeda?

    • ILR:

      Alf,

      Masing-masing kabel punya aplikasi yang berbeda. NYY digunakan sebagai kabel tanah atau aplikasi outdoor, misal untuk lampu taman. Karena itu isolasinya lebih bagus dari kabel NYM atau NYA.
      Sedangkan kabel NYA atau NYM diperuntukkan untuk kabel instalasi listrik di dalam rumah.
      Semoga informasinya bisa mencerahkan.

      Salam,

  • Alf:

    Terima kasih Pak ILR.

    Apa bisa saya simpulkan bahwa NYA adalah versi downgrade/jelek dari NYM (alias versi tanpa selubung), mengingat aplikasinya sama?

    • ILR:

      Alf,

      Betul juga kalo dibilang versi tanpa selubung, tapi bukan downgrade sih. Pada panel pembagi, untuk koneksi jumper, butuh kabel seperti ini. Kalo pakai kabel NYM kan harus buang selubungnya dan hubungannya juga ke faktor harga.
      Jadi tergantung kebutuhan juga.

      Salam,

  • Alf:

    @Pak ILR,

    Panel Pembagi itu apa ya Pak? MCB?
    Maaf kalau terdengar lucu, tapi saya memang masih awam soal kelistrikan.

    • ILR:

      Alf,

      No problem dengan pertanyaannya..justru itulah mengapa Instalasilistrikrumah.com dibuat. Mottonya adalah mencerdaskan dan mencerahkan. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang awam mengenai kelistrikan, agar bisa menghindari bahayanya.

      Panel Pembagi atau lengkapnya PHB (Panel Hubung Bagi) itu istilah yang dipakai dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik), sebuah standard mengenai kelistrikan di Indonesia.
      Kalau dalam sistem instalasi rumah, biasanya familiar dengan MCB Box. Letaknya ada di dalam rumah setelah kWh-meter PLN.
      Tetapi dalam instalasi listrik industri, PHB biasanya disebut juga dengan Distribution Panel. Isinya adalah sejumlah Circuit Breaker untuk berbagai beban listrik.
      Semoga clear dengan penjelasannya.

      Terima kasih dan salam,

  • pendi:

    Salam pak ILR,

    Maaf sebelumnya saya mau tanya untuk maksimal titik lampu dan stopkontak pada setiap group itu berapa ya pak? dan apa boleh digabung untuk lampu dan stopkontak digabung dalam satu grup?
    terimakasih

    • ILR:

      Pak Pendi,

      Salam juga…
      kalo digabung dalam satu grup itu diperbolehkan.
      Untuk maksimalnya, kita lihat dalam PUIL ya, di tabel 4.3.1. , pada prinsipnya hitungannya adalah berapa besar kebutuhan maksimum untuk sejumlah stop kontak (dalam PUIL disebut kotak kontak) dan lampu.
      Untuk penerangan yang tidak melebihi 1000W, dihitung 2A untuk 1 sampai 20 titik + 2A untuk tiap tambahan 20 titik atau bagian daripadanya.
      Untuk stop kontak adalah 5A untuk 1 sampai 20 titik + 5A untuk tiap tambahan 20 titik atau bagian daripadanya.

      Jadi tinggal diatur saja penggabungannya. Ada juga yang mengatur untuk rumah dalam grupnya misalnya : bagian depan, tengah dan belakang.

      Mudah-mudahan bermanfaat penjelasannya.

      Salam,

  • pendi:

    pak ilr …..mohon pencerahan tentang pembacaan tabel untuk KHA diatas, untuk KHA kabel dalam Ampere apakah dipengaruhi oleh jarak tertentu atau bagaimana ya pak, bagaimana rumus menghitung penampang kabel untuk daya tertentu dalam jarak tertentu..
    terimakasih sebelumnya atas pencerahanya..

    • ILR:

      Pak Pendi,

      Untuk menghitung penampang kabel berhubungan dengan arus tertentu dan jarak tertentu adalah :
      A (mm2) = (2 x Ir x L x ρ x cos θ)/Vd
      A = Luas penampang saluran (mm2)
      Ir = Arus rating (A) –> Nilai rating arus pada MCB
      L = Panjang saluran (m)
      ρ = Tahanan jenis penghantar (Ohm.mm2/m) –> Tembaga : 0.0175 ohm.mm2/m
      cos θ = Faktor daya –> Secara umum PLN menentukan besarnya faktor daya tidak boleh kurang dari 0.8
      Vd = Drop tegangan pada kabel yang diperkenankan (Volt) –> Batasan PUIL adalah tidak boleh melebihi 5% dari tegangan nominal, sedangkan pada beberapa standard internasional mengharuskan tidak boleh lebih dari 1% s/d 2%.

      Untuk mencari Ir (arus rating) adalah dengan menentukan arus nominal yang dibutuhkan dan kemudian tentukan rating MCB yang ingin digunakan. Rating arus MCB harus dibawah rating arus dari penghantar (KHA). Misal, KHA pada kabel adalah 18A maka rating MCB harus dibawah 18A.

      Mudah-mudahan bisa mencerahkan Pak Pendi..

      Salam,

      • pendi:

        terimakasih pak

      • askar sukmawinata:

        hasil penghitungan saya tentang rumus diatas masih membingungkan pa ilr maaf, mohon pencerahannya………!
        contoh soal yg saya pnya adalah sebagai berikut :
        kapasitas trafo 1600 kva berarti brapa ukuran kabel nyy pada sisi sekunder trafo yang harus saya pakai..? tks sebelumnya

  • ali:

    pak ilr mohon pencerahannya.brp borongan skrng instalasi listrik rumah per titik dan brp utk penangkal petir.bgmn menghitung titik itu

    • ILR:

      Pak Ali,

      Hitungan untuk borongan instalasi listrik rumah didasarkan atas jumlah pertitik.
      Yang dimaksud dengan titik adalah point yang mengkonsumsi daya (stop kontak & lampu termasuk titik lampu dan saklar).
      Ada 2 komponen untuk perhitungan : komponen jasa pemasangan dan biaya material.
      Komponen jasa biasanya dihitung dengan melihat tipe rumah : sederhana (kisaran 25rb/titik); menengah (kisaran 40rb/titik); real estate/rumah mewah (kisaran 75rb/titik). Untuk pemasangan MCB Box dan kabel listrik sudah diperhitungkan dalam biaya jasa untuk jumlah total titiknya.
      Untuk biaya material sangat “customized” disesuaikan dengan anggaran pemilik rumah. Dan ini subyek untuk didiskusikan antara instalatir dengan pemilik rumah. Kualitas akan berhubungan dengan harga. Dan yang harus diperhatikan adalah materialnya sudah memenuhi standard PLN (S-PLN) atau berlabel SNI (Standard Nasional Indonesia).
      Untuk titik lampu, kabel yang digunakan berukuran 1.5 mm2 dengan 2 inti kabel (2C x 1.5 SQMM) dan untuk stop kontak berukuran 2.5 mm2 dengan 3 inti kabel.

      Semoga informasinya bisa membantu Pak Ali.

      Salam,

      **Note : pertanyaan yang sama dari Pak Ali di artikel “Sistem Listrik 3-Phase” akan kita hapus ya..untuk menghindari duplikat comment. Terima kasih..

  • ali:

    mksih ats pencerahannya,klo pake kabel NYA borongan berapa,dan klo sama materialnya kr2 brp ya pak ILR,sblmnya mksih byk

    • ILR:

      Pak Ali,

      Terima kasih kembali.
      Untuk penggunaan kabel NYA sepertinya sudah jarang dipakai lagi karena tidak efisien dari segi waktu pemasangannya (lebih lama) dan juga sedikit ribet. Terus terang, kami nggak tahu berapa standarnya untuk borongan pemasangan jenis kabel NYA.
      Mohon maaf Pak Ali.

      Salam,

  • hendra:

    pak ilr …..mohon pencerahan tentang pembacaan tabel untuk KHA diatas, bagaimana rumus menghitung penampang kabel dang ukuran pengaman untuk beban tertentu (misal motor listrik 3phasa 2 kW)dalam jarak tertentu..
    terimakasih sebelumnya atas pencerahanya..

    • ILR:

      Pak Hendra,

      Berikut rumus2nya :
      1. Cari nilai In (arus nominal pada saluran), bisa dengan melihat arus nominal pada nameplate motor atau dihitung :
      In (A) = P / (1.732 x Vpp x Cosθ)
      P = Daya Terpasang (Watt)
      Vpp = Tegangan Saluran phase to phase (Volt)
      Cosθ = Faktor Daya
      In = Arus saluran (Ampere)

      2. Kemudian hitung nilai Ir (nilai rating arus pada MCB) :
      Ir = In x k
      Ir = Nilai rating arus MCB (ampere)
      k = Faktor Kelipatan (untuk instalasi penerangan, k = 1.25 ; untuk instalasi tenaga, k = 2.5)

      3. Setelah itu hitung luas penampang kabel, dengan memasukkan parameter jarak dan juga voltage drop.
      A (mm2) = (2 x Ir x L x ρ x cos θ)/Vd
      A = Luas penampang saluran (mm2)
      L = Panjang saluran (m)
      ρ = Tahanan jenis penghantar (Ohm.mm2/m) –> Tembaga : 0.0175 ohm.mm2/m
      Vd = Drop tegangan pada kabel yang diperkenankan (Volt) –> Batasan PUIL adalah tidak boleh melebihi 5% dari tegangan nominal, sedangkan pada beberapa standard internasional mengharuskan tidak boleh lebih dari 1% s/d 2%. Semakin kecil nilai voltage drop semakin baik dalam menekan rugi-rugi (losses pada kabel).

      Semoga bermanfaat….

      Salam,

  • ika:

    Assalamualaikum pak, rumus untuk mencari seberapa besar penampang konduktor/kabel yang baik untuk instalasi apa ya??
    soalnya kan besar konduktor/kabel berpengaruh pada kemampuan mengalirkan besar arus… Terimakasih pak.

    -Mahasiswi-

    • ILR:

      Wa’alaikum salam mbak Ika,

      Merespon pertanyaannya : “rumus untuk mencari seberapa besar penampang konduktor/kabel yang baik untuk instalasi apa ya?? soalnya kan besar konduktor/kabel berpengaruh pada kemampuan mengalirkan besar arus…”
      Dalam prakteknya, tidak ada rumus langsung yang menghubungkan besar penampang konduktor dan kuat arusnya. Kabel yang dibuat oleh produsen akan menghitung parameter2 antara lain : material inti kabel, material isolasi, ambient temperature dll.
      Secara praktis, produsen kabel akan mengeluarkan data teknis dari kabel yang diproduksi berupa ukuran konduktor dan kuat hantar arus.

      Secara ilmu dasar, teori dasarnya V=I*R , yaitu berapa tegangan yang diaplikasikan (V) dan berapa Resistance / Impedansi (R/Z) kabel dari luas penampangnya. Akan didapat kuat arusnya. Dengan paramater2 lainnya maka rumus untuk menentukan R tsb akan berkembang.
      Bisa baca2 link berikut :
      http://www.openelectrical.org/wiki/index.php?title=Cable_Sizing_Calculation
      http://www.tlc-direct.co.uk/Book/4.3.9.htm
      http://www.sengpielaudio.com/calculator-cross-section.htm

      Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu kelistrikannya..

      Salam,

  • HERRY.P:

    Lo yg jd patokan kabel saya, luas pnampang kabel 0,5mm persegi maximal utk 2,5A,lo 1,5mm2 max utk 7,5A.Tp wajib pke kabel standar, jd msti itung luas pnampang pke A=3,14x(0,5xDiameter kabel)kuadrat. Betul gk ya pak?

    • ILR:

      Pak Herry,

      Merespon pertanyaannya : “Lo yg jd patokan kabel saya, luas pnampang kabel 0,5mm persegi maximal utk 2,5A,lo 1,5mm2 max utk 7,5A.Tp wajib pke kabel standar, jd msti itung luas pnampang pke A=3,14x(0,5xDiameter kabel)kuadrat. Betul gk ya pak?”

      Jika yang jadi patokan adalah kabel yang kita punya, maka tinggal tentukan KHA kabelnya sesuai dengan tabel pada artikel atau bila ada data pabrikannya. Dikurangi faktor koreksi dan dihitung panjang maksimum yang bisa digunakan agar voltage drop tidak lebih dari 5%, dengan menggunakan rumus A (mm2) = (2 x Ir x L x ρ x cos θ)/Vd (seperti pada komentar sebelumnya)
      Jadi perhitungannya bukan seperti A=3,14x(0,5xDiameter kabel)kuadrat, tapi setiap kabel dengan luas penampang tertentu sudah punya kapasitas KHA tertentu sesuai dengan design pabriknya.

      Semoga penjelasannya ini bisa dimengerti dan bermanfaat.

      Salam,

  • danang.S:

    Kalo saya ikut share ya pak (mohon di koreksi juga)
    untuk pilih penampang kabel harus tahu KHA arus
    1. tentukan In motor(In=P/(1,73*380*0,8) 0,8 ini cos phi umum pada motor
    atau lihat Imaks pada namplate motor.
    2. tentukan KHA min penghantar KHA min = In x 125%
    tinggal pilih mana kabel yng sesuai dari KHA min diatas
    3. hitung susut tegangandengan dari electricaldata kabel yng di pilih
    g pake susah langsung Vd=ohm/km X panjang kabel x In
    trus hitung regulasi Vd/220 x100% klo lebih dari 5% naikin aja step pemilihan kabel

    • ILR:

      Mas Danang,

      Hanya menambahkan untuk langkah kedua, yaitu menentukan ukuran kabel dari KHA yang didapat.
      Setelah mendapatkan KHA minimum tsb, maka faktor yang perlu diperhatikan adalah Derating Factor atau faktor koreksi. Derating factor dipengaruhi oleh temperature lingkungan, lokasi kabel dipasang (tanah, tembok atau udara) dan juga cara penempatan jumlah kabel.
      Untuk kasus diatas bisa diambil derating factor 0.75 sebagai estimasi.
      Jadi KHA kabel = kHA min/derating factor.

      Salam,

  • nurrohman:

    salam kenal,

    bagaimana cara menentukan pemakaian kabel jenis NYY untuk MCCB dengan besar KHA 25 A dan 250 A ?
    mohon petunjuknya. atas respon yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

    • ILR:

      Mas Nurrohman,

      Salam kenal juga.
      Pemilihan ukuran kabel adalah berdasarkan pada kapasitas hantar dari kabel tersebut, tempat kabel tersebut di install, serta tegangan jatuh (voltage drop).
      Jika kabel tersebut di install di atas tanah, maka kapasitas hantar harus dikalikan dengan factor pengurang (faktor koreksi atau derating factor), besarnya tergantung dari metoda installasi, untuk design awal bias dipakai angka 0.75 sebagai factor pengurang. Sedangkan untuk installasi didalam tanah factor penggurangnya lebih besar dari atas tanah (tergantung installasinya) angka 0.55 bisa dipakai sebagai desain awal.
      Jika sesudah dikalikan dengan faktor pengurang ternyata KHA kabel kurang dari arus beban, maka perlu dinaikkan ukuran kabelnya.
      Sedangkan untuk voltage drop (tegangan jatuh) harus dihitung dengan formula seperti yang dijelaskan pada respon sebelumnya.

      Kami ucapkan terima kasih juga dan semoga info ini bisa bermanfaat.

      Salam,

  • Maz Anton:

    maaf, mau tanya pak ILR,

    untuk penggunaan daya pada mesin foto copy 1250-2500watt, sebaiknya menggunakan kabel jenis apa dan ukurannya berapa, agar listrik dapat mengalir dengan normal dan tidak terjadi hambatan yang besar pada kabel yang dapat menimbulkan kebocoran listrik yang pada akhirnya tagihan bulanan melonjak ?

    terima kasih atas penerangannya,

    Maz ANTON – Madiun

  • mohon bimbingannya,

    saya bingung memasang saklar untuk dua lampu + stop kontak dibawahnya

    mohon petunjuk bagaimana kabel-kabel itu terhubung semua

    terima kasih sebelumnya

  • rahim:

    malam pak,
    saya mau tanya,kebetulan dibengkel kami baru membeli kompresor bekas dengan motor tertulis 220v/380v 3,7 kw.yang mau sy tanyakan apakah motor tersebut bisa dihidupkan pada tegangan 220v.karna dibengkel kami teganganx dari pln 220v.trus kami bingungkan kabel inputnya ada 6 kabel.3 kabel disatukan sedang 3 kabel lainnya terpisah.bagaimana cara menentukan positif negatifnya.sedangkan biasanya cuma ada 2 kabel saja.tolong petunjuknya pak.trimakasih apabila dapat membantu kami yang awam ini.

    • ILR:

      Pak Rahim,

      Motor kompressor yang bapak beli memerlukan suplai listrik 3-phase. Karena dilihat dari kabelnya ada 6 dimana 3 disatukan, berarti rangkaian kumparan motor listrik ini terhubung bintang.
      3 kabel yang terpisah merupakan kabel 3-phase (biasanya ada label yang dipasang pada tiap2 kabel dengan tulisan).
      Memang umumnya langganan listrik untuk perumahan atau bengkel kecil adalah sistem 1 phase dengan phase dan netral atau positif dan negatif.
      Jadi yang bapak perlukan adalah sumber listrik 3-phase. Ada 2 pilihan untuk mendapatkan sumber listrik 3-phase :
      - Dari suplai PLN, berarti harus bersiap mengurus administrasi untuk menaikkan daya ke sistem 3-phase.
      - Dari genset 3-phase yang berkapasitas 5kW sebagai sumber energi.

      Jadi bisa dipertimbangkan mana yang lebih mudah dilakukan.
      Semoga bisa mencerahkan pak rahim.

      Salam,

  • aby:

    maaf pa sy mw tny ne,yg mendasar aj,istilah N sm L itu artinya ap y?mohon penjelasan ny dn trmksh..

    • ILR:

      Aby,

      Istilah N adalah Netral dan L adalah Line (atau bisa disebut phase).
      Artinya L yang bertegangan dan N yang tidak bertegangan.

      Salam,

  • putri:

    maaf pak, saya mohon bimbingannya,,
    bagaimana cara menentuka KHA yang diperlukan pada mesin listrik (misalnya pada mesin bubut dg P=1.8 KW, In=6A, Tn= 6Nm)???

    terima kasih

    • ILR:

      Putri,

      Bila sudah diketahui rating equipmentnya (misal In=6A), maka tentukan rating pengamannya (MCB). Bisa dikalikan 1,25 sebagai safety factor. Karena rating MCB terdekat adalah 10A, maka dari tabel KHA diatas, misal digunakan kabel NYM, bisa dilihat untuk gawai proteksi 10A digunakan kabel ukuran 1.5mm dengan KHA 18A. Jadi ini patokan awalnya.
      Setelah itu :
      1. Tentukan nilai derating factor atau faktor koreksi. Detail derating factor untuk tiap2 instalasi (kalkulasi dan petunjuknya) bisa didapat dari situsnya sucaco (katalog kabel LV bagian terakhir). Misalnya derating factornya dipakai 0.7.
      2. KHA kabel x derating factor harus lebih besar dari arus maksimum peralatan. Misal, dengan derating factor sebesar 0.7 maka didapat KHA koreksi untuk kabel sebesar 12.6A.
      3. Hitung Voltage Drop. PUIL mensyaratkan maksimal voltage drop 5%. Berarti parameter panjang kabel harus dimasukkan. Arus listrik yang dimasukkan adalah Arus rating (agar lebih aman kalikan arus nominal dengan angka 1.15 sebagai safety factor motor atau 1.25 sebagai maksimum arus).
      Rumus voltage drop bisa dicari pada respon komentar sebelumnya.
      Hitung voltage drop pada saat motor running dan saat starting (6x arus nominal).
      Pilih mana yang terbesar size kabelnya.
      4. Dari perbandingan di poin 2 & 3, dipilih lagi mana yang lebih besar size kabelnya.

      Semoga penjelasannya bisa membantu.

      Salam,

  • zulwan:

    Mohon sarannya. Saya mau pasang instalasi listrik dirumah saya.
    Apakah ke tukang listrik perorangan atau ke PLN pak.
    Terimakasih.

    • ILR:

      Pak Zulwan,

      Apakah ini pemasangan instalasi listrik baru atau penambahan yang sudah ada.
      Jika pemasangan baru dan selanjutnya dipasang KWh-meter PLN, maka bapak perlu ke PLN untuk pendaftaran administrasi dan disana akan diarahkan ke BTL (Biro Teknik Listrik) yang merupakan rekanan PLN untuk pemasangan instalasi listriknya. BTL akan mengeluarkan dokumen yang akan diperiksa oleh KONSUIL agar bisa dikeluarkan SLO (Sertifikat Laik Operasi) yang menjadi dasar PLN untuk melakukan pemasangan kWh-meter.
      Tapi jika hanya penambahan dan tidak menyentuh sisi kWh-meter, maka instalatir yang kompeten walaupun bukan rekanan PLN bisa melakukan.
      Mudah2an penjelasan ini bisa membantu.

      Salam,

      • taupan:

        Salam kenal Pak,

        saya mau tanya apakah boleh untuk kabel BC pentanahan diganti dengan kabel NYA yang ukurannya sama dengan kabel BC, dan apakah menurut puil itu di perbolehkan…?

        • ILR:

          Salam kenal juga Pak Taupan,

          Dalam Tabel 7.1-3 Daftar Konstruksi Kabel Instalasi, dinyatakan bahwa kabel instalasi, yang termasuk didalamnya kabel NYA, tidak boleh dipasang pada atau di dalam tanah, serta tidak boleh pula dipasang sebagai kabel udara.
          KHA untuk kabel NYA yang berukuran sama dengan kabel BC juga berbeda, dimana KHA kabel NYA lebih kecil dari kabel BC.
          Semoga informasi ini bisa membantu..

          Salam,

  • sajib:

    salam kenal,
    saya mau tanya untuk daya sebesar 16000 v 3 pase di butuhkan kabel ukuran berapa untuk instalasi baik yang utama,penerangan, dan stop kontak..dan bagaimana pembagian yg baik di ketiga pasenya agar tidak ada kepincangan dalam pemakaian dayanya
    terimah kasih

    • ILR:

      Salam kenal Pak Sajib,

      Apakah 16000 itu satuannya watt atau VA? Anggaplah ini adalah 16000VA.
      Asumsi yang dipakai :
      1. Kabel dari meter listrik ke dist.board panel (diasumsikan didalam rumah) jarak diasumsikan 100M
      2. Penghantarnya 3Phase + Neutral
      3. Tegangan 380 V Phase to Phase, 220 V Phase to Neutral
      4. Power Factor diassumsikan 0.8.
      5. Min Voltage drop yang diperkenankan = 3%.

      Maka arus 3 phase-nya adalah = 24.3 A.
      Size kabel yang dipilih adalah 10 mm2 untuk jalur utama dari Meter Listrik ke distribution board. Voltage dropnya didapat 2.2%
      Untuk stop kontak dengan maximum beban = 10 A, maka kabel bisa dipilih size 2.5 sqmm minimum (max. rating arus = 21 A)
      Untuk penerangan, dibagi menjadi beberapa area, dan tiap area dibatasi dengan MCB = 4 A (asumsi untuk indoor, dengan jenis lampu fluorescent atau neon), maka kabel yang dipilih = 2.5 sqmm, NYA (menggunakan konduit) atau NYM.

      Semoga bisa membantu.

      Salam,

  • sugiyarto:

    apakah menurut puil2000 u/ kabel ground harus sampai ke box lampu TL.? dan ada di pasal srta ayat berapa.?

  • ILR:

    Pak Sugiyarto,

    Bagian PUIL yang mengatur tentang lampu ada di pasal 5.3.1 dan 5.3.2. Bila armaturnya terbuat dari bahan logam dan berpotensi tersentuh tangan, maka harus dibumikan.
    Mudah2an informasi ini bermanfaat.

    Salam,

  • ariya:

    salam kenal pak…..?
    bgaimana mengatasi mcb yg turun terus baru2 ini,sbelumx tiadak pernah.mcb yg dgunkan 6 A,2 grup.1 grup untuk rmah pribadi ,yg 1 grup 2 rumah tetangga kri knan,bgaimana cara mengatasix biar nggak turun.terimakasih banyak pak,ditunggu jwbanx,mhon izin mengcopi artikelx,

    • ILR:

      Salam kenal juga Pak Ariya,

      Ada pertanyaan yang sama dari Pak Ariya via halaman “contact us”, sudah direspon tapi ternyata gagal terkirim. Jadi kita jawab di bagian ini juga.

      Dari pertanyaannya, gambaran kami adalah :
      1. MCB di meteran PLN dipasang 6A (daya listrik 1300VA).
      2. MCB grup dipasang 6A juga dan ada 2 MCB 6A (karena 2 grup).

      Problemnya adalah MCB sering turun, Jika MCB yang turun yang terpasang di meteran listrik, maka kemungkinan penyebab adalah pemakaian listrik melebihi 1300VA. Coba Pak Ariya amati pada jam berapa hal ini paling sering terjadi dan periksa beban2 listrik yang dipakai oleh 3 rumah tersebut saat jam2 tsb, apa saja dan berapa besar konsumsi dayanya. Dari hasil pengamatan, bisa kita perhitungkan besar pemakaian daya listrik.
      Jika memang hasilnya melebihi 1300VA maka solusinya adalah perlu tambah daya atau penggunaan bebannya perlu diatur lagi.

      Jika ternyata penggunaannya hanya kecil2 saja, tapi MCB tetap turun maka kita perlu diskusikan lebih lanjut. Silahkan dicoba cara diatas terlebih dahulu.
      Mudah2an informasinya bisa membantu dan silahkan untuk copy artikel agar lebih bermanfaat lagi.

      Salam,

  • lhio:

    thx informasinya,sngt bermanfaat,…. :) ^^

  • yohan:

    maaf mau nanya mas jika instalasi kabel dirumah saya mengunakan kabel yang masih berbungkus semacam benang(kabel lama),apakah jika saya menaikan daya di rumah saya yang semula 2200 ke 3900 perlu melakukan pergantian kabel instalasi.jika dilihat dr diameter kabelnya cukup besar,dan bungkusnya masih baik semua.terima kasih sebelumnya.

    • ILR:

      Yohan,

      Bisa dikirim fotonya kah untuk kabel yang dimaksud..atau apakah ada spesifikasi yang ditulis pada kabel tsb.

      Salam,

  • Tata:

    Salam kenal

    Maaf mau tanya saya baru pasang listrik prabayar kecil sih cuma 900 w
    saya pasang sendiri MCB dan Instalasinya ssb :
    kabel netral (hijau) saya gabung dengan kabel Arde (kuning-hijau) dari instalasi ke KWH
    dan pentanaman ke tanah memakai tombak tembaga dan saya lilitkan kabel arde warna kuning,
    tanpa saya kupas isolasinya ke kabel kuning juga yang dari KWH
    Apakah sudah betul pemasanganya ? terima kasih sebelumnya

  • taupan:

    Dear Pak,

    mohon penjelasannya kepada Pak,
    Bila kita perhatikan pada motor listrik yang tersambung Star Delta,,,kita bisa melihat dengan kasat mata pada saat motor dalam hubungan Star,motor seolah berputar lebih lambat bila dibandingkan ketika motor telah terhubung Delta,,nah yang ingin saya tanyakan,apa yang mempengaruhi motor tersebut terlihat lambat pada hubungan Star? terima kasih.

  • joni sitorus:

    Mau bertanya pak!!

    Tabel Kuat Hantar Arus khusus untuk kabel NYY mulai dari luas penampang terkecil
    sampai luas penampang terbesar ada gak pak???

    kalo ada minta tolong di email in pak ke email saya joni_sitoruspane@yahoo.com

    terima kasih atas sharing ilmunya pak..

  • mohon penjelasan pak
    jika suatu kabel (3 jenis kabel NYA, NYM dan NYY) yang d aliri arus listrik maka suhu normal dari ketiga jenis skabel tersebut itu berrapa?? dan berapa suhu keliling dari suatu kabel??? apakah berbeda dari tiap jenis atau kah tidak. trima kasih

  • eka:

    Pak mohon bantuannya. Saya sedang membangun rumah dan awam listrik. Pertanyaan saya:
    1. Untuk kabel dari Kwh Meter ke PHB kami menggunakan kabel NYY supreme 3x4mm2. Oleh tukang listrik kabel ini langsung ditanam di dinding tanpa dimasukkan ke dalam pipa conduit, katanya kabel NYY adalah kabel tanam jadi tidak kenapa ditanam/plester langsung di dinding. Apakah benar? Bagaimana bila seandainya lain kali kami tambah daya, apakah kabel ini harus diganti dan dinding dibobok lagi?
    2. Untuk kabel di atas plafon, apakah benar bila sudah menggunakan kabel NYY maka tidak perlu dimasukkan ke dalam pipa conduit lagi?
    3. Pak tolong saya juga dikirimkan gambar rangkaian listrik untuk mem-bypass level control switch tangki air.
    Terima kasih.

    • eka:

      Maaf Pak, satu lagi pertanyaan saya. Untuk rumah satu lantai apakah perlu dipasang penangkal petir? di sebelah rumah yang sedang kami bangun ini ada rumah lantai dua yang sudah ada penangkal petirnya. Terima kasih Pak.

  • Phantom:

    ada yang tau alamat web tentang tabel KHA untuk kabel NYFGby?

  • taupan:

    Idealkah bila kabal BC arde untuk grounding di celupkan/cemplungkan ke sumur atau sungai , sisi POSITIV DAN NEGATIVE nya apa yach , mohon pencerahan nya ?

  • wahyudi:

    Dear…
    Mumpung bahas kabel,saya mau tanya kalau kabel listrik saya pakai untuk kabel speaker (output power amplifier) dengan daya power 500watt, berapa diameter kabel yang harus saya gunakan agar tidak drop?? terima kasih jawabannya…

  • Nurhadi:

    Dear Mas MOMOD

    Bagaimana cara menjaga tegangan rumah supaya bisa berkisar pada 220V, karena pada saat Sore sampai pagi di tempat saya tegangan bisa ngedrop sampai 196V dan pagi hari 208V, ini saya ukur pada PHB. Peralatan apa yang bisa kita pasang untuk menghindari hal ini?

    Salam
    Nur

  • Ritz:

    Slamat pagi Pak… Saya mau tanya soal cara menyambung kabel positive-negative yang warnanya beda. Saya mau menyambung kabel yang berwarna merah-putih dengan kabel warna hijau-hitam. Saya bingung mana positive dan mana negativenya… Mohon pencerahannya…

  • andry:

    pak permisi..
    Gni pak, sya mw tnya..
    1 line mcb dgn kap.32 A/18kA untuk 4 instalasi AC 1 pk
    sesuai mana pake kbel 2,5mm atau 4 mm agar tdk trjadi masalah..
    Tlg d bls di email yah pak.. Trims..

  • Ega:

    pak saya mau tanya,
    tadi pagi saya ditanya dosen tentang KHA maksimal sebuah saklar,
    apakah itu tergantung merk saklar atau memang sudah ada standarnya?
    tolong jawab dengan nominalnya pak,
    mohon pencerahannya , terimakasih pak .

  • Rasyad:

    Dear Pak…
    mau tanya…kami mau pasang listrik di rumah, berhubung jauh dari tiang sama pihak PLN disuruh beli kabel sendiri karena katanya pihak PLN cuma menanggung kabel sepanjang 30 m kalo lebih harus beli sendiri tapi waktu kami tanya listrik yang dijual di pasaran ada nggak yang standar PLN jawabnya nggak ada…nah lho…gimana ini PLN suruh orang beli kabel sendiri buat pasang baru tapi….??? mohon infonya pak…Terima Kasih

  • anton:

    dear mas
    mau tanya apabila saya menggunakan kabel NYY 4x4mm sebagai kabel induk dari meter, dan saya membagi 2x4mm untuk setrum (kabel digabung dilipat jadikan satu), 1x4mm untuk nol, 1x4mm untuk ground, berapa besar daya yang diperbolehkan untuk rumah saya dari meter?
    terima kasih mas

  • toni pw:

    pak IRL mau tanya apakah di tahun 2012 ini ada perubahan warna kabel nym 3×2,5mm u/:cable supreme warna hitam jadi coklat kemerahan benar gak itu pak, standar puil yg bener yg mana pak?,terimakasih

  • Syahrir:

    Nanya Mas ILR,
    Menurut standar PUIL kabel yang masuk ke saklar untuk lampu adalah kabel phasa (yang bertegangan), dengan alasan keamanan (misal untuk saklar kamar mandi) bolehkan kabel yang masuk ke saklar lampu tersebut saya ganti dengan kabel Netral ?
    Trims atas pencerahannya.

  • henry nugroho:

    pak saya mau tanya, saya ini msh sangat awam soal listrik, apakah semua jenis kabel tadi itu terpasang semua pada instalasi rumah ?

  • fadly:

    Salam kenal pak….

    Saya mau nanya untuk dasar penentuan faktor kelipatan 1,25 untuk instalasi penerangan dalam menentukan arus rating mcb itu dari mana yach… Pls infonya

  • masudin:

    Numpang nanya pak

    Rumah baru mau pasang PLN 1300 Watt.
    Yang mau saya tanyakan
    1. Dari MCB ke pembagi (yg biasanya di atas plafon) menggunakan kabel jenis apa dan ukuran berapa ?
    2. Dari plafon ke Stop kontak atau saklar lampu pake jenis dan ukuran berapa ?

    terima kasih atas penjelasannya

  • zakir:

    ass.
    maaf saya ingin bertanya, kabel listrik dirumah saya apinya ganda, ada kabel pembagi yg berwarna hitam dan merah tapi pada saat saya tespen dua2nya memiliki tegangan, setelah itu meskipun aliran listriknya sudah dimatikan pada KWH tegangan listrik tetap tidak mati, kenapa ya, tolong imformasinya,?

  • kerry:

    salam kenal,
    saya mau tanya untuk daya sebesar 7000VA v 3 pase di butuhkan kabel ukuran berapa untuk instalasi baik yang utama,penerangan, dan stop kontak.. dan jenis kabel pada saluran distribusinya ?dan bagaimana pembagian yg baik di ketiga pasenya agar tidak ada kepincangan dalam pemakaian dayanya
    terimah kasih

  • irwan sp:

    assw….. pak ILR, mohon saya dibantu rumus untuk mencari diameter kabel penghantar arus pada tegangan menengah dan untuk beban sebesar 2,2 Mw

  • irwan sp:

    mohon maaf pak ILR, pertanyaan saya juga termasuk kabel untuk tegangan rendah dengan beban 1 MW ……….. terima kasih atas bantuannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berlangganan Artikel

Berlangganan RSS

Ketik email anda untuk berlangganan:

Mengapa Berlangganan? | Apa itu RSS Feed?


Website Counter

Komentar Terbaru

  • pire resi: Dear Pak, Saya mau tanya, apa pengaruhnya jika beban 1 phasa, menggunakan perangkat MCB 3phasa dengan...
  • sasliadi: Ass, say ingin bertanya bang, lampu di rumah saya mati, padahal sudah di isis token, solusinua gi mna ya...
  • Nabil: Maksud dari pertanyaan sy apakah groding aliran terpisah yg di bumikan? Apa keuntungan dan kerugian bilah tdk...
  • Nabil: Untuk pln banyak yg tdk mewajibkan pasang gronding,klau tdk salah gronding itu aliran terpisah untuk safety,...
  • Anjas: Grounding ditempat saya mendapati 02.6 ohm. Apakah memenuhi Standar Persyaratan Umum Kelistrikan Indonesia?